Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 12 Juni 2011

Menggeliatkan Kembali Satwika Para Yowana Bali

“Betapa membanggakan ketika yowana Bali tidak hanya sekedar mengerti namun telah memahami dan menerapkan satwika dalam kesehariannya,” tutur remaja Bali, Ni Putu Suci Prastiti.
Impian itu tercetus saat obrolan santai dengan penulis beberapa hari lalu. Ketika itu tengah berlangsung persiapan untuk menghadapi lomba Kording (Korang Dinding) yang diselenggarakan FPMHD Unud (Forum Persaudaran Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Udayana). Bukan tanpa alasan Suci dan penulis membahas masalah yowana dan satwika. Pasalnya tema yang diangkat untuk perlombaan saat itu adalah “membangun yowana yang bersifat satwika”. “Ini adalah salah satu kegiatan FPMHD untuk kembali membentuk yowana yang bersifat satwika,” jelas Putu Sri Yuni Swandhani, salah satu panitia lomba Kording.
Satwika sendiri adalah sifat kedewaan yang patut dicontoh manusia. Dalam keseharian masyarakan Bali sendiri, satwika sangat mudah diterapkan. “Sederhananya bisa kita lakukan dengan selalu berfikir positif, jujur dan berkikap baik. Hanya saja sifat satwika yang dimiliki remaja Bali setiap tahun mengalami penurunan”, kritik anggota HIJ (Himpunan Informasi Jurnalistik) FPMHD ini.
Gencarnya serangan teknologi saat ini, menimbulkan dampak negatif terhadap remaja sebagai produk bangsa dinilai masih sangat rentan. Penguasaan teknologi yang tidak diimbangi dengan kebutuhan rohani, mulai mengikis satwika para yowana Bali. “Kebanyakan remaja Bali masih belum bisa menyeimbangkan antara teknologi dengan kebutuhan rohani. Itu yang membuat mereka mudah menyalah gunakan pemanfaatan teknologi,” kata Putu Gede arya Bogantara, wakil ketua panitia.
Disinilah peran penting organisasi-organisasi keagaaman utamanya bagi remaja Hindu. Forum Hindu merupakan salah satu wadah bagi remaja Bali untuk lebih mendalami agama Hindu. Atas dasar keyakinan yang sama, mereka bersama-sama mempertahankan kebudayaan Bali. Tengok saja FPMHD, yang merupakan salah satu forum Hindu gagasan mahasiswa Unud. Saat ini mereka tengah gencar kembali menghidupkan sifat satwika remaja Bali. Berbagai kegiatan mereka lakukan untuk kembali memunculkan kembali sifat satwika remaja Bali. Diantaranya adalah bazaar yang difungsikan untuk mempererat kekeluargaan, DSP  (Dharma Santi Penyepian), Gema Bakti Saraswati, Peperuman agung, DPA (Dharma Pasraman Anggota), DPO (Dharma Pasraman Organisasi) dan beberapa kegiatan lain. ”Kegiatan-kegiatan ini adalah salah satu cara yang dapat kami lakukan untuk memumbuhkan sifat satwika remaja. Zaman inikan sudah tua, jadi harus didampingi dengan sifat satwika,” jelas Arya yang juga merupakan ketua bidang HIJ FPMHD.
Ketika memasuki sebuah organisasi Hindu, remaja akan dikenalkan dengan sifat religious (keagamaan), human (sosial), nasionalis, dan progresif. Ketika remaja mengerti keempat sifat ini, mereka akan memiliki dharma yang lebih baik sehingga memiliki bekal untuk tetap bertahan dalam arus globalisasi. Bergabung dengan organisasi keagamaan terbukti memberika dampak positif bagi  pelakunya. “Forum itu kayak ngayah, jadi bisa jalan-jalan sambil banyak belajar. Terutama memperdalam agama Hindu,” ungkap Yuni. Pendapat demikian juga disampaikan Arya,”di sini kita bisa banyak belajar, mengenal agama Hindu lebih dalam dan bersikap lebih baik atau dharma kita.”
Ketika ditanya mengenai pentingnya sebuah organisasi Hindu untuk mewujudkan yowana Bali yang tetap bersifat satwika di tengah arus globalisasi kepada Kadek Sumadiarta, Ketua Pimpinan Daerah KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia) Bali. Dengan yakin Sumadiarta menjawab, “pada dasarnya, sebuah organisasi Hindu memiliki tujuan untuk membentuk yowana yang bersifat satwika. Untuk itu sangat diperlukan sebuah organisasi keagamaan dalam suatu daerah”. Menurutnya, sebuah organisasi dapat melatih remaja Bali untuk lebih mandiri, bertanggung jawab dan utamanya memperdalam kehohanian dan persiapan mental sebagai bekal menghadapi arus globalisasi. “Dengan demikian, harapan untuk meningkatkan potensi generasi muda bukan hanya impian, namun realita.” (fin)

Our Everlasting Fraternity

by Wulan Darma on Saturday, April 9, 2011 at 3:10pm

Apa yang kamu pikirkan tentang kelas unggulan?
Apakah serius? Kaku? Kutu buku? Atau individualis?
Kalau jwabanmu iya, kamu salah besar.

