Senja
kian larut ketika Rayhan dan Krisna sedang duduk di sebuah cafe, menunggu
Melati dan Rini yang sedang berbelanja di salah satu departemen store. Sebentar
lagi dinginnya malam akan menggantikan panasnya terik matahari di siang hari.
Matahari telah lelah menjalankan tugasnya dan kini hendak pulang ke
singgasananya. Membiaskan mega merah diantara warna-warna langit lainnya.
Rayhan
dan Krisna terlihat sedang membicarakan sesuatu yang serius. “Saya janji akan
menjaga Rini dengan baik kak,” ujar Krisna sedikit tegang. Melihat ketegangan
di wajah pacar adiknya itu, Rayhan sedikit mengubah sikap dinginnya. “Saya
benar-benar mencintai Rini. Jadi, kakak tidak perlu khawatir untuk meninggalkan
Rini,” lanjut Krisna setelah suasana sedikit mencair.
Rayhan
tersenyum kecil. Biar bagaimanapun rasa tidak suka yang dirasakan Rayhan, tidak
dapat dipungkiri bahwa laki-laki inilah yang dipilih oleh adiknya. Rayhan tau
bahwa laki-laki di depannya adalah laki-laki yang baik. Laki-laki yang pantas
untuk mendampingi dan melindungi adiknya, Rini. Terlebih akan cintanya yang
mendalam pada Rini dan tentu saja cinta itu disambut oleh adiknya. Cinta yang
tidak akan pernah ia dapatkan. Cinta yang oleh mama dan papanya dianggap
sebagai cinta seorang kakak pada adiknya. Tapi tidak bagi Rayhan. Cinta yang ia
rasakan adalah cinta yang lebih dari itu.
Mungkin
terdengar naif. Tapi itulah kenyataannya. Cinta terlarang yang tidak mungkin
terwujud. Cinta yang tidak selayaknya tumbuh dan berkembang di dalam hati
Rayhan. Dan perasaan itu terus mengalir memenuhi ruang-ruang kosong di dalam
hatinya. Bagai ruang rahasia yang tidak mengizinkan siapapun untuk membuka dan
mengetahui isinya. Tidak juga mama, papa, tidak juga Rini ataupun Krisna. Tapi
Melati dapat mengetahuinya,
Melati,
nama gadis itu kembali menggema di dinding hati Rayhan. Menyuntikkan rasa
bersalah dan berdosa yang entah kapan dapat ia balas. Lagu ‘Kisah Kita’ dari
Ello mengalun merdu mengisi keterdiaman dalam ruangan itu. Rayhan menengguk
minumannya, membasahi kerongkonganya yang kering karena ketidakrelaan yang
masih bersemanyam di hatinya.
Dalam
keterdiaman itu terdengar suara Rini yang sedang bercerita kepada Melati.
Melati mendengarkannya dengan seksama dan sesekali menimpali dengan tawa
merdunya. Kedua gadis itu kemudian bergabung bersama dua laki-laki yang sudah
menunggunya. Memberikan keceriaan dan kegembiraan dalam kesunyian di ruangan
itu. Beberapa pasang mata menoleh karena merasa sedikit terganngu. Rini duduk
di sebelah Krisna dan menyandar manja di dada cowok itu. Melihat kemesraan yang
ditunjukkan sepasang kekasih dihadapannya, Rayhan merasa jengah dan mengalihkan
perhatiannya. Pandangannya bertemu dengan mata indah milik Melati.
Senyum
Melati sersungging, memberikan ketentraman dan keteduhan dalam kegelisahan di hati
Rayhan. Sinar matanya memancarkan kekuatan untuk memahami kenyataan yang ada.
Krisna bersyukur akan kehadiran gadis ini dalam hidupya. Gadis yang telah
menjadi oasis di tengah-tengah gurun pasir kehidupan cintanya.
Bersambung
…
#30dwc
#30dwcjilid12
#day18







0 komentar:
Posting Komentar