Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 22 Desember 2010

FB: “Federasi Bispak” Dunia Maya

Oleh : Fifin Diah Olivianti 

        Bisnis prostitusi selalu menjadi masalah yang sulit dipecahkan setiap tahunnya. Oleh karenanya pihak berwajib selalu gencar menertibkan orang-orang yang menawarkana jasa pelacuran di kalangan masyarakat. Namun selalu saja muncul akal bulus bagi sang pelaku untuk mengembangkan bisnis haram ini. Perkembangan berbagai situs jejaring sosialpun tak luput sebagai media pengembangan bisnis prostitusi. Pemanfaatan situs online dan jejaring sosial semacam facebook ini dipilih sindikat PSK agar tak terendus polisi.
        Bahkan dalam perkembangannya, situs jejaring sosial facebook telah membentuk sebuah komunitas (group) bisnis prostitusi online yang lebih dikenal dengan istilah bispak. Bispak (bisa pakai) adalah sebutan yang sering digunakan untuk menyebut orang-orang yang melakukan perbuatan prostitusi ataupun orang-orang yang menjajahkan dirinya, tentu saja dengan bayaran yang telah ditentukan. Penyediaan jasa postitusi via online ini menyajikan foto-foto cantik plus data diri mereka dengan tarif jutaan rupiah. Tak hanya sindikan wanita pekerja seks komersial (PSK) saja yang memanfaatkan situs online ini. Hasil yang menggiurkan dari pekerjaan ini membuat siswi SMA/SMK juga turut menjajahkan diri melalui facebook. Tentu saja dengan tarif yang lebih murah yaitu Rp 500.000-Rp 800.000 per sekali kencan.
         Ini memudahkan pria-pria hidung belang diluar sana untuk memanfaatkan jasa ini. Hanya dengan masuk dalam group bispak di facebook, mereka sudah langsung terhubung dengan account-account berbau prostitusi. Misalnya saja penggunaan nama account yang berunsur menggoda. Seperti aqoeh bispak, bisyar, butuh kehangatan, suka ML dan kata-kata lain. Selain itu, katika memasuki salah satu facebook cewek bispak maka akan langsung dapat dilihat foto account yang memuat gambar-gambar porno sebagai profil picture mereka. Tak tanggung-tanggung cewek bispak ini memamerkan bagian dada, hingga foto profil yang memamerkan seluruh bagian dari tubuhnya (telanjang). Mana ada lelaki yang tak tergiur melihat foto-foto mereka. Foto-foto inilah cara paling ampuh untuk memikat para lelaki hidung belang yang haus akan gairah seks untuk meng-add profil account tersebut. Dan pada akhirnya akan membooking mereka sebagai teman kencan.
        Penentuan tarif kencan yang biasa dipatok para cewek bispak ini biasanya dicantumkan dalam kotak deskripsi yang berada tepat di bawah foto profil. Account yang biasanya digunakan sebagai tempat menuliskan data diri ini, tak luput dimanfaatkan oleh pelaku bisnis prostitusi online. Kebanyakan dari mereka menuliskan tarif kencan short time ataupun long time di kotak diskripsi tersebut. Selain itu, mereka juga menambahkan kata-kata seperti “aku butuh kehangatan” atau nomor hp dan email yang dapat dihubungi para pelanggan mereka.
       Mereka para facebooker yang biasa menjajahkan diri melalui jasa facebook ini biasanya juga tergabung dalam komunitas lain yang berhubungan dengan bisnis prostitusi. Ini dapat dilihat melalui account pages yang bisa diikuti siapun pemilik account facebook. Misalnya saja pages dengan nama cewek telanjang fans club, hyper sex, grup sex, tiduri aku, dan yang paling banyak anggotanya adalah komunitas bispak. Komunitas-komunitas ini lebih memudahkan cewek-cewek bispak mengekspos keberadaan dirinya. Kebenaran yang membuktikan bahwa facebooker ini merupakan cewek bispak juga dapat diidentifikasi dari wall mereka yang memuat tentang aktifitas-aktifitas (status) facebooker yang bersifat menggoda, paling tidak menarik para pelanggan untuk masuk ke dalam facebook miliknya.