        XII-IPA3, kelas ini notabene diberi mandat oleh sekolah sebagai kelas unggulan. Tapi apakah kamu tahu bagaimana sebenarnya kelas yang dibimbing oleh A.A. Sri Adi ini? Kelas yang diketuai oleh Serisana Wasita ini dihuni oleh 40 siswa yg trdiri dr 18 laki-laki dan 22 prempuan. Tapi jangan salah. Meskipun jumlah laki-laki lbih sdikit dr prempuan, entah bagaimana kaum adamlah yg lbih 'agresif' dan lbih 'banyak omong'. Tingkah polah penghuni kelas XII-IPA3 ini memang bermacam-macam. Seperti misalnya Sukma Putra (KSP alias PCl5 alias Pekak Cekok Lengkong 5x) yang tampak eksotis dengan suara falsetnya, apalagi jika berduet dengan Mahacandra Budaya (Dadok) si juragan perak. Ada juga yang selalu not responding dalam setiap kesempatan seperti Eka Yasa (Jenderal Tian Feng), atau Vincent si tukang tidur dan hobi makan tapi tetap kurus. Selain itu ada Harum (Tu Bengu) si master TI yang sudah cukur kumis, Mahardika (Muklis) yang pendiam tapi bisa menggemparkan isi kelas dengan tembakan biogasnya, Basu yang vanas dan misterius, Indrayuda yang kadang-kadang tidak bisa ditebak, Darma si kompor yang rambutnya mirip Isaac Newton.
          Namun grup putra tidaklah lengkap tanpa Edy yang mesum bin jorok tapi langganan juara umum, Putra yang kritis dengan antena pemancar Wi-Fi yang setia bertengger di kepalanya, Dek Sas (Boling) yang selalu matah, Rizsa si ketua kelas yang suka melucu walaupun agak sangar, atau Gus Bayu yang eksis karena benda kecil di atas mata kirinya. Tak ketinggalan teman duduknya, Nugrah yang terlihat mencolok karena warna kulitnya dan rambut afro yang waterpfoof. Kadang-kadang kami dikejutkan juga dengan suara Chrisna yang super bass, dan sendawanya yang menggetarkan bumi. Kalau ada permainan petak umpet, rasa-rasanya Ari yang paling susah menemukan tempat sembunyi karena badannya yang tinggi besar. Satu lagi Tangkas yang selalu ber”eeee,,,eee,,” saat bicara.
         Kalau soal curhat, cewek-cewek ini adalah tempat yang tepat. Grup putri XII-IPA3 memang sedikit lebih kalem, tapi jangan ditanya soal kegilaan saat sedang bersama. Seperti Tiara yang kalem dan kecil seperti anak SD, Ayu Prapti yang polos lagi rajin tapi garing abis, Angga yang diam-diam tap menghanyutkan dengan suara merdunya, Ratu yang pendiam tapi berbakat jadi penyiar radio. Tapi, selain yang kalem-kalem, ada juga yang cerewet-cerewet. Seperti Candra yang mulutnya tak bisa diam dengan dua gigi kelincinya, Gunayanti yang ceplas-ceplos juga jado nari, dan Nia yang ceriwis dan suka bersin dengan suara keras. Selain itu, ada Desak yang jago presentasi apalagi dengan rambut kembang rampenya, Kemala yang subur tapi royal abis, Cinthia yang terobsesi untukspeaking English dan sering datang terlambat, Winda yang tomboy, Erlyn si Cina yang tidak mengerti bahasa Bali, Linda yang pipinya empuk, Wulan D.P. yang sering susah senyum lantaran kawat giginya, Kessi yang ahli berbahasa asing, dan Ayu ‘Green’ si pecinta hijau yang takut hantu.
          Mencari yang unik dan aneh? Ada Putri Lastiana yang punya kebiasaan aneh, dia akan mengantuk saat orang bereksperimen dengan rambutnya, atau Putri Jayanthi yang hiperaktif dan tampak mempesona dengan helm penangkap anginnya. Ada juga Luh De asal Sukawati yang punya cara bicara yang khas, atau suara lucu milik Ozzy dan Fifin si Inyong dari Lamongan. Serta rambut panjang Kalista yang bak iklan shampo. Ada terlalu banyak peristiwa yang kami lalui selama dua tahun kebersamaan kami sejak di kelas XI. Maka tak heran ada banyak “cinta lokasi” di sini. Ada tujuh pasangan kekasih dan banyak cinta bertepuk sebelah tangan, yang pastinya tidak perlu disebutkan satupersatu. Banyak sekali kejadian yang tidak mungkin kami lupakan, saat-saat kami bersama, mencontek dan kerja sama saat ulangan, saat konflik dengan teman, kabel-kabel yang berseliweran saat internetan danmain dota, atau label merk air mineral “a*q*u*a” yang siap menempel di punggung siapa saja tanpa ketahuan.
           Setiap hari yang kami lalui bersama, setiap tawa yang kami nikmati bersama, setiap duka yang kami tanggung bersama tidak akan terulang kembali. Semakin lama kami bersama, semakin berat untuk berpisah. Namun, selalu ada perpisahan untuk setiap pertemuan. Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain terus melangkah maju dan menjadi sukses. Memori masa SMA tentang persaudaraan dan kebersamaan akan terus terkenang di hati. Ya, kami adalah THRILLER, XII-IPA3 Class for Everlasting Fraternity.

