Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 16 Maret 2012

Selamat Ulang Tahun Pipi Tembem "My Best Friend, Desak"

Satu lgi ne temen baikku yang ultah. Tapi yang ini lebih jauh tinggalnya. Di kota Malang, sekarang dia kuliah di UB. Harusnya aku juga di sana, tapi ya gitu deh....
Karna jauh, jadi ngucapinnya sekedarnya aja. Sapa suruh jauh-jauh dari aku, nggak ada yang ngasi kado kan.... Heheheheee.... :).
Neh, aku nyanyiin lagunnya Jamrud-Selamat Ulang Tahun buatmu...
Kenapa nggak lagu ini? soalnya lagu ini sering kita nyanyiin waktu ultah temen-temen. Jadi menurutnku ini lagu yang penuh kenangan. Masih inget nggak waktu kita nyanyiin lagu ini buat bu Srini, waktu hari guru, waktu kak ananta dan temen-temen MP ultah (eh, kamu ikut nggak ya?) termasuk waktu ultahku (ultah yang sederhana itu, di rumah sempit yang harus buat kalian desak-desakkan).


Met Ultah ya Desak...


Hari ini, hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun, usiamu,
Bahagialah slalu


Yang kuberi, bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga, atau puisi,
Juga kalung hati


Maaf, bukannya pelit,
Atau nggak mau bermodal dikit


Yang ingin aku, beri padamu
Do`a s`tulus hati …


Reff:
Smoga Tuhan, melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu


Mudah mudahan diberi umur panjang
Sehat selama lamanya..


(Selamat ulang tahun yaaa…Semoga panjang umur selalu.. )
Selamat Ulang tahun …. Selamat Ulang tahun …




Note: Kadonnya minta di adek ku ya...
         Moga sukses sama olimpiadenya, klo nggak bisa jawab sebut ja nama ku 3x.
         Nggak akan terjadi apa-apa seh, Hahahahaaa...
         Apapun yang terjadi, itu yang terbaik buatmu. Dan jangan pernah putus asa. Ok :)

Minggu, 04 Maret 2012

5 Maret 2012 (Maju dalam Kebersamaan)

            Hari ini ngerasaaaa banget kalo belum ada kekompakan diantara kita. Meskipun udah tinggal bareng selama kurang lebih tujuh bulan di satu atap yang sama. Tapi kita masih sulit nyatuin pikiran. Semuanya pada bilang kalo kita harus kompak. Tapi apa buktinya?
           Masih ada aja yang santai dan mementingkan diri sendiri. Nggak bisa ngertiin temen yang udah kelabakan demi jaga nama baik kita. Apa kekompakan itu cuma muncul waktu kita lagi dicibir dan di pandang sinis oleh orang lain? Selebihnya kita jadi individualis dan egois.
           Keinginanku simpel aja kok. Kita bisa saling ngerti satu sama lainnya dan mulai ngebangun rasa persaudaraan di antara kita. Kita emang bukan siapa-siapa, nggak punya ikatan persaudaraan, awalnnyapun kita nggak pernah saling kenal. Tapi sertelah kita anbil keputusan untuk ngejalanin ini semua, kita harus terima konsekuensinya. Termasuk tinggal disatu atap, dan secara otomatis kita harus belajar untuk saling berbagi, saling menghargai, saling mengerti dan yang paling utama kita harus belajar apa yang namanya kebersamaan.
           Semua kesulitan bakalan mudah kita lewati kalo kita udah ngerti apa arti dari kata kebersamaan itu. Nggak cuma diomongin dan didengung-dengunkan.
Yang aku mau kita itu cukup berbuat, tunjukkan kalo kita itu emang mampu menjadi yang terbaik dan nggak perlu banyak omong. Bukankah lebih baik kita aktif berbuat sedikit bicara dari pada banyak bicara tapi aksinya nol besar. 

Jumat, 02 Maret 2012

2 Maret 2012

Pagi ini, langit terlihat begitu indah. Sembari melepas lelah setelah senam pagi, aku mengistirahatkan badan di balkon kamar. Meski matahari masih belum menapakkan sinarnya, tapi langit sudah mulai membiru. Ruangan ini masih terasa sepi. Sesekali ku dengar suara ringkih teman-teman yang mengigau atau sekedar membenahi posisi tidurnya. Suara tetesan air dari atap wastafel yang bocor sejak setahun lalu memberi sedikit warna dikesunyian ini. Ditemani secangkir susu coklat hangat dan sebongkah wortel yang dibawakan ibuku kemarin sore, aku menikmati semuanya. Perlahan hangat sang surya mulai terasa. Dan lembar demi lembar buku yang kubaca sedari tadi mulai menipis. Pagi ini terasa indah,..

Kamis, 01 Maret 2012

Inilah Arti Diriku

meskiku belum bisa mendefinisikan diri
tapi aku kan terus mencari arti

jika ku boleh memilih
aku ingin tumbuh seperti rumput liar
mungkin aku memang kecil
tak berdaya dan hina 
tapi bukan berarti aku tak punya arti
meski kecil dan tak pernah dipandang
meski ku selalu diabaikan dan diinjak-injak setiap hari
aku akan kembali tegak dan tumbuh kuat 
walaupun waktu dan peristiwa datang silih berganti

aku ingin seperti ilalang 
karena ku sanggup tumbuh di manapun 
aku akan terus tumbuh tinggi di padang luas
meski lusuh, namun ku kan tetap bersabar dalam kelusuhanku 
aku akan terus bertahan ketika hujan ataupun kemarau
aku tak akan kecewa meski tak ada yang mengagumiku
bahkan ketika aku harus terinjak  


aku masih ingin belajar pada bumi
masih ingin belajar pada matahari
masih ingin belajar pada embun pagi
aku masih ingin belajar pada seekor semut
masih ingin belajar pada seekor laron
masih ingin belajar pada seekor kupu

sekedar untuk dapat mengatakan “aku adalah..”
untuk dapat memberi arti
dengan kesejatian arti