Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 22 Desember 2010

FB: “Federasi Bispak” Dunia Maya

Oleh : Fifin Diah Olivianti 

        Bisnis prostitusi selalu menjadi masalah yang sulit dipecahkan setiap tahunnya. Oleh karenanya pihak berwajib selalu gencar menertibkan orang-orang yang menawarkana jasa pelacuran di kalangan masyarakat. Namun selalu saja muncul akal bulus bagi sang pelaku untuk mengembangkan bisnis haram ini. Perkembangan berbagai situs jejaring sosialpun tak luput sebagai media pengembangan bisnis prostitusi. Pemanfaatan situs online dan jejaring sosial semacam facebook ini dipilih sindikat PSK agar tak terendus polisi.
        Bahkan dalam perkembangannya, situs jejaring sosial facebook telah membentuk sebuah komunitas (group) bisnis prostitusi online yang lebih dikenal dengan istilah bispak. Bispak (bisa pakai) adalah sebutan yang sering digunakan untuk menyebut orang-orang yang melakukan perbuatan prostitusi ataupun orang-orang yang menjajahkan dirinya, tentu saja dengan bayaran yang telah ditentukan. Penyediaan jasa postitusi via online ini menyajikan foto-foto cantik plus data diri mereka dengan tarif jutaan rupiah. Tak hanya sindikan wanita pekerja seks komersial (PSK) saja yang memanfaatkan situs online ini. Hasil yang menggiurkan dari pekerjaan ini membuat siswi SMA/SMK juga turut menjajahkan diri melalui facebook. Tentu saja dengan tarif yang lebih murah yaitu Rp 500.000-Rp 800.000 per sekali kencan.
         Ini memudahkan pria-pria hidung belang diluar sana untuk memanfaatkan jasa ini. Hanya dengan masuk dalam group bispak di facebook, mereka sudah langsung terhubung dengan account-account berbau prostitusi. Misalnya saja penggunaan nama account yang berunsur menggoda. Seperti aqoeh bispak, bisyar, butuh kehangatan, suka ML dan kata-kata lain. Selain itu, katika memasuki salah satu facebook cewek bispak maka akan langsung dapat dilihat foto account yang memuat gambar-gambar porno sebagai profil picture mereka. Tak tanggung-tanggung cewek bispak ini memamerkan bagian dada, hingga foto profil yang memamerkan seluruh bagian dari tubuhnya (telanjang). Mana ada lelaki yang tak tergiur melihat foto-foto mereka. Foto-foto inilah cara paling ampuh untuk memikat para lelaki hidung belang yang haus akan gairah seks untuk meng-add profil account tersebut. Dan pada akhirnya akan membooking mereka sebagai teman kencan.
        Penentuan tarif kencan yang biasa dipatok para cewek bispak ini biasanya dicantumkan dalam kotak deskripsi yang berada tepat di bawah foto profil. Account yang biasanya digunakan sebagai tempat menuliskan data diri ini, tak luput dimanfaatkan oleh pelaku bisnis prostitusi online. Kebanyakan dari mereka menuliskan tarif kencan short time ataupun long time di kotak diskripsi tersebut. Selain itu, mereka juga menambahkan kata-kata seperti “aku butuh kehangatan” atau nomor hp dan email yang dapat dihubungi para pelanggan mereka.
       Mereka para facebooker yang biasa menjajahkan diri melalui jasa facebook ini biasanya juga tergabung dalam komunitas lain yang berhubungan dengan bisnis prostitusi. Ini dapat dilihat melalui account pages yang bisa diikuti siapun pemilik account facebook. Misalnya saja pages dengan nama cewek telanjang fans club, hyper sex, grup sex, tiduri aku, dan yang paling banyak anggotanya adalah komunitas bispak. Komunitas-komunitas ini lebih memudahkan cewek-cewek bispak mengekspos keberadaan dirinya. Kebenaran yang membuktikan bahwa facebooker ini merupakan cewek bispak juga dapat diidentifikasi dari wall mereka yang memuat tentang aktifitas-aktifitas (status) facebooker yang bersifat menggoda, paling tidak menarik para pelanggan untuk masuk ke dalam facebook miliknya.

Tabel 1. Identifikasi ciri-ciri pelaku bisnis prostitusi online di jejaring sosial facebook

No
Ciri – Ciri
Jumlah
Persentase
1
Nama account yang memiliki asosiasi dengan kode-kode dapat diajak kencan dan kadang ada yang mengarah ke istilah-istilah yang berkonotasi seksual
46
46 %
2
Foto account relatif lebih terbuka pakaiannya-seksi hingga sensual menggoda
59
59 %
3
Kotak deskripsi mengandung beberapa deskripsi yang menunjukkan dirinya dapat dibooking
12
12 %
4
Pages (halaman) termasuk juga grup yang mengarah pada grup-grup yang bernada sexual
39
39 %
5
Personal information berisi informasi tentang dirinya yang menunjukkan dirinya dapat dibooking (prostitusi)
35
35 %
6
Wall terkadang berisi dialog yang mengarah pada transaksi atau pembicaraan yang mengarah ke konotasi seksualitas
14
14 %

        Berdasarkan hasil penelitian yangdilakukan pelajar SMA Negeri 3 Denpasar (Novi Permata Sari & Vierda)  terhadap 100 buah account facebook yang pemiliknya diduga malakukan bisnis prostitusi online, dapat diidentifikasi keberaan mereka yang tersebar di beberapa kotabesar seprti Jakarta sampai dengan kota-kota kecil seperti Pare-pare.
        Jakarta, sebagai ibu kota provinsi menjadi kota asal tebanyak dengan presentase 13%. Kedudukannya sebagai peringkat satu menjadikan Jakarta sebagai kota dengan perkembangan bisnis prostitusi online yang paling maju. Bahkan beberapa dari mereka telah berganti peran dari wanita penghibur menjadi germo yang menaungi rakan sekerjanya. Setelah Jakarta, kota seperti Malang, Surabaya dan Yogyakarta merupakan kota-kota dengan presentase sama yakni 4%. Kota yang disegani sebagai kota dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang cukup tinggi ini tak menjamin masyarakatnya bersih dari komunitas bispak. Terlebih lagi Surabaya dengan Gang Dolly-nya. Berkembang sebagai kawasan lokalisasi pelacuran yang terletak di daerah Jarak, Pasar Kembang. Layaknya ikan hias, kawasan lokalisasi ini memajang wanita penghibur di dalam ruangan berdinding kaca mirip etalase. Tak salah jika Gang Dolly menjadi kawasan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. Sedangkan kota-kota kecil lainnya dapat dikatakan hanyalah terimbas dari kemajuan metropolitan dan akibat rasa individualisme masyarakatnya yang mulai mengental.
        Beberapa hal yang menarik dalam bisnis prostitusi online ini adalah secara sengaja mayoritas account facebookers yang terlibat bisnis ini masih merahasiakan identitas kota domisi (kota tinggal). Mungkin saja penyembunyian identitas kota domisili ini dikaitkan dengan faktor keamanan dirinya dan jaringannya. Sementara itu facebookers yang berani menampilkan kota domisilinya terkait dengan kemudahan memasarkan diri bagi mereka yang tertarik menggunakan jasa mereka. Siapa sangka kemudahan akses internet makin mendorong menjamurnya bisnis prostitusi online di jejaring semacam facebook di Indonesia.