Sampai jumpa lagi, KAWAN!!!


Sabtu, 21 Mei 2011

Bhisama, Cegah Kawasan Pura Tersakiti

Hiruk pikuk pembicaraan tentang Bhisama Parisada Hindu Dharma Indonesia, yang mengatur tentang kawasan suci suatu pura sebagai tempat suci umat Hindu belakangan ini memang menarik perhatian banyak pihak. Menyimak berita surat kabar yang terbit di Bali tentang pelanggaran-pelanggaran radius kesucian pura, seolah ada benturan pemikiran antara yang konservatif dengan yang berpikiran progresif. Dengan argumentasinya masing-masing, semua merasa benar. Bukankah konsep Bhisama sudah ada sejak tahun 1994. Namun, kenapa polemik radius kesucian pura terus menghangat?
Masih ingatkah kita dengan pesan yang disampaikan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra ketika memberikan pengarahan dalam Paruman Sulinggih, Paruman Walaka, dan Pengurus Harian Parisada Pusat, 25 Januari 1994 silam bertempat di Universitas Hindu Indonesia. Di sanalah dicetuskan mengenai Bhisama Kesucian Pura. Saat itu IB Mantra megatakan “Hendaknya dijaga agar pura jangan kelihata menderita dengan lingkungan yang baru”.
Dari pemikiran-pemikiran para sulinggih dan walaka ketika itu dan berlandaskan sloka-sloka kitab suci Weda, maka diterapkanlah konsep Bhisama yang kemudian menjadi Keputusan Parisada Pusat No. 11/Kep/I/PHDIP/1994. Baru pada tahun 2005 ditetapkan satuan meter Bhisama. Jarak keberadaan pura yang tergolong Kahyangan Jagat itu yakni desa pakraman terdekat dengan Kahyangan Jagat umumnya berjarak apeneleng agung (sekitar lima kilometer). Sedangkan Pura Kahyangan Jagat yang tergolong Pura Dang Kahyangan berjarak apeneleng alit kurang lebih dua kilometer. Sedangkan untuk Pura Kahyangan Tiga dan lain-lainnya dengan jarak apenimpug dan apenyengker.
Sudah bertahun-tahun sejak RTRW ini ditetapkan, namun mengapa baru diributkan? Mungkinkah ada kepentingan lain di belakangnya? Maka tak salah jika kita mengatakan bahwa RTRW bukanlah masalah melainkan adanya pembuat masalah. Sangat ironis memang, ketika mengetahui bahwa pertentangan atas keputusan PHDI terkait radius kesucian pura disusupi kepentingan politik. Atau reaksi ini muncul setelah kekuatan-kekuatan kapitalis masuk dengan pendekatan ekonomi.
Kita sadari bahwa Bali menjadi incaran para investor dan kontraktor. Peluang bisnis yang menjanjikan membuat mereka berlomba-lomba menguasai perekonomian Bali. Bangunan-bangunan tinggi didirikan untuk kepentingan pribadi. Akibatnya makin sempitnya lahan di Bali dan incaran investorpun beralih ke kawasan kesucian pura. Pura sebagai tempat suci terasa disakiti oleh kehadiran bangunan-bangunan komersial seperti vila atau lapangan golf. Parahnya lagi ketika mengetahui bahwa para wakil rakyat kita berada di balik mereka. Pasalnya ketika Bhisama mulai ditetapkan, oknum pejabat tak kunjung membersihkan kawasan kesucian pura dari bangunan-bangunan liar. Ditambah lagi masih begitu mudahnya pengurusan ijin pembangungan di wilayah kesucian pura. Apakah ini sebuah bentuk kompensasi bagi sumber dana pilkada lalu? Sehingga muncullah sebuah bentuk pembangkangan terhadap RTRW.
Haruskah hanya gara-gara investor Bhisama harus diubah. Bukankah hal ini sama saja dengan cerminan  hilangnya keyakinan umat Hindu. Sebab, Bhisama dibuat bertujuan untuk melindungi dan menyelamatkan Bali, bukan menyelamatkan investor. Jika hal ini terjadi, para inivestor nakal akan bersorak karena proyek di radius kesucian pura bisa berjalan mulus. Mereka akan segera bangkit dan  leluasa mencaplok tanah-tanah strategi Bali yang masih dalam wilayah kesucian pura.
Keluarnya Bhisama PHDI yang mengatur masalah kesucian pura merupakan suatu langkah dalam penataan Bali ke depan. Pemikiran tersebut menandakan bahwa jauh hari sebelumnya,  para sulinggih telah memikirkan Bali di tengah arus globalisasi. Dapat dikatakan bahwa Bhisama juga merupakan sebuah senjata terakhir untuk  menyelamatkan Bali. Agar tempat suci yang ada tetap dijaga kesuciannya. Begitu kawasan suci tak ada, pariwisata Bali bisa saja seperti badan tanpa roh. Tidak saja demi kesucian pura, kelestarian dan keindahan alam serta budaya Bali, tetapi juga demi kesinambungan ekonomi Bali yang berorientasi jauh ke masa depan.
Bhisama Kesucian Pura itu sudah benar, jadi harus ditegakkan. Oleh karena itu sangat penting mengambil langkah-langkah pengamanan terhadap lingkungan sebagai satu aspek penting dari budaya masyarakat. Perlu adanya kepstian hukum bagi pelanggar perda di Bali. Tak perduli masyarakat biasa ataupun oknum pejabat. Bila perlu diberlakukannya ancaman hukuman diberhentikan secara tak hormat jika terbukti mengeluarkan izin di daerah yang terlarang. Disisi lain, diperlukan penjelasan yang benar dari pemerintah sebelum investor membangun. Dan juga pengawasan terhadap bangunan yang sudah maupun belum berijin. Sangat berbahaya jika pemerintah lebih lemah dari pemilik modal. Bukankah RTRW adalah dokumen yang dipergunakan sebagai dasar memastikan dimana kita membangun dan apa yang dibangun. Dalam hal ini Bhisama dapat dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Langkah ini merupakan sebuah keputusan yang bijak ditengah kacau balaunya tata ruang Bali saat ini.

