Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 24 Juli 2015

Aku Pulang

Ada saatnya seseorang harus pulang bukan? Pulang ke tempat dirinya berasal.
Aku pulang, ke rumah dimana aku dulu dilahirkan. Tempat dimana dulu aku belajar mengeja kata demi kata, merangkak, berjalan, dan berlari. Aku pulang, ke rumah dimana dulu aku bermain riang dengan teman-teman masa kecilku.
Tempat ini masih sama. Masih dikelilingi dengan hamparan sawah yang menyejukkan mata. Padi-padi mulai menguning, sedangkan burung-burung pipit berterbangan mengais rejeki ditengah para petani yang sibuk menjemur hasil panenya. Orang-orang masih ramah, saling menyapa sekedar bertanya kabar hari ini. Hanya saja tak semua dari mereka ada dalam ingatanku. Ah, aku terlalu lama hidup di rantauan.
Aku pulang, ke kampung halaman. Dimana ada orang-orang termakan usia yang selalu berdoa untuk kebahagiaan anak-anak dan keturunannya.














Selasa, 21 Juli 2015

Aku, Mencintaimu dalam Diam Ku

Bagiku, jatuh cinta hanya sebatas diam
Di dalam hati rasa itu terkunci
Tak mampu mulutku mengungkap rasa
Mengagumimu hanya lewat tatapan mata
Hanya puas dengan bersalaman biasa
Hanya puas dengan obrolan biasa
Tanpa berani mendekat lebih jauh
Bagiku, jatuh cinta hanya sebatas menulis cerita
Ku biarkan jemariku merangkai kata
Mengungkapkan apa yang tak mampu terucap
Menulisnya hanya dalam lembaran kertas
Yang nantinya akan usang tertutup debu
Lusuh dan mengabur
Sebelum ada yang sempat untuk membacanya
Bagiku, jatuh cinta hanya sebatas rindu
Menikmati hari hanya untuk menapaki pijakan bernama rindu
Seperti ilalang yang selalu merindukan bisikan angin
Atau padi di ladang yang selalu menunggu datangnya mentari pagi
Bagiku, jatuh cinta hanya sebatas diam
Diam-diam mencintai namum mendamba
Berbahagia walau hanya sebatas penikmat bayangan
yang sama sekali tak pernah kumiliki keberadaannya
Aku hanya diam sendiri memandangi dia
Aku berbahagia walau hanya sebatas penikmat rindu
Penikmat rindu
Dari seorang yang aku cintai dalam diam
Tanpa ada yang tahu
Tidak orang lain, tidak juga dirinya