Tabel 1. Identifikasi ciri-ciri pelaku bisnis prostitusi online di jejaring sosial facebook

No
Ciri – Ciri
Jumlah
Persentase
1
Nama account yang memiliki asosiasi dengan kode-kode dapat diajak kencan dan kadang ada yang mengarah ke istilah-istilah yang berkonotasi seksual
46
46 %
2
Foto account relatif lebih terbuka pakaiannya-seksi hingga sensual menggoda
59
59 %
3
Kotak deskripsi mengandung beberapa deskripsi yang menunjukkan dirinya dapat dibooking
12
12 %
4
Pages (halaman) termasuk juga grup yang mengarah pada grup-grup yang bernada sexual
39
39 %
5
Personal information berisi informasi tentang dirinya yang menunjukkan dirinya dapat dibooking (prostitusi)
35
35 %
6
Wall terkadang berisi dialog yang mengarah pada transaksi atau pembicaraan yang mengarah ke konotasi seksualitas
14
14 %

        Berdasarkan hasil penelitian yangdilakukan pelajar SMA Negeri 3 Denpasar (Novi Permata Sari & Vierda)  terhadap 100 buah account facebook yang pemiliknya diduga malakukan bisnis prostitusi online, dapat diidentifikasi keberaan mereka yang tersebar di beberapa kotabesar seprti Jakarta sampai dengan kota-kota kecil seperti Pare-pare.
        Jakarta, sebagai ibu kota provinsi menjadi kota asal tebanyak dengan presentase 13%. Kedudukannya sebagai peringkat satu menjadikan Jakarta sebagai kota dengan perkembangan bisnis prostitusi online yang paling maju. Bahkan beberapa dari mereka telah berganti peran dari wanita penghibur menjadi germo yang menaungi rakan sekerjanya. Setelah Jakarta, kota seperti Malang, Surabaya dan Yogyakarta merupakan kota-kota dengan presentase sama yakni 4%. Kota yang disegani sebagai kota dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang cukup tinggi ini tak menjamin masyarakatnya bersih dari komunitas bispak. Terlebih lagi Surabaya dengan Gang Dolly-nya. Berkembang sebagai kawasan lokalisasi pelacuran yang terletak di daerah Jarak, Pasar Kembang. Layaknya ikan hias, kawasan lokalisasi ini memajang wanita penghibur di dalam ruangan berdinding kaca mirip etalase. Tak salah jika Gang Dolly menjadi kawasan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. Sedangkan kota-kota kecil lainnya dapat dikatakan hanyalah terimbas dari kemajuan metropolitan dan akibat rasa individualisme masyarakatnya yang mulai mengental.
        Beberapa hal yang menarik dalam bisnis prostitusi online ini adalah secara sengaja mayoritas account facebookers yang terlibat bisnis ini masih merahasiakan identitas kota domisi (kota tinggal). Mungkin saja penyembunyian identitas kota domisili ini dikaitkan dengan faktor keamanan dirinya dan jaringannya. Sementara itu facebookers yang berani menampilkan kota domisilinya terkait dengan kemudahan memasarkan diri bagi mereka yang tertarik menggunakan jasa mereka. Siapa sangka kemudahan akses internet makin mendorong menjamurnya bisnis prostitusi online di jejaring semacam facebook di Indonesia.

                            Tabel 2. Data jumlah dan persentase sebaran 
                           kota account facebookers yang di duga bispak
No
Nama Kota
Jumlah
Persentase
1
Jakarta
13
13 %
2
Malang
4
4 %
3
Surabaya
4
4 %
4
Yogyakarta
4
4 %
5
Bandung
3
3 %
6
Samarinda
3
3 %
7
Makasar
2
2 %
8
Semarang
2
2 %
9
Denpasar
2
2 %
10
Medan
2
2 %
11
Tegal
1
1 %
12
Banyuwangi
1
1 %
13
Tulungagung
1
1 %
14
Palembang
1
1 %
15
Lamongan
1
1 %
16
Pare – Pare
1
1 %
17
Tidak teridentifikasi
55
55%

















Catatan: ini adalah salah satu tulisan yang masih dalam tahap percobaan. Awalnya mau belajar bikin tulisan berita investigasi, tapi pembinaku malah berkomentar “kalo artikel sih, ini udah selesai”. Alhasil aku harus melakukan perbaikan di sana-sini. Huhf, agak kecewa. Tapi tetep semangat buat belajar. Dari pada mubazir, jadi aku posting aja. Komentar ya....