Senin, 28 Maret 2011

Only Hope
oleh: Mandy Moore 
 
There's a song that's inside of my soul.
It's the one that I've tried to write over and over again
I'm awake in the infinite cold.
would you sing to me
over and over again
So, I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I know now you're my only hope.

Sing to me the song of the stars.
Of your galaxy dancing and laughing and laughing again.
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that you have for me over again.

So I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I know now, you're my only hope.

I give you my destiny.
I'm giving you all of me.
I want your symphony, singing in all that I am
At the top of my lungs, I'm giving it back.

So I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I pray, to be only yours
I know now you're my only hope.

hmmmmm, hmmmmm, oooooh. 

Minggu, 27 Maret 2011

Pengalaman Selama Ujian

Jadwal ujianku sebelum dimulai

Jadwal ujianku setelah ujian


Bayangin, tiga minggu penuh aku ujian...
Dari pemantapan kota, ujian praktek trus dilanjutin sama UAS (Ujian Akhir Sekolah)
Rasanya udah bosen banget sama yang namanya "Buku" dan istilah "Belajar"
Dan akhirnya, jadwal ujianku udah penuh dengan coretan.
Itu artinya, UJIANKU UDAH SELESAI!!! Piuhf...

Banyak banget peristiwa-peristiwa aneh yang terjadi selama ujian. Waktu pemantapan kota, lancar-lancar aja. Tapi, hal-hal aneh dimulai ketika ujian praktek. (Sebenernya seh, biasa aja. Tapi inikan ceritaku, jadi enaknya aku aja dong gimana ceritanya. :p)

Dari  ujian praktek yang ribet banget. Aduh pokoknya waktu itu aku udang pasrah sama hasilnya. Habisnya dari ujian Kimia, aku ngerasa udah nggak hoki. Ya kebawa deh ke ujian praktek lainnya.

Trus masalah LJK sekolah (waktu UAS) yang jumlah lingkarannya cuma 58, padahal nomornya udah 60. Mau dikemanain lagi dua soal? Waktu itu panitia pengawas pada bingung. Kita sih seneng-seneng aja. Bahkan temenku ada yang nyeletuk "nggak jadi UAS kali, hahaha...."
Dan akhirnya, panitia mengganti lembar LJK kita dengan lembar jawaban silang.
Belum lagi di beberapa kesempatan ada pengawas yang ngobrooolll aja. Udah di luar adek kelas pada ribut, ditambah pengawas yang suka ngegosip. Aku yang duduk tepat di depan pengawas, susah konsentrasi.  Mending yang diomongin hal-hali yang penting atau berita-berita yang lagi hot di TV, ini malah ngegosipin hal yang nggak penting (buatku). Untung temen-temen di ruanganku pada  jail. Keras-keras deh dia bilang "ADUH, RIBUT!!!!".