                            Tabel 2. Data jumlah dan persentase sebaran 
                           kota account facebookers yang di duga bispak
No
Nama Kota
Jumlah
Persentase
1
Jakarta
13
13 %
2
Malang
4
4 %
3
Surabaya
4
4 %
4
Yogyakarta
4
4 %
5
Bandung
3
3 %
6
Samarinda
3
3 %
7
Makasar
2
2 %
8
Semarang
2
2 %
9
Denpasar
2
2 %
10
Medan
2
2 %
11
Tegal
1
1 %
12
Banyuwangi
1
1 %
13
Tulungagung
1
1 %
14
Palembang
1
1 %
15
Lamongan
1
1 %
16
Pare – Pare
1
1 %
17
Tidak teridentifikasi
55
55%

















Catatan: ini adalah salah satu tulisan yang masih dalam tahap percobaan. Awalnya mau belajar bikin tulisan berita investigasi, tapi pembinaku malah berkomentar “kalo artikel sih, ini udah selesai”. Alhasil aku harus melakukan perbaikan di sana-sini. Huhf, agak kecewa. Tapi tetep semangat buat belajar. Dari pada mubazir, jadi aku posting aja. Komentar ya....

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kamis, 04 November 2010

Ayo Voting Pulau Komodo di New7Wonders of Nature

Foto:New7Wonders

Bangga ketika BOROBUDUR bisa masuk dalam tujuh keajaiban dunia (seven wonders)
Meski udah lama banget...
Tapi kebanggaan itu nggak akan pernah hilang, 
Selalu ada kesan tersendiri di hati Ibu Pertiwi kita "BUMI INDONESIA"
Dan kini, 
INDONESIA lagi-lagi diberi kehormatan untuk menjadi salah satu finalis dalam "New7Wonders"
PULAU KOMODO, sebagi salah satu pulau kebanggaan Indonesia,
Dan merupakan satu-satunya habitat asli komodo di dunia,
Kini menjadi salah satu finalis dalam New7Wonders of Nature,
Bersaing dengan 27 finalis lainnya.
Agar bisa terkukuhkan menjadi salah satu 7 keajaiban dunia (seven wonders), 
Pulau Komodo harus masuk dalam 7 besar voting New7Wonders of Nature yang saat ini masih dilakukan melalui situs www.new7wonders.com
Jika ini gagal, tidak ada lagi milik Indonesia yang masuk dalam 7 Keajaiban Dunia. 
Makanya ayo dukung Pulau Komodo biar bisa jadi peringkat 1 dalam New7Wonders of Nature



Senin, 18 Oktober 2010

Tetap Cerah Ketika Ekonomi Lesu Darah

       Mengenakan kaos oblong putih, pria kurus dengan wajah sumringah itu tengah sibuk melayani kliennya yang memesan sebuah produksi iklan layanan masyarakat. Sedikit beradu pendapat dengan sang klien, akhirnya kesepakatanpun terjadi. Dia adalah Gede Mantrayasa. Umurnya masih tergolong muda.
      “Tentu saja menjanjikan, soalnya film itu penting untuk beberapa tahun ke depan”, ungkap direktur CV. Gede Duta Visual, Gede Mantrayasa. Berbisnis di bidang audiovisual seperti film maupun fotografi selalu menarik. Bisnis ini diyakini akan terus tumbuh, meski di tengah pasang surut dunia bisnis yang tak bisa ditebak, namun pasar bagi bisnis yang satu ini bakal tetap bergairah. Kalangan industi audiovisual, baik sutradara film, para desain grafis maupun seorang fotografer, masih yakin bahwa pasar tak pernah jenuh bagi mereka. Ini karena angka keuntungan yang diperoleh bisa mencapai angka ratusan juta.
        Misalnya saja penggarapan sebuah film yang ditaksir harganya sekitar dua juta sampai dengan ratusan juta. “Ini relatif dari tingkat kesulitan film yang akan digarap,” ujar Mantra, 39 tahun. Keuntungan yang diperolehpun berkisar antara 15-30 persen dari total produksi, itu berarti mencapai 300 ribu sampai 30 juta. Sedangkan bisnis fotografi sendiri seperti foto pra-wedding memiliki spesifikasi tersendiri. Untuk pemotretan yang bersifat indoor berkisar 700 ribu sampai dua juta, sedangkan pemotretan yang bersifat outdoor berkisar antara satu juta sampai dua juta. Menurut Hydhe Satriya Viyasa, fotografer yang baru satu setengah tahun memulai karirnya bisa mendapatkan pendapatan bersih sebesar dua juta. “Itu pendapat bersihku, biasanya perbulan aku dapat lima job,” tuturnya. Ini berarti perbulan Hydhe bisa mendapatkan penghasilan bersih sebesar 10 juta diusianya yang baru 21 tahun. Selain itu, untuk bisnis desain grafis sendiri keuntungan ditaksir mencapai belasan juta untuk pembuatan sebuah logo saja. Hal ini dipertegas seorang desainer grafis muda yang baru berumur 24 tahun. “Satu logo aja, aku dibayar 12 juta. Dan nggak jarang juga aku ditawari buat logo lengkap mulai dari yang dipasang di web, brosur, bener dan lainnya,” terang I Putu Rangga Adi Birawan, yang juga sekaligus seorang editor film.
        Persaingan dibisnis yang satu ini bisa juga dikatakan sebagai bisnis yang selalu mengalami pasang surut peminat. Seperti bisnis perfilman Bali yang hanya bisa dihitung dengan jari jumlahnya. “Butuh skill dan minat khusus untuk menggembangkan bisnis semacam perfilman ataupun desain grafis. Inikan bukan pekerjaan main-main, sekaligus untuk mempertahankan konsumen,” jelas Made Putra Wijaya (25) yang juga seorang desainer grafis free lance. Lebih baik dari bisnis film maupun desain grafis, bisnis fotografi lebih banyak peminatnya mulai dari anak SMA hingga dewasa. Namun banyaknya pesaing tak membuat bisnis fotografi terguncang. “Kita harus punya taste tersendiri untuk mempertahankan ciri dari hasil foto kita,” kata Hydhe.
Dengan kisaran pendapatan dan peluang seperti itu, maka jelas bisnis yang bergerak dibidang audiovisual tak bisa dibilang bisnis yang tak menggiurkan bagi anak muda. Bahkan ditengah kondisi ekonomi yang tengah lesu darah seperti sekarang. (fin)

NB: Ini Lapsus (Laporan Khusus) waktu lomba di Fekultas Ekonomi, Universitas Udayana. Kasi tanggapan atau komen ya.... Trims :)

