Perkenalkan, namaku Bangkit Priambudi. Nama
yang cukup unik, atau aku biasa menyebutnya ‘nyeleneh’. Tapi
memang begitulah nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku. Jika kalian tidak
percaya, kalian bisa cek di akta lahirku, dan baca sendiri nama apa yang
tertera di sana.
Namaku Bangkit Priambudi, nama yang sangat
potensial untuk menjadi bahan bullying orang
lain. Dulu, semasa kecil aku sangat membenci nama itu. Hampir setiap hari aku
pulang dalam keadaan menagis. Kenapa? Tentu saja karena namaku yang selalu
menjadi bahan ejekan teman-teman saat bermain. Bisa dikatakan, dengan nama itu,
aku adalah sasaran empuk untuk menerima ejekan mereka. Kejadian ini terus
berlanjut hingga aku memasuki dunia pendidikan, bahkan menjadi lebih parah.
Masih kuingat saat aku duduk di bangku sekolah dasar, teman-temanku selalu
menyanyikan lagu yang menggunakan kata ‘bangkit’ pada liriknya setiap aku lewat
dihadapan mereka. Terkadang mereka memanggilku dengan nama ‘jatuh’, lawan kata
dari ‘bangkit’. Belum lagi sorak-sorai dari teman-teman jika ada guru yang
mengabsen atau memanggilku untuk maju ke depan kelas. Walaupun saat itu tidak
ada tangis air mata saat mendengar ejekan dari teman-temanku, tetap saja ada
rasa jengkel dalam diriku. Apalagi jika ejekan itu terlontar saat aku sedang
dalam suasana hati
yang tidak baik. Ah, jika diingat, masa-masa itu memang masa-masa yang
menyebalkan.
Namaku Bangkit Priambudi, nama yang
mengandung berjuta makna untuk kedua orang tuaku. Nama yang berisi harapan dan
doa-doa terbaik dari orang tuaku untuk anaknya. Pernah aku bertanya, kenapa
ayah memberikan nama seperti itu padaku. Dan masih kuingat jawaban ayah yang
berhasil membuatku bertahan dari ejekan teman-temanku. Kata ayah, nama
‘Bangkit’ berarti bangun dan berdiri, dengan kata lain adalah kekuatan untuk
pantang menyerah. Sedangkan ‘Priyambudi’ adalah gabungan dari kata ‘priyayi’
dan ‘budi’. Walaupun keluargaku bukan berasal dari keluarga bangsawan, tapi
ayah berharap aku bisa menjadi orang yang terpelajar seperti para priyayi jaman
dahulu. Tentu saja disertai dengan akhlak yang berbudi luhur. Jadi, melalui
nama ini, Ayah dan Ibuku berharap aku akan tumbuh menjadi anak yang memiliki
wawasan luas, berakhlak mulia, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi dunia.
Ayah dan ibu berharap, setiap kali aku terjatuh atau terpuruk dalam suatu
permasalah, aku bisa langsung termotivasi saat seseorang memanggil namaku.
Bukankan jika seseorang memanggil namaku akan terdengar seperti perintah untuk
terus bangkit dan tidak menyerah ?
Namaku Bangkit Priambudi, nama yang sangat
potensial untuk menjadi bahan bullying orang
lain, terutama teman-temanku. Tapi nama itu juga mengandung berjuta harapan dan
doa untuk keksuksesanku dalam menjalani kehidupan. Nama yang akan selalu
mengingatkanku untuk bangun dan berdiri, pantang menyerah dalam menaklukkan
dunia.
#30dwc
#30dwcjilid12
#day12
#bangkit







0 komentar:
Posting Komentar