Ada juga pengawas yang suka ngomentari tata aturan soal. Seharusnya begini, titiknya nggak boleh lebih dari empat, pertanyaannya kok aneh "tiger srpong", kok gini, kok gitu. Aduh, ribet deh. Mana pake acara ketawa-ketawa nggak jelas lagi. Lain pengawas lain omongan. Waktu lagi ujian, ada pengawas yang ngomentari salah satu tulisan di MP-News. Ada tulisan yang dianggap terlalu kritis. Dan menurutnya, lebih baik menulis sesuatu yang bohong dibandingkan menulis sesuatu yang terlalu mengkritik.
Menurutku, itu hal yang aneh!!...
Rasanya, kreativitas siswa itu dikekang banget....
Harusnya kita bangga dengan mereka yang bisa menulis dengan bebas dan kualitas.

Kangen juga sama temen-temen kelas, rasanya udah lama banget nggak ketemu.
Padahal kita masih sempet ketemuan waktu pulang sekolah. Sekedar untuk ngebahas soal atau diskusiin jaket kelas. Oh ya, ada yang berubah dari beberapa temanku.  Tiba-tiba mereka pada jualan. Ada yang jualan pulsa, ada juga yang jualan produk kecantikan. Jadinya aku bolah-balik ditawari produknya mereka. Huhf..
Tapi seneng juga bisa lebih kenal sama temen-temen dari kelas lain.

Ah, sudahlah.
Yang terpenting aku udah berhasil melewati ujian ini. Heheheee...
Dan sekarang, semoga semua memberikan hasil yang baik.
Amin...

Butuh Tiga Tahun

           Banyak yang mengatakan bahwa waktu akan menjawab segalanya. Dan itu terbukti. Madyapadma membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperoleh piala yang satu ini. Sebuah piala di ajang bergengsi, Lomba Kording Persma Akademika. Butuh waktu tiga tahun untuk mengukuhkan piala ini menjadi sebuah piala tetap bagi pemenangnya. Bukanlah perjuangan yang mudah untuk menang tiga kali berturut-turut. Bahkan kami pernah terjatuh dan harus mengulang dari awal lagi. Tapi kami tidak mengenal istilah menyerah. Kami tetap semangat mengikuti lomba ini. Beruntung semangat ini tidak terhenti di satu periode kepengurusna, semangat kami menular ke generasi-generasi selanjutnya. Dengan bimbingan kak Ananta kami terus berjuang bersama. Kemenangan pertama, kemengan kedua, dan inilah tahun penentuan. Akankan kami berhasi?
          Tanggal 20 Maret 2011 di Bentara Budaya, Ida Bagus Mantra. Detik-detik pengumuman hasil penjurian serasa berat bagi kami. Bukan hanya mereka yang berlomba (angkatan 33 dan 34), tapi kami (angkatan 32) juga turut datang. Belum lagi dukungan dari alumni Madyapadma lain yang ketika itu telah menjadi panitia. Dan pada akhirnya waktulah yang menjawab perjuangan kami.
         Jam, menit dan detik itu juga semua beban dan rasa lelah seakan menghilang. Semua keluarga besar Madyapadma bersorak gembira. Kami berhasil!!!
          Kebahagiana semakin terasa ketika MC mengatakan “Karna tahun ini adalah tahun ketiga tim SMA 3 Denpasar menjadi juara, maka piala bergilir ini telah menjadi piala tetap!!!”. Rasa bangga menjadi bagian dari Madyapadma serasa memenuhi tubuh kami. Bahkan meraka yang tak melihat peristiwa mengagumkan ini. Malam harinya mereka memberikan selamat, ucapan bahagia, rasa bangga dan ungkapan lain yang tengah dirasaka lewat sebuah SMS (Short Message Service)

Selamat dan sukses serta semangat terus serta salam bangga saya padaanak-anak MP.
Bravo.
Drs. Ketut Suyastra M.Pd
(Kepala SMA Negeri 3 Denpasar)

Selamaaaaaatttt buat MP Trismaa!
:):):)
Bangga Menjadi bagian dari keluarga MP
Kami bukanlah apa-apa..

Trims ya kak...:)
Amandha Rizky Taufika
(Editor 1 MP XXXI Periode 2008/2009)

Selamat buat MP..
Saya bangga jadi bagian MP..
Siapa dulu pembinanya..
Hehe..
Tanpa tangan dingin kak Ananta kami bukanlah apa-apa
Selamat Madyapadma :)
Ni Putu Handriani
(Wakil Pemimpin Umum MP XXXI/Periode 2008-2009)

Selamat ya atas juaranya!
Wkwkk..
Kakak bangga deh sama kalian semua..
Hhe,
X’D
Congratulations!
Made NIama Dwi Susila
(Sub Divisi MPTV MP XXXI Periode 2008/2009)

Dan inilah kalimat yang bisa kuketik mewakili rasa bangga dan kebahagianku.
Selamat untuk Madyapadma…
Aku bangga pernah menjadi salah satu bagian dari keluarga yang hebat ini.
Thx juga buat kak Ananta yang udah sabar membimbing kami.
Kurasa semua kata-kata ini nggak akan pernah cukup untuk mengungkapkan rasa bangga dan bahagian yang sedang aku rasain.
Pesenku buat kalian, jangan pernah berpuas diri. Karna semakin tinggi sebuah pohon, maka akan semakin kencang angin menerpanya.
Sekali lagi selamat!!!
Untuk kalian semua yang pernah, sedang dan akan menjadi bagian dari Madyapadma.
Fifin Diah Olivianti
(Editor 1 MP XXXII periode 2009/2010)

Rabu, 02 Maret 2011

MENYENANGKAN MENJADI SEORANG JUARA,
 TAPI LEBIH MENYENANGKAN MELAHIRKAN JUARA-JUARA BARU.


Senin, 28 Februari 2011

Someday My Prince Will Come

oleh: The Supremes
(Larry Morey/Frank Churchill)

Some day my prince will come
Some day I'll find my love
And how thrilling that moment will be
When the prince of my dreams comes to me
He'll whisper "I love you"
And steal a kiss or two

Though he's far away
I'll find my love some day
Some day when my dreams
Come true

Some day I'll find my love
Someone to call my own
And I'll know him the moment we meet
For my heart will start skipping a beat
Some day we'll say and do
Things we've been longing to

Though he's far away
I'll find my love some day
Some day when my dreams
Come true

Some day my prince will come
Somewhere waiting for me
There's someone I'm longing to see
Some day my prince will come

For someone somewhere out there,
my moon among the star

Jumat, 18 Februari 2011

Buka Peluang Untuk yang Muda

Oleh : Fifin Diah Olivianti

Kereta  reformasi yang membawa bangsa ini menuju rel demokrasi 10 tahun lalu belum juga beranjak dari stasiun perbaikan kereta api. Ini membuat gerbong-gerbong yang berisikan harapan bangsa atas perbaikan kesejahteraan, hukum, sosial, politik, dan lain sebagainya belum juga mencapai pemberhentian hingga stasiun terakhir, yakni terciptanya aplikasi atas harapan-harapan tersebut. Harapan terbentuknya dinamika reformasi total dan menyeluruh di bangsa ini malah bermuara pada kelakuan bangsa yang lebih buruk dari rezim sebelumnya. Lebih ironis lagi ketika maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme  (KKN) yang semakin menggila. Belum lagi tingkat kemiskinan yang semakin meningkat, semuanya seakan menjadi pembuktian dan pembenaran atas gagalnya proses reformasi.
Berbagai faktor disinyalir menjadi pemicu kegagalan reformasi. Masinis-masinis tua ini masih lebih mendahulukan kepentingan kereta-ketreta bisnis yang penuh sesak oleh kepentingan asing dan golongannya dibanding kepentingan sebenarnya, yaitu “rakyat”. Kegagalan pemimpin nasional yang lebih didominasi orang tua kini harus mulai diubah. Pikiran-pikiran radikal kaum muda harus mulai berkuasa. Namun pada kenyataannya, peran pemuda masih dipandang sebelah mata oleh agen-agen penyalur pemimpin bangsa, yakni partai politik. Kaum muda sendiri masih didiskriminasi dan tidak diperbolehkan ikut andil dalam penentuan kebijakan-kebijakan baru. Partai politik sendiri terkesan masih mempercayai pemimpin-pemimpin tua yang terbukti lamban dalam mengambil keputusan. Padahal kaum muda sendiri telah membuktikan jati dirinya berkali-kali.
Dalam state history, pemuda 1928 berhasil menggelorakan persatuan dan kesatuan dalam semangat perubahan menuju Indonesia Merdeka 100%. Bukti konstruktf lainnya adalah ketika kaum muda menculik Sukarno-Hatta untuk memaksa mereka memproklamirkan bangsa ini tanpa menunggu janji kemerdekaan yang akan diberikan Jepang. Dan masih ingat perjuangan Arif Rahman Hakim dan rekan-rekan muda lainnya dalam menggulung rezim orde lama dan mengganti menjadi rezim orde baru pada pertengahan 1960-an. Bukti teraktual adalah pengawalan reformasi yang yang menyebabkan runtuhnya orde baru. Hal itu juga dilakukan oleh mahasiswa pada tahun 1998 yang lalu. Alasan lain yang menjadi pembenaran ilmiah adalah karena pemuda masih memiliki nilai tawar idealis yang tinggi.
 Lain dari itu, mereka cepat mengambil keputusan yang mereka anggap benar dan dengan sigap menolak kebijakan-kebijakan yang menyimpang. Mereka masih belum terkontaminasi kepentingan politik, golongan dan kepentingan asing, sehingga diharapkan mampu mengubah kebijakan-kebijakan publik yang dianggap menyimpang.
Kontribusi-kontribusi demikianlah yang mampu melatarbelakangi pemuda dan mahasiswa sebagai pemegang kepemimpinan yang baru. Posisi pemuda dalam partai politik harus lebih diperhatikan. Partai politik merupakan salah satu keran penyalur bakal calon pemimpin bangsa haruslah mulai melirik pemuda regenerasi baru. Dengan kemapanan karakter dan cara berfikir mereka, partai politik dapat berkembang lebih maju dengan program kerja yang lebih selektif dan variatif. Dari sinilah akan lahir pemimpin-pemimpin baru yang lebih bijak dalam menyikapi kompleknya permasalahan Indonesia. Dan kereta reformasi yang membawa bangsa ini menuju rel demokrasi diharapkan akan kembali berjalan menuju gerbong kesejahteraan.

THIS ALL ABOUT MY BEST FRIEND

Sahabat adalah orang yang mau memahami kita saat kita bilang "hehe, aku lupa". Menunggu saat kita teriak "tungguin!". Menangis bersama saat kita mengadu "aku putus". Selalu membantu saat kita meminta "bantuin dong". Dan masih bisa tersenyum meski kita bilang "males gue sama elo". 
KALIAN PERCAYA ITU KAN?

Sahabat Sejati Selamanya
Best Friends Forever
Beste Freunde Für Immer
Mon Amie Toujours

Echte Vrienden Voor Altijd
Tunay Na Kaibigan Magpakailanman
Veri Amici Per Sempre

Kamis, 17 Februari 2011

Nyatakan cinta seekor burung pada mawar putih

Suatu hari aku mendapatkan SMS dari temanku, isi SMS-nya seperti ini: (to-1)

        Suatu hari burung jatuh cinta pada mawar putih, burungpun berusaha mengungkapkan perasaannya. Setiap hari burung mendatangi mawar putih, tapi mawar putih berkata “aku hanya akan membalas cintamu seandainya kamu bisa mengubahku menjadi mawar merah”. Dan suatu hari burung datang kembali, dia memotong sayapnya dan menyebarkan darahnya pada mawar putih, hingga dia berubah menjadi merah. Akhirnya, mawar sadar seberapa besar burung mencintai dirinya, tetapi semua itu terlambat, karena burung sudah mati.

Jadi, hargailah siapapun yang mencintai kamu, atau kamu akan kehilangan dia,...

Minggu, 23 Januari 2011

I'ill Always Remember This Day

    Suatu saat tiba-tiba terfikir olehku, mungkin suatu saat nanti aku akan merindukan saat-saat bersama teman-temanku. Saat itu pula aku teringat bahwa mereka bukan hanya sekedar kumpulan orang yang tergabung dalam sebuah komunitas kecil yang bernama “Thriller”. Bagiku mereka melebihi semua itu. Karena kami selalu melalui semua hal bersama, menerima segala kekurangan dan kelebihan setiap individu didalamnya, malalui manis dan pahitnya hari-hari di sekolah dan menghadapi setiap masalah yang pernah kami lalui bersama. Menurutku hanya satu kata yang mewakili semua pendiskripsian tentang mereka. Mereka adalah SAHABAT-ku. Bahkan aku nggak bisa mengartikan arti dari kata sahabat itu sendiri. Mungkin lagu ini akan selalu kuingat ketika aku mulai merindukan kalian semua, sahabatku “THRILLER”.

Project Pop - Ingatlah Hari Ini

 
Kawan dengarlah
Yang aku katakan
Tentang dirimu
Setelah selama ini
Ternyata kepalamu
Akan selalu botak
Kamu kaya gorila

Cobalah kamu ngaca
Itu bibir balapan
Dari pada gigilu
Kayak kelinci
Yang ini udah gendut
Suka marah-marah
Kau cacing kepanasan
Tapi ku tak perduli
Kau selalu dihati

Reff:
Kamu sangat berarti
Istimewa dihati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti
Kita tlah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang diriku
Gak enak badan resah tak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku

Don't you worry just be happy
Temanmu disini

Kembali ke: Reff

Don't you worry just be happy
Temanmu disini

Kembali ke: Reff (2x)

Rabu, 05 Januari 2011

        Di sekolahku, ada sebuah kelas yang disebut kelas unggulan. Biasanya yang berakhiran angka 3. Aku juga nggak tau kenapa. Jadi setiap  kenaikan kelas, banyak peristiwa yang terjadi ketika poses pembagian kelas. Mulai dari adek kelas yang nangis karna nggak dapet kelas unggulan, tapi ada juga adek kelas yang sedih karna dapet kelas unggulan. Huhf.... Emangnya penting ya bisa masuk kelas unggulan. Menurutku sih dimanapun kelasmu yang penting kamu enjoy dan tetep bisa berprestasi. Dari pemikiran itu, aku dan tim Mp-News membuat sebuah berita yang isinya membandingkan prestasi siswa kelas unggulan dan siswa kelas lainnya. (Harusnyakan kelas unggulan pasti punya banyak prestasi). 
        Pembuatan berita ini harus melalui berbagai proses begitu panjang, mengingat masalah ini menyangkut kurikulum sekolah. Belum lagi reaksi teman-teman sekolah ketika berita ini diterbitkan. (Mengingat hal ini selalu menjadi kontroversi dikalangan teman-teman). Aku sebagai penulis harus meminta ijin guru BK yang ketika itu sedang berada di luar kota. Awalnya hal ini kurang disetujui, tapi setelah menjelaskan maksud pembuatan berita ini, akhirnya berita ini dapat diterbitkan. (Meskipun sebelum penerbitan aku sempet dipanggil untuk memperlihatkan isi beritaku dulu). Makasih juga buat temen-temen yang udah ngebantu dalam proses pembuatannya. Mulai dari OSIS, temen-temen redaksi, pembina dan rekan-rekan sekalian. 