Kamis, 14 Oktober 2010

Cerita Di Balik Kebosanan


Ini adalah kisah singkat tahun 80-an. Kisah seorang anak manusia bernama Agus dan Alit (A & A) :
       Bermula dari sekolah baru Alit di sebuah kota ternama di Bali. Sebut saja Sekolah C, ini adalah salah satu sekolah favorit yang dipenuhi segudang prestasi. Alit yang baru pindah dari desa masih dengan pakaian cupunya (alias norak) menjalani hari pertama sekolahnya dengan riang. Semua anak Sekolah C yang melihat penampilannya sontak tertawa dan mengejeknya. Alhasil selama di sekolah Alit hanya dicemooh dan ditindas teman-teman barunya. (Lebay dikit neh....)
      Tiba-tiba seseorang datang membelanya. Tampangnya secupu Alit, tapi karena dia bukan anak pindahan alias siswa asli Sekolah C, jadi dia berani menghadapi siswa-siswa yang menjaili Alit. Namanya Agus. Dari hasil pertemuan itu, akhirnya Agus dan Alit berkenalan dan menjadi sahabat. Persahaban mereka sangat menyenangkan, mulai dari belajar bareng (kalo di sinetronkan orang cupu pasti pinter), ngerjain tugas bareng, belajar bereng lagi, buat tugas bareng lagi, yah! sputaran situ aja.(Hahahaaa...)
      Sampai suatu saat, Si Agus merasa jatuh cinta sama Alit (mulai deh sinetronnya). Agus yang masih kurang PeDe menyatakan cintanya akhirnya meminta bantuan teman-temannya. Dari hasil sharing dengan teman-teman wanitanya, akhirnya Agus membuat keputusan untuk menyatakan perasaannya terhadap Alit, tentunya dengan cara yang romantis (itu seh menurut dia). Berbekal sebuah bunga mawar yang entah dicuri dari mana, Agus mempersiapkan dirinya (kayak mau berangkat perang). Dengan bantuan teman-temannya, Alit dibujuk untuk menemui Agus, yang saat itu lagi HHC (Harap-Harap Cemas).
      Begitu Alit datang, Agus langsung beraksi. Dengan bunga di tangan dan posisi bersimpuh, Agus berkata "Aku menyayangimu, maukah kau menjadi kekasihku". (Sebenernya dialognya lebih panjang, tapi aku males nulis jadi intinya aja). Alit begitu kaget mendengar pernyataan Agus, rasa bimbang di hatinya membuatnya harus berfikir untuk menjawab pertanyaan Agus. Dengan sedikit ragu, akhirnya Alit menerima bunga pemberian Agus dengan tersenyum malu. Itu adalah sikap yang mewakili kata "Iya". Agus girang banget ngelihat bunganya diterima Alit.
      Semenjak itu mereka berdua menjadi pasangan kekasih yang selalu bahagia. Dan nggak lupa mereka berbagi cerita dengan teman-temannya. Dari sahabat menjadi kekasih, ada perkembangan dalam kebersamaan mereka. Dari yang kerjaannya cuma belajar dan buat tugas bareng, sekarang bisa jadi main sembunyi-sembunyian bareng (kayak anak kecil aja, atau tepatnya hayak film India ya?). Kayak pasangan kekasih sewajarnya, mereka juga pulang sekolah bareng, tapi setelah belajar bareng (dasar orang cupu yang sukanya belajaaarrrr aja).

NB: Ini hanya cerita khayalan yang terinspirasi waktu anak-anak MP heboh karena Alit potong rambut dengan gaya potongan jadul. Kebetulan ada kamera nganggur, langsung aja kita rombak Alit dan Agus jadi objek foto yang nggak jelas.
:p

Jumat, 08 Oktober 2010

Pengalaman Baru Untukku

8 Oktober 2010

Untuk pertama kalinya aku ngajar anak-anak kurang mampu di Kapal. Daerah yang nggak pernah aku datengin, bahkan aku nggak pernah denger namanya. Waktu sampai di sana, kita (aku, Nila, Desak dan Kak Anik) udah disambut sama Bayu, anak usia kira-kira lima tahun. Dia langsung minta gendon Kak Anik, dan kita langsung berbaur dengan anak-anak lainnya selagi Kak Anik jemput anak-anak (yang umurnya sekitar 3-5 tahun) yang masih di rumah. Aku kebagian ngajar tiga anak umur 7-10 tahunan. Awalnya sih empat, tapi yang perempuan (aku lupa namanya) dia sakit, jadi aku suruh istirahat aja. Ini pengalaman pertamaku ngajar anak jalanan. Sifat mereka bergam, misalnya aja muridku.

Made, dia masih belajar nulis huruf a-i tapi dia baru bisa baca huruf a-c. Dia anak yang cepat tanggap, dan ternyata dia pernah sekolah. Waktu aku tanya dia kelas berapa, dengan suara kecil dia bilang "kelas tiga tapi udah enam bulan berhenti". Aku agak kaget dengernya, tapi aku berusaha ngasi dia semangat. Dan karna itulah aku di sini, bersama mereka.

Gundi, dia juga seumuran sama Made. Makanya untuk sekarang mereka masih belajar nulis abjad dan baca. Tapi kalo Gundi ini anaknya nggak seaktif Made. Jadi harus lebih banyak dikasi motifasi. Misalnya aja waktu aku tinggal ke bilik sebelah, dia malah minta Made buatin tugasnya. Kelebihannya Gundi itu cepat hafal dan nggak malu buat nanyak kalo ada yang nggak dingertiin.

Karena mereka berdua masih belajar nginget dan nulis abjad, jadi aku nyanyiin aja lagu alfabet.Llumanyan membantu, mereka jadi lebih cepet inget nama-nama abjad. Asik banget nyanyi bareng mereka.

Nah! kalo Komang, dia anak yang paling besar. Sekarang dia belajar baca. Minggu lalu Kak Anik ngasi dia PR baca buku yang isinya tentang kata-kata alfabet (tepat di bagian huruf X). Ini dia masalahnya, Komang ini susah bilang "X". misalnya kata-kata Xenia, Xerofit atau Ekspor. Dia pasti ngeluh "Mbok basa Inggris ne, nanti tak hafalin aja". Setiap dia ngeluh, aku cuma bisa ketawa (habisnya sifatnya itu lucu). Padahal dia udah bisa lancar pakai kata-kata dari abjad a-w bahkan bisa nyanyi lagu alfabet. Karena masih belum lancar, jadi aku kasi PR untuk ngelancarin ejaannya dan ngajarin Made sama Gundi. Komang itu anaknya pinter lho!!

Nah ada juga anak seumuran Komang yang tingkahnya aneh (dia nggak mau belajar). Jadi aku nggak terlalu banyak tau. Di bilik sebelah ada anak-anak kecil (sekitar umur 3-5) yang lagi di ajar sama Desak. Mereka belajar nyanyi (dari lagu balonku, kepala pundak kaki, bintang kecil) dan ngambar. Satu kata aja buat mereka, LUCU. Ada Bayu yang suka main kapal-kapalan, Dandi yang jadi ketua kelas (dia bertanggung jawab banget!!!) dan masih banyak lagi.

Kira-kira udah sekitar dua jam, dan kita udahin belajar sambil bagi-bagi makanan. Murit-muritku bilang "Mbok nanti kesini lagi ya, bawa makanan". Kalo di bilik sebelah, desak nyuruh mereka nyanyi dulu baru dikasi kue. Setelah itu Kak Anik jemput kita untuk pindah ke daerah selatan. Di sana udah diambil alih Nila dan Kak Anik, jadi kita tinggal bantu bebenah. Singkat aja aku cerita suasanya di sana. Umur mereka sekitar 7-14 tahun, seumuran dengan anak-anak yang aku ajar. Mereka semua semangat banget belajar, dari ngambar, belajar nulis, cerita dan baca. Mereka semua anak pedaganga, paginya mereka bantu jualan dan seminggu dua kali belajar. Ada anak yang dipanggil Luna Maya sama Kak Anik, anaknya genit banget.

