Di tempat tinggal ku selama tiga tahun
ini, aku memliki sebuah keluarga. Keluarga yang hanya terdiri dari Mbok asuh
(kakak tingkat), adik asuh (mahasiswa yang baru masuk), dan saudara asuh (teman
seangkatan yang memiliki Mbok asuh yang sama atau adik asuh dari saudara Mbok
asuh kita). Status keluarga ini sudah turun temurun dan akan terus ada.
Aku sendiri saat ini masih memiliki satu Mbok asuh di semester delapan (Mbok
Guyu), saudara asuh yang seangkatan denganku (Ditu), tiga adik asuh di tingkat
dua (Niki dan Sake dari Ditu dan Wafer adek asuhku), dan tiga adik asuh di
tingkat satu (Rivo, Sirih, dan Dira).
 |
| Hai Mbok, kamu masih tetep cantik :) |
Cerita ini mengenai Mbok Guyu.
Satu-satunya Mbok asuhku yang tersisa saat ini. Seharusnya Mbok Guyu sudah
lulus tahun lalu, bersama dengan teman-teman seangkatannya termasuk Mbok Tuna
(Mbok asuhku yang lain). Tapi karena sebuah penyakit yang dideritanya, Mbok
Guyu harus melakukan cuti kuliah hingga satu tahun. Penyakit yang entah aku tak
tahu penyebab pastinya. Penyakit ini juga membuatnya harus memulai banyak hal
dari awal lagi. Sejak mengalami penyakit itu, tangan Mbok Guyu menjadi
gemetaran dan tidak sekuat dulu lagi. Mbok Guyu harus berlatih untuk menulis,
mengetik SMS, melatih tangannya memegang benda-benda, dan aktifitas sederhana
lain yang dulu sangat mudah dikerjakannya. Mbok Guyu pasti mengalami masa-masa
sulit saat itu. Aku ingat ketika pertama kalinya dia masuk asrama setelah
sakitnya. Badannya sangat kurus dan terlihat lemah. Sering ku lihat dia melatih
tangannya dengan menulis tugas-tugas yang diberikan dosen kepadanya. Kadang aku
juga mengajaknya SMS-an. Balasan yang ku dapatkan cukup lama untuk sebuah
kalimat singkat dan tidak jarang masih ada beberapa ketikan kata yang salah.
Aku tahu, Mbok Guyu telah berjuang keras untuk kembali menjadi dirinya yang
dulu. Bahkan sampai saat ini....
Pertama kali aku melakukan sosialisasi
dengan Mbok Guyu, dengan sombongnya dia memperlihatkan komik buatannya padaku.
Tetapi sekarang gambar-gambar yang dibuatnya tak sebagus saat itu. Dari tulisan
yang dibuatnya jelas terlihat kalau tangannya masih gemetar. Aku sering membuka
buku catatanya. Didalamnya dipenuhi gambar-gambar dan catatan penting dengan
gaya tulisannya sekarang. Meskipu aku sering mengejek gambar dan tulisannya,
tetapi jujur, aku lebih suka dengan gambar-gambar Mbok Guyu yang sekarang.
Lebih menceritakan isi hatinya, menceritakan apa yang sedang dirasakannya dan apa
harapannya.
 |
| Cerita Mbok Guyu sama pacarnya |
 |
| Tetep SEMANGAT Mbok...!!!!! |
Aku pernah memintanya untuk
membuatkanku gambar. Dan dia membuatkanku gambar-gambar tentang hal-hal apa
saja yang pernah kita lakukan bersama. Mbok Guyu juga memberikanku semangat dan
keyakinan bahwa aku bisa melewati akhir dari pendidikanku saat ini. Dia tahu
kalau aku sedang melakukan perjuangan panjang dan berat selama pendidikanku.
 |
| Aku juga bakalan tetep semangat... |
 |
| Insyaallah tahun ini kita berdua jadi bidan Mbok |
Dia juga tidak lupa menuliskan hal
yang tidak penting dalam note ku. Hahahaaa…..
0 komentar:
Posting Komentar