Dan sekarang, waktunya membaca. Jangan lupa kasi kementar ya....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------


YANG UNJUK GIGI BALAP YANG BERTITLE

Wuuiihh… ada IPA 3 lewat nok !?! Ada IPA 3 lewat, IPA 3 lewat.

Itulah kalimat yang sering diucapkan siswa-siswi Trisma terutama ketika moment pembagian kelas telah usai. Tak ada yang tahu sejak kapan IPA 3 dijadikan sebagai kelas bagi siswa dengan nilai rata-rata tertinggi di SMA 3 Denpasar. Tak sedikit siswa kelas sepuluh yang menginginkan satu kursi di kelas ini. Fenomena yang terlihat, ada saja siswa yang menyesal bahkan menangis ketika namanya tak ada dalam deretan penghuni kelas yang satu ini. Kenapa ya? Dikenal dengan kelasnya anak-anak pinter atau gudangnya anak-anak berprestasi. Setuju nggak setuju dengan pernyataan ini.
Benarkah kelas IPA 3 ini selalu unggul di berbagai prestasi terutama di bidang akademik? Untuk menjawabnya Tim MP-News melakukan survei prestasi akademik selama tiga tahun terakhir (2007-2010).  Media yang digunakan adalah data yang telah disediakan oleh OSIS. Dan hasilnya?
Gawat! Perolehan prestasi yang menempati tingkat jawara alias juara pertama telah mengalami pergeseran. Dari periode 2008-2009, IPA 3 telah digeser oleh IPA 1 dalam perolehan prestasi bertitle “juara 1” ini. Bahkan di tahun 2009-2010 perbedaan makin jauh terlihat. IPA 2 dan IPA 4 unggul 5 prestasi dibanding IPA 3 yang hanya mendapat 2 pretasi. Padahal dua tahun sebelumnya (2007-2008) siswa IPA 3 berhasil mengumpulkan 6 buah prestasi. Meski dari total seseluruhan yaitu perolehan juara pertama sampai dengan terpilihnya sebagai finalis, IPA 3 masih lebih unggul dibanding kelas IPA lainnya. Namun jumlah ini tak sebanyak yang diperoleh di periode 2007-2008. Besarnya angka ini boleh jadi disebabkan oleh sikap para siswa  yang ingin terus berprestasi di luar predikat sebuah kelas. Fakta ini membuktikan bahwa siswa yang tidak menempati kelas IPA 3 juga berpotensi di bidang akademik.
Tak hanya itu, dari segi pemilihan jurusan yaitu IPA dan IPS. Kelas IPS periode 2009-2010 mengalami meningkatan yang signifikan. Di banding kelas IPA, kelas IPS jauh lebih unggul yaitu dengan 6 prestasi juara 1. Selain itu jumlah ini adalah jumlah paling banyak dalam tiga periode terakhir. Walaupun sempat mengalami penurunan di periode 2008/2009, siswa IPS ini mampu menunjukan jati dirinya di tahun 2009-2010 dengan total perolehan 27 prestasi (dihitung dari juara pertama hingga finalis).
Melihat fakta-fakta temuan tersebut, dapat disebutkan bahwa bukan hanya siswa IPA 3 yang mampu perprestasi di bidang akademik. Siswa dari kelas lain atau siswa dengan jurusan berbeda juga mampu unjuk gigi bahkan melebihi kelas bertitle unggulan ini. So, dimanapun kelasmu, enjoy aja dan tetap berprestasi!!!

Tabel perolehan prestasi siswa SMA 3 Denpasar periode 2007-2010
No
Tahun
Juara
IPA 1
IPA 2
IPA 3
IPA 4
IPA 5
IPA 6
IPS
1.
2007-2008
1


6
1


1
2
1
1
13

4

1
3


10

3


Harapan 1


6



5
Harapan 2


3



3
Harapan 3


3




Finalis
1
4
17



2
Total
2
5
58
1
7

12
2.
2008-2009
1
3

2

1
1
2
2

3
4
1


4
3

1
6



2
Harapan 1
1





1
Harapan 2






1
Harapan 3







Finalis







Total
4
4
12
1
1
1
10
3.
2009-2010
1
1
5
2
5


6
2
2
4
7
4

1
8
3
2
3
5
3
1

6
Harapan 1
1

3




Harapan 2
3
2
4
4

1
1
Harapan 3






3
Finalis
3
5
23
3

2
3
Total
12
19
44
19
1
4
27