Sebelum pulang, kami sempet nengok ke kamar anak-anak yang aku ajar (Komang, Made, Gundi). Nggak bisa aku bayangin, mereka tinggal di ruangan yang ukurannya cuma 3x3 meter dan hanya beralaskan tikar.  Mereka udah siap tidur, dan kata-kataku untuk pengantar tidur mereka adalah "Inget PRnya ya, nanti aku dateng lagi buat meriksa". Dengan lantang mereka menjawab "Iya mbok, hati-hati ya!"

Ya Allah, ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagiku. melihat semangat belajar anak-anak jalanan yang nggak pernah hilang. Dan aku baru tau ternyata Made, Komang dan Gundi tinggal tanpa orang tua. Orang tua mereka ada di Mundi dan mereka memutuskan untuk bekerja di daerah Kapal.

SELALU SEMANGAT UNTUK KALIAN!!!

Kamis, 07 Oktober 2010

Makasih Karena Udah Jadi Pembina MP

Heny/Mp




Ini dia, dalang dari semua kegiatan MP
KAK ANANTA...
Orang yang selalu aku kagumi, hormati dan selalu bisa jadi temen buat semua anggota MP.
Walaupun umurnya udah kepala tiga, tapi tetep eksis dengan panggilan "kak"
Selama kenal sama kak ananta, banyak ilmu yang aku dapat. Dari tulis menulis, hal-hal umum, berbagi pengalaman, gimana berfikir kedepan (kak ananta selalu ngingetin untuk berfikir hal terburuk yang bisa kita alami waktu lagi ada acara)

Makasih udah nerapin semboyan Ki Hajar Dewantara: 
ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani
("di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, dari belakang mendukung")

Karena kak ananta, MP bisa sangat sukses di lomba apapun dan bisa nyelenggarain berbagai acara yang mustahil banget buat remaja yang cuma tinggat SMA.

MAKASIH BANYAK BUAT KAK ANANTA YANG SELALU DUKUNG MP!!!

(terutama aku pribadi) :)

Buat para penerus MP, jangan sekali-kali kecewain kak ananta.
Kalo aku denger kak ananta berhenti jadi pembina MP, aku bakan jadi orang yang mimpin demo ketidaksetujuan pengunduran dirinya.

Rabu, 29 September 2010

Ini Wajah Orang-Orang Yang Lagi Seneng 
Karena Dapat Surat Undangan Seminar Pers Dari Jakarta

Ini Alamat Undangan Seminar Pers dari Jakrta






Kira-kira siapa dua orang yang akan pergi ke sana?

23 September 2010


Ini aku temuin di sebelah tempat aku parkir sepeda motor. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimiliki, capung ini berjuang mempertahankan hidupnya dari segerombolan semut merah. Dengan sedikit rasa iba aku memungutnya, tapi akhirnya dia meyerah melawan nasib. Dengan bayangan sayap-sayapnya capung ini pergi meninggalkan dunia. Kenapa? Kenapa setelah melalui proses metamorfosis yang meskipun tidak sempurna dia harus mati dengan cara demikian. Diserang oleh hewan yang masih satu class (Insecta) dengannya. Dihidupnya yang singkat ini sudahkah dia menikmati dunia?

Tapi tiba-tiba aku merasa bimbang. Haruskah kukembalikan ke tempat asalnya? Bukankah ini hukum alam? Semut-semut itu juga tidak salah melakukannya. Mereka harus memberi makan ratunya untuk kelangsungan hidup koloni mereka. Dan yang aku pertanyakan adalah “apakah hal ini wajar?”

Ini hanya sebuah peristiwa kecil yang kuliahat di dunia ini. Masih ada yang sangat tidak wajar di dunia ini dan bahkan sangat kontras terlihat. Bukan hanya sekedar kesamaan class tapi sudah mencapai spesies yang sama. Di atas sana, masih banyak manusia-manusia yang berprilakau seperti semut-semut merah tersebut. Mereka mengorbankan rakyat demi mensejahterakan keluarganya dan menggelembungkan tabungan mereka. Katika rakyat tak lagi bisa menjerit dan kelelahan menghadapi nasib, para aparat negara malah sibuk memikirkan kenyamanan kantornya. Dan lagi-lagi yang aku tanyakan adalah “apakah ini juga disebut hukum alam?”

Rabu, 22 September 2010

SETAN PASAR BIKIN GUSAR

Terbengkalai di tempat sampah, kartu tanda pungutan uang pasar itu seketika berubah menjadi onggokan bola setelah diremas pemiliknya. Inilah pelampiasan Muslimah Soal akibat banyaknya pungutan liar di lahan nafkahnya.

         “Jualan nggak jualan tetep harus bayar,” ungkap Soal kesal. Sudah 28 tahun wanita paruh baya ini menjalani hidupnya dengan berjualan tempe di pasar Satria, Jalan Veteran. Sebuah lapak kecil berisi deretan tempe buatannya selalu menemani Soal selama berada di pasar. Termasuk menjadi saksi ketika penghasilan Soal harus dipotong akibat adanya pungutan liar. Biaya yang harus dikeluarkanpun tergantung pada lokasi berjualan. Biasanya Soal membayar Rp 11.000,00 per harinya. Ini dihitung dari pembayaran karcis tempat Rp 8.000, meja Rp 2.000, toilet Rp 1.000, dan biaya angkut barang Rp 2.000. “Padahal nggak pernah pakai toilet atau jasa angkut, tapi bayarnya harus segitu,” geram Soal sembari membenarkan pisisi duduknya.

         Berbeda dengan Soal yang mau berterus terang mengenai pungutan liar di tempatnya berjualan. Di pasar Badung, informasi yang didapat penulis sangat minim. Para pedagang cenderung tutup mulut ketika ditanya mengenai oprasi pungutan liar yang berlangsung di pasar Badung. Kebanyakan dari mereka hanya memberikan ekspresi cemas dengan sedikit berbisik “Nggak tau, coba tanya yang lain”. Akhirnya seorang pedangang bunga yang hanya menyebutkan namanya Nyoman memberikan sebuah kepastian. Dengan hati-hati sembari memandang sekililing Nyoman berkata “Yang kayak gitu ada di sini”. Kemudian selanjutmya sama seperti pedagang lain, tetap diam dan memalingkan muka.
          Kenyataan lain diungkapkan Komang Gunayanti Ariani. Konsumen pasar ini mengaku sering melihat pungutan liar terjadi di pasar Badung. “Kalo belanja ke pasar Badung pasti ada pecalang yang nagih-nagih duit ke penjual. Nggak cuma satu orang, kadang satu penjual itu bisa dipalak sama dua pecalang,” cerita Guna. Sayangnya, masih menurut Guna, walaupun merugikan para pedagang, bisnis pungli semacam ini masih terus terjadi di berbagai pasar tradisional. “Kasihan aja ngelihat pedagang dimintain duit, bahkan kadang mereka sering bilang adi biin nagih pis pak, kan tuni be baang” ucapnya menirukan gaya sang pedagang.
           Bisnis ilegal yang terjadi di pasar tradisional ini sudah menjadi hal umum bagi masyarakat luas. Tak lagi bersifat perorangan, pungutan liar sudah menjadi bisnis yang terorganisir. Seperti yang berlangsung di pasar Satria. “Setiap nggak bayar bakal dicatat dibuku petugasnya, trus setelah sebulan dihitung tunggakan kita. Nanti petugasnya ngelapor ke atasan. Besoknya pasti ada orang suruhan yang nagih-nagih,” kenang Soal. Para pemungut liar ini membuat pedagang selalu gusar menjajahkan dagangannya. Meski berdalih sebagai uang keamanan, adanya pungli ini malah membuat mereka harus ekstra hati-hati. Layaknya setan-setan yang selalu menghantui manusia, para pemungut liar ini tak henti meresahkan pedagang. Dan sampai kapankah hal ini akan terus berlajut? (fin)

ini berita yang dapat juara 2 Lomba Reporter PENA FE UNUD, kasi komentar ya.... TQ

Senin, 30 Agustus 2010

Tanamkan pada diri Anda!!!

Seperti orang-orang terkenal,
Anda mempunyai otak yang cerdas dan potensi yang tak terduga.



Ingatlah untuk menggunakan keterampilan Anda
Dan ingatlah untuk bersenang-senang
Dan ketika akhirnya anda mencapai tujuan Anda …

Rayakanlah!!!

Quantum learning

Rabu, 25 Agustus 2010

Perasaan Apa Ya?

Aku binggung dengan perasaan ini?
Awalnya aku nggak tau ini perasaan apa
Yang aku tau cuma sekedar.....
Aku suka ngeliat dia, penampilannya, dan yang pasti sifatnya

Waktu itu aku masih seorang anak yang cuma bisa menghitung satu tambah satu
Sedangkan dia, satu tahun diatasku
Sampai suatu kesempatan kami bisa duduk sebangku

Setiap ngeliat dia, aku ngerasa ada yang aneh dalam diriku
Di sini, di bagian dalam diriku, tapi nggak tau apa
Dia bukan seorang yang pandai bercerita, tapi aku suka denger cerita-ceritanya
Tentang silsilah keluarganya, perjuangan hidupnya,
Masalahnya dan apapun yang bisa dia ceritakan
Aku merasa beruntung bisa mendengar cerita-ceritanya

Waktu aku nangis karna dimarah guru atau dapat ulangan jelek
Satu-satunya orang yang bisa buat aku berhenti menagis cuma dia
Nggak ngerti kenapa?
Padahal kata-kata yang dia bilang sangat singkat, cuma
“Nggak perlu nangis, dasar cengeng”
Menurut teman-temanku itu kata-kata yang jahat dan menyebalkan
Tapi bagiku, kata-katanya sebuah semangat bagiku

Dia akan ngelakuin semua hal yang dia suka dan dia anggap benar
Dia pernah nguber maling sepeda temenku
Bahkan nggak perduliin keselamtannya
Sampai dia jatuh dan giginya patah (hahahaaa)
Itulah dia…

Hari terlama aku bareng dia, waktu aku bisa satu tim lomba
Aku masih ingat jelas, waktu itu aku nangis karna putus asa
Tapi ada satu kalimat yang dia bilang, khusus buat aku
“Jangan nangis, semua belum selesai”
Dari sana aku mulai semangat lagi dan bisa sampai akhir

Dia itu tipe orang yang selalu semangat dan setia kawan
Nggak pernah mau keliatan lemah di depan orang
Tapi aku suka ngeliat semua ekspresinya
Aku pernah ngeliat dia nangis, bingung, bersemangat, marah,
Dan aku tau dia suka sama temenku
Tapi masa bodoh
Yang aku perluin cuma bisa ngeliat dia, semangatnya, dan semua tentang dia
Aku bingung, dia tau nggak ya apa yang aku rasain?
Mungkin tau, tapi….

Ini salah satu rencana Allah buatku
Sampai aku jadi putih biru, aku masih bisa sering liat dia
Ya, walaupun nggak sesering dan sedeket dulu
Tapi dia masih sering kasi semangat kalo aku lagi nangis (dulu aku cengeng)
Paling tidak, aku masih bisa denger kabarnya dari pembicaraan temen-temenku
Temen-temenku nggak pernah tau tentang perasaanku

Cuma sembilan tahun, aku bisa bareng dia
Sekarang aku udah putih abu-abu
Dan nggak pernah liat dia lagi
Terakhir kali ngeliat dia, nggak lebih dari lima detik
Tapi aku nggak pernah bisa ngelupain dia

Aku nggak punya fotonya, barang-barang dari dia atau yang lainya
Yang aku inget cuma apa yang terekam dalam memori otakku
Aku masih inget jelas semua tentang dia
Senyumnya, pias wajahnya, tingkah lakunya
Yah, semua yang aku ingat tiga tahun lalu

Aku masih sering ngucapin selamat ulang tahun buat dia
Tanpa perayaan, tanpa kue, tanpa lilin bahkan tanpa ngeliat dia
Hanya memutar ulang semua ingatanku tentang dia
Aku juga masih sering baca zodiaknya (nggak penting se…)

Sekarang dia lagi ngapain ya?
Pertanyaan ini nggak pernah terjawab
Sampai aku ketik tulisan ini bahkan sampai besok, besok dan besok
Di sana dia inget aku nggak ya?
Kayak aku inget dia

Mungkin aku nggak perlu tau semua itu
Bahkan untuk ngertiin perasaan ini aja aku masih bingung
Perasaan yang nggak pernah hilang sampai saat ini
Perasaanku yang tak tersampaikan untuk dia
Dan mungkin akan terus aku rasain, entah sampai kapan
Ya, dia . . . -1-

Kamis, 19 Agustus 2010

Perjuangan Menerbitkan 13 Buku

Remaja hidup dalam dunia yang aktif dan penuh semangat. Namun jarang remaja menyampaikan segala keinginan dan unek-uneknya melalui tulisan. Yang ada saat ini, mereka kebanyakan lebih senang bepergian bersama kelompoknya dengan membuat sebuah “Geng”. Atau tak jarang yang bisa kita temui adalah remaja yang hanya diam padahal sesungguhnya mereka memiliki potensi.

Kelakuan-kelakuan seperti itu tak berlaku bagi sebagian remaja yang tergabung dalam ekskul Madyapadma Journalistik Park. Mereka memilih cara yang lebih cerdas dan kreatif. Semangat berkreatifitas mereka dituangkan dalam sebuah tulisan-tulisan kritis dan berisi.

Mungkin kita berfikir menulis itu susah. Tapi sebenarnya gampang kok! Yang terpenting adalah menulis dengan senang hati tanpa memikirkan baik buruknya hasil yang didapat. Yang lebih penting lagi adalah kepuasan dalam menuangkan isi hati dan kreatifitas. Dengan keyakinan tersebut dan dukungan dari seorang Pemulung Tulisan, teman-teman Madyapadma mulai mengumpulkan karya-karya mereka yang dianggap layak untuk dibukukan.

Dan, akhirnya crew Madyapadma berhasil menghimpun tulisan teman-teman menjadi belasan buku. Tak tanggung-tanggung, tulisan yang kami kumpulkan mampu dibuat menjadi 13 buku. Buku ini berisi artikel dan catatan perjalanan buah pena dari beberapa anggakatan Madyapadma. Artikel-artikel ini kebanyakan berasal dari tulisan-tulisan kami dalam mengikuti lomba-lomba intern sekolah atau lomba-lomba di luar sekolah.

Tak hanya sampai disitu perjuangan teman-teman Madyapadma. Urusan dana adalah masalah besar yang dialami dalam proses penerbitan buku. Anggaran yang kawan-kawan Madyapadma targetkan adalah sebesar Rp 87 juta rupiah, namun yang dapat dihimpun dari hasil sponsor dan sumbangan penulis hanyalah sebesar Rp 7 juta rupiah.

Kawan-kawan Madyapadma tak kurang akal. Mereka memberanikan diri mencetak buku-buku itu sendiri dengan cetakan terbatas (satu jenis buku maksimal kami cetak 6 buah). Hanya tiga buku yang ditipkan ke percetakan. Meskipun kemampuan kawan-kawan masih sangat minim, namun berkat bantuan “Si Pemulung Tulisan” dan berbagai pihak terkait, akhirnya ke-13 buku itu terbit juga. Proses peluncuran ke 13 buku ini merupakan hal yang membanggakan bagi kami. Masyarakat dari berbagai kalangan seperti pelajar, penulis, wartawan dan masyarakat umum memberikan tanggapan positif terhadap hasil kerja keras kami.

Tetapi, tetap saja kami masih membutuhkan dana dalam pencetakan selanjutnya. Untuk itu, kami menawarkan buku-buku karya kami kepada para pembaca. Untuk itu, saya selaku salah satu bagian dari Madyapadma sekaligus penulis dalam buku ini membuat artikel ini untuk mencari dukungan pembaca sekalian. Bagi kalian yang sangat peduli terhadap kemajuan remaja, lihatlah buku-buku karya kami. Saya sediakan sinopsis 12 buku dari 13 buku tersebut, jika para pembaca berminat dapat menghubungi Contact Person Madyapadma.

Contact Person :

1. Devi Aprianti (085237016659)

2. Utama Jaya Wiguna (085739182991)

13 Buku Karya Anak Muda Inonesia

Atas Nama Madyapadma


01. "Untuk Apa Ke Sekolah"Untukapa ke sekolah?

Adalah pertanyaan ringan yang membutuhkan jawaban yangdalam. Sebab secara turun temurun kita telah menyadari bahwa untukmenjadi manusia yang cerdas dan sukses, sekolah adalah hal utama yangharus dituntaskan. Namun, terlepas daripada itu, selama ini sudahkahsistem sekolah telah mencukupi untuk membentuk manusia yang handal,cerdas dan berbudi pekerti luhur. Tulisan lain yang terkumpul dalam"Untuk Apa Pergi ke Sekolah" antara lain "Pendidikan Murah dan Berkualitas", "Menanti Sebuah Wacana Menjadi Realita, SekolahPerlu Intensifkan Praktikum Kimia" dimana topiknya tak lepas darimasalah pendidikan dan tulisan-tulisan lainnya, yang salah satunyatentu tulisan yang berjudul "Untuk Apa ke Sekolah?" Buku ini merupakanbunga rampai tulisan anggota dan pengurus Madyapadma Journalistic Park.

02. Biopestisida (Seri Imiah)

Bukuini membahas tentang khasiat berbagai tanaman untuk menghambat penyakitbusuk lunak pada tanaman lidah buaya. Ketiga tulisan tersebut adalahPotensi Pemanfaatan Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythirna subumbrans(Hask)Merr) Untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Penyebab Penyakit Busuk Lunak Pada Lidah Buaya (Aloevera barbadensis milleer); Uji Daya Hambat Dan Mekanisme Penghambatan Ekstrak Daun Alamanda (Allamanda cathartica L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Penyebab Penyakit Busuk Lunak Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera barbadensis Milleer); Uji Daya Hambat dan Mekanisme Penghambatan Ekstrak Bunga Teratai Putih (Nymphaea alba) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Sebagai Penyebab Penyakit Busuk Lunak pada Tanaman Lidah Buaya (Aloevera barbadensis Miller.)

Penelitian-penelitianitu merupakan penelitian yang dilakukan anggota dan pengurus MadyapadmaJournalistic Park dengan meminjam laboratorium di LaboratoriumBiopestisida Fak. Pertanian Unud di Program Pasca Sarjana Unud.

03. Antara Bisnis Penerbitan Buku, Radio dan Kerajinan

Bukuini adalah kumpulan tulisan dalam Koran dinding pada lomba di Fak.Ekonomi Unud tahun 2009. Ketika itu dari tiga tim kelas satu yangdikirim, hasilnya adalah sebagai juara pertama, juara kedua dan juarakeempat. Ketika itu tema lomba adalah ekonomi kreatif. Dan ketiga timmengangkat masing-masing bisnis penerbitan buku, bisnis radio danbisnis kerajinan. Tulisan – tulisan dalam buku ini cukup menginspirasikita khususnya dalam berwirausaha.

04. "Mr. Dollar"

Mr.Dollar adalah buku dengan kumpulan tulisan – tulisan dari seorang DesakPutu Diah Dharmapatni (Tim Madyapadma Journalistic Park). Seorangpenulis yang mengambil jurusan Bahasa di bangku SMA ini. Selama hampirtiga tahun di SMAN 3 Denpasar telah beragam tulisan dihasilkan,diantaranya, Mr. Dollar yang juga menjadi judul dari bukuini. Mr. Dollar adalah tulisan dengan latar belakang pendidikan danseorang guru yang kerap membayar nilai dengan uang. Selain itu, adapula tulisan yang masih berbau pendidikan yakni, "Guru Juga Manusia".Disamping mengangkat tema pendidikan, tulisan Diah juga membahasmengenai permasalahan remaja, salah satunya "Kisah Cinta di Sekolah".Dengan membaca buku ini, kita akan melihat apa yang sebenarnya seringmenjadi keluhan banyak remaja.

05. Ketika Remaja Bicara Pertanian

Buku ini adalah kumpulan dari artikel dan esai bertajuk pertanian. Namun tak sekedar membahasmasalah pertanian di Indonesia, tapi juga turut memberi alternatifdalam membangkitkan pertanian Indonesia yang notabene merupakan negaraagraris. Tulisan – tulisan yang dimuat dalam buku ini antara lain : "Agroindustri Tanaman Aloevera, Menembus Pasar Dunia", "Indonesia Perlu Waktu, Untuk Menerapkan Pangan Sebagai Sumber Energi", "Drip Irrigation, Sebuah Terobosan Efisiensi Irigasi", Optimalisasi Kopi Luwak Dalam Agroindustri Untuk Meningkatkan Daya Saing Di Dunia, danmasih banyak lagi. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapapenulis anggota Madyapadma Journalistic Park tentang bentuk kepedulian,pemikiran dan pandangan mereka seputar pertanian di Indonesia.

06. "PR Bagi Legislator"

Sesuaidengan judul bukunya, buku ini berisikan tulisn – tulisan yangmengkritisi anggota legislatif dari berbagai sudut pandang. Kebanyakandari tulisan ini berlatar belakang lingkungan Bali. Misalnya, "TataRuang Bali Amburadul, Siapa yang Dibodohi?", "Jangan Sampai MenjualBali" dan "Tata Ruang Bali : Inginkan Ketegasanbukan Revisi". Di samping itu ada pula yang bertemakan politik danpendidikan. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapa penulisanggota Madyapadma Journalistic Park tentang keprihatinan mereka akankualitas legislator Bali.

07. Jejak Juara Di Lingkungan (seri ilmiah)

Bukuini adalah kumpulan karya tulis ilmiah yang pernah menjuarai ajangkarya tulis nasional. Tulisan – tulisan ini mengulas tentang manfaattumbuhan sebagai solusi berbagai permasalahan lingkungan dan manusia.Tiga karya tulis ilmiah itu adalah "Model Teknik Pengolahan LimbahIndustri Garmen Secara Bio-Fisika yang Ekonomis dan Ramah Lingkungandengan Memanfaatkan Kemampuan Tumbuhan Eceng Gondok ( Eichornia crassipes ) yang Efektif dan Efisien", "Meningkatkan Nilai Guna Tumbuhan Byah-byah (Monochoria vaginalis (Burn.f) Prest ) dari Tumbuhan Gulma dan Pakan Ternak Menjadi Sayuran yang Layak di Konsumsi Manusia" dan "Kombinasi Tanaman Kunyit (Curcuma domestica VAL.) , Sirih (Piper betle L.) dengan Madu sebagai Formula untuk Mencegah Penyakit Kanker Lambung".

08. Yang Unik, Yang Juara (seri ilmiah)

Buku Yang Unik, Yang Juara iniadalah kumpulan tulisan dari I Gusti Agung Paramitha Eka Putri dan DisaSaraswati serta Ni Wayan Devi Aprianti dkk. Ketiga tulisan hasil risetini sempat mengukir prestasi. Tulisan I Gusti Agung Paramitha Eka Putriyang mengangkat seputar penerapan rumah arsitektur Bali yang ramahlingkungan dan mengurangi penggunaan AC meraih peringkat enam dalamlomba LKTI lingkungan tingkat nasional yang diselenggarakan Depdiknas.Kemudian tulisan Disa Saraswati tentang Subak Agung kaitannya dengankelestarian lingkungan dan mencegah konflik meraih juara kedua dalamlomba LKTI tingkat nasional yang diselenggarakan Depdiknas bekerjasamadengan Dep. Pariwisata. Serta riset media selama sepuluh tahun tentangsikap multikultur orang Bali pasca bom Bali yang dilakukan Ni WayanDevi Aprianti dkk meraih juara kelima lomba LKTI se-Bali yangdiselenggarakan oleh Undiksha. Ketiga penelitian mereka merupakanpenelitian-penelitian unik yang mampu mengantarkan mereka menjadijuara. Sekaligus riset unik yang perlu mendapat apresiasi.

09. Sang Juara (seri ilmiah)

Buku"Sang Juara" ini merupakan buku hasil riset yang kemudian mengantarkantim Madyapadma menjadi juara dalam lomba-lomba LKTI. Ketiga riset ituantara lain "Kajian Penerapan Konsep TriHita Karana Untuk Meredam Konflik Sesama Orang Bali (riset media1997-2008)"; "Kombinasi Tanaman (Cucuma Domestica Val.), Sirih (PiperBetle L.) Dengan Madu Sebagai Formula Untuk Mengobati Penyakit Maag"; dan "Potensi Tanaman Sirih (Piper betle L.) sebagai Sumber Pestisida Nabati Untuk Menunjang Pertanian Organik yang Berkelanjutan".

10. Cintaku Berat di Ongkos

Kumpulantulisan selama hampir tiga tahun di Madyapadma Journalistic Park dariseorang Dewa Ayu Widyastiti Sravistha ini terdiri dari tulisan dengantema yang beragam. Namun sebagai seorang siswi dari kelas sosial, Widyalebih banyak mengangkat tema sosial, seperti "Produksi Kreatif Untuk Ekonomi dan Pendidikan Bangsa", "Indonesia Pancasila Antara Otak dan Moral" dan "Humaniora-Eksakta:Ilmu yang Berbeda tetapi Satu". Namun sebagai seorang gadis yang baruberanjak remaja, Widya tentu tak lepas dari fenomena dunia remajanya.Ini tertuang dari tulisannya yang juga menjadi judul dari buku ini,yaitu "Cintaku Berat di Ongkos".

11. Jejak Bali Di Tangan Pelajar

Sesuaijudulnya, buku ini adalah tulisan – tulisan mengenai Bali melaluipenilaian pelajar. Tidak hanya membahas Bali sebagai pulau wisataseperti dalam tulisan "Dampak Sceto Plan", namun juga mengulas mengenaiadat leluhur yang dibahas dalam "Kembar Buncing, Adat Kaku PeninggalanMasa Lalu." Dan, beragam tulisan kritis pelajar atau remaja dalammelihat sosok Bali sebagai Bali yang indah semata, melainkan sosokhitam putih Bali yang menggoda mereka untuk menuliskan pandangannyasecara kritis. Buku ini adalah bunga rampai dari penulis-penulis yangtergabung dalam Madyapadma Journalistic Park –SMAN 3 Denpasar.

12. Riset Unik Tentang Bali (Seri Ilmiah)

Bukuini tentang riset-riset unik seputar Bali. Antara lain riset dari NiWayan Oktariani yang meneliti berapa biaya yang dikeluarkan orang Balisetiap tahunnya untuk banten hari raya Galungan-Kuningan. Dari hasilrisetnya angkanya mencapai triliunan rupiah.

Adajuga riset unik tentang benarkah dewasa ayu atau hari baik itusebenarnya ilmiah? Untuk itu Putri dkk melakukan riset dewasa ayu orangngaben, nikah, potong gigi selama 10 tahun, tanggal-tanggal hari baikitu kemudian dicocokkan dengan data cuaca yang diambil dari BMKG.Hasilnya 70 % lebih hari baik itu termasuk hari yang cerah sesuai limakriteria. Bahkan kalo kriteria diturunkan 4 dari 5 lima kriteria sudahdipenuhi dianggap memenuhi syarat, maka hasilnya sekitar 80 % - 90 %dewasa ayu itu tepat harinya cerah.


01. "Untuk Apa Ke Sekolah"Untukapa ke sekolah?

Adalah pertanyaan ringan yang membutuhkan jawaban yangdalam. Sebab secara turun temurun kita telah menyadari bahwa untukmenjadi manusia yang cerdas dan sukses, sekolah adalah hal utama yangharus dituntaskan. Namun, terlepas daripada itu, selama ini sudahkahsistem sekolah telah mencukupi untuk membentuk manusia yang handal,cerdas dan berbudi pekerti luhur. Tulisan lain yang terkumpul dalam"Untuk Apa Pergi ke Sekolah" antara lain "Pendidikan Murah dan Berkualitas", "Menanti Sebuah Wacana Menjadi Realita, SekolahPerlu Intensifkan Praktikum Kimia" dimana topiknya tak lepas darimasalah pendidikan dan tulisan-tulisan lainnya, yang salah satunyatentu tulisan yang berjudul "Untuk Apa ke Sekolah?" Buku ini merupakanbunga rampai tulisan anggota dan pengurus Madyapadma Journalistic Park.

02. Biopestisida (Seri Imiah)

Bukuini membahas tentang khasiat berbagai tanaman untuk menghambat penyakitbusuk lunak pada tanaman lidah buaya. Ketiga tulisan tersebut adalahPotensi Pemanfaatan Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythirna subumbrans(Hask)Merr) Untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Penyebab Penyakit Busuk Lunak Pada Lidah Buaya (Aloevera barbadensis milleer); Uji Daya Hambat Dan Mekanisme Penghambatan Ekstrak Daun Alamanda (Allamanda cathartica L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Penyebab Penyakit Busuk Lunak Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera barbadensis Milleer); Uji Daya Hambat dan Mekanisme Penghambatan Ekstrak Bunga Teratai Putih (Nymphaea alba) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Sebagai Penyebab Penyakit Busuk Lunak pada Tanaman Lidah Buaya (Aloevera barbadensis Miller.)

Penelitian-penelitianitu merupakan penelitian yang dilakukan anggota dan pengurus MadyapadmaJournalistic Park dengan meminjam laboratorium di LaboratoriumBiopestisida Fak. Pertanian Unud di Program Pasca Sarjana Unud.

03. Antara Bisnis Penerbitan Buku, Radio dan Kerajinan

Bukuini adalah kumpulan tulisan dalam Koran dinding pada lomba di Fak.Ekonomi Unud tahun 2009. Ketika itu dari tiga tim kelas satu yangdikirim, hasilnya adalah sebagai juara pertama, juara kedua dan juarakeempat. Ketika itu tema lomba adalah ekonomi kreatif. Dan ketiga timmengangkat masing-masing bisnis penerbitan buku, bisnis radio danbisnis kerajinan. Tulisan – tulisan dalam buku ini cukup menginspirasikita khususnya dalam berwirausaha.

04. "Mr. Dollar"

Mr.Dollar adalah buku dengan kumpulan tulisan – tulisan dari seorang DesakPutu Diah Dharmapatni (Tim Madyapadma Journalistic Park). Seorangpenulis yang mengambil jurusan Bahasa di bangku SMA ini. Selama hampirtiga tahun di SMAN 3 Denpasar telah beragam tulisan dihasilkan,diantaranya, Mr. Dollar yang juga menjadi judul dari bukuini. Mr. Dollar adalah tulisan dengan latar belakang pendidikan danseorang guru yang kerap membayar nilai dengan uang. Selain itu, adapula tulisan yang masih berbau pendidikan yakni, "Guru Juga Manusia".Disamping mengangkat tema pendidikan, tulisan Diah juga membahasmengenai permasalahan remaja, salah satunya "Kisah Cinta di Sekolah".Dengan membaca buku ini, kita akan melihat apa yang sebenarnya seringmenjadi keluhan banyak remaja.

05. Ketika Remaja Bicara Pertanian

Buku ini adalah kumpulan dari artikel dan esai bertajuk pertanian. Namun tak sekedar membahasmasalah pertanian di Indonesia, tapi juga turut memberi alternatifdalam membangkitkan pertanian Indonesia yang notabene merupakan negaraagraris. Tulisan – tulisan yang dimuat dalam buku ini antara lain : "Agroindustri Tanaman Aloevera, Menembus Pasar Dunia", "Indonesia Perlu Waktu, Untuk Menerapkan Pangan Sebagai Sumber Energi", "Drip Irrigation, Sebuah Terobosan Efisiensi Irigasi", Optimalisasi Kopi Luwak Dalam Agroindustri Untuk Meningkatkan Daya Saing Di Dunia, danmasih banyak lagi. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapapenulis anggota Madyapadma Journalistic Park tentang bentuk kepedulian,pemikiran dan pandangan mereka seputar pertanian di Indonesia.

06. "PR Bagi Legislator"

Sesuaidengan judul bukunya, buku ini berisikan tulisn – tulisan yangmengkritisi anggota legislatif dari berbagai sudut pandang. Kebanyakandari tulisan ini berlatar belakang lingkungan Bali. Misalnya, "TataRuang Bali Amburadul, Siapa yang Dibodohi?", "Jangan Sampai MenjualBali" dan "Tata Ruang Bali : Inginkan Ketegasanbukan Revisi". Di samping itu ada pula yang bertemakan politik danpendidikan. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapa penulisanggota Madyapadma Journalistic Park tentang keprihatinan mereka akankualitas legislator Bali.

07. Jejak Juara Di Lingkungan (seri ilmiah)

Bukuini adalah kumpulan karya tulis ilmiah yang pernah menjuarai ajangkarya tulis nasional. Tulisan – tulisan ini mengulas tentang manfaattumbuhan sebagai solusi berbagai permasalahan lingkungan dan manusia.Tiga karya tulis ilmiah itu adalah "Model Teknik Pengolahan LimbahIndustri Garmen Secara Bio-Fisika yang Ekonomis dan Ramah Lingkungandengan Memanfaatkan Kemampuan Tumbuhan Eceng Gondok ( Eichornia crassipes ) yang Efektif dan Efisien", "Meningkatkan Nilai Guna Tumbuhan Byah-byah (Monochoria vaginalis (Burn.f) Prest ) dari Tumbuhan Gulma dan Pakan Ternak Menjadi Sayuran yang Layak di Konsumsi Manusia" dan "Kombinasi Tanaman Kunyit (Curcuma domestica VAL.) , Sirih (Piper betle L.) dengan Madu sebagai Formula untuk Mencegah Penyakit Kanker Lambung".

08. Yang Unik, Yang Juara (seri ilmiah)

Buku Yang Unik, Yang Juara iniadalah kumpulan tulisan dari I Gusti Agung Paramitha Eka Putri dan DisaSaraswati serta Ni Wayan Devi Aprianti dkk. Ketiga tulisan hasil risetini sempat mengukir prestasi. Tulisan I Gusti Agung Paramitha Eka Putriyang mengangkat seputar penerapan rumah arsitektur Bali yang ramahlingkungan dan mengurangi penggunaan AC meraih peringkat enam dalamlomba LKTI lingkungan tingkat nasional yang diselenggarakan Depdiknas.Kemudian tulisan Disa Saraswati tentang Subak Agung kaitannya dengankelestarian lingkungan dan mencegah konflik meraih juara kedua dalamlomba LKTI tingkat nasional yang diselenggarakan Depdiknas bekerjasamadengan Dep. Pariwisata. Serta riset media selama sepuluh tahun tentangsikap multikultur orang Bali pasca bom Bali yang dilakukan Ni WayanDevi Aprianti dkk meraih juara kelima lomba LKTI se-Bali yangdiselenggarakan oleh Undiksha. Ketiga penelitian mereka merupakanpenelitian-penelitian unik yang mampu mengantarkan mereka menjadijuara. Sekaligus riset unik yang perlu mendapat apresiasi.

09. Sang Juara (seri ilmiah)

Buku"Sang Juara" ini merupakan buku hasil riset yang kemudian mengantarkantim Madyapadma menjadi juara dalam lomba-lomba LKTI. Ketiga riset ituantara lain "Kajian Penerapan Konsep TriHita Karana Untuk Meredam Konflik Sesama Orang Bali (riset media1997-2008)"; "Kombinasi Tanaman (Cucuma Domestica Val.), Sirih (PiperBetle L.) Dengan Madu Sebagai Formula Untuk Mengobati Penyakit Maag"; dan "Potensi Tanaman Sirih (Piper betle L.) sebagai Sumber Pestisida Nabati Untuk Menunjang Pertanian Organik yang Berkelanjutan".

10. Cintaku Berat di Ongkos

Kumpulantulisan selama hampir tiga tahun di Madyapadma Journalistic Park dariseorang Dewa Ayu Widyastiti Sravistha ini terdiri dari tulisan dengantema yang beragam. Namun sebagai seorang siswi dari kelas sosial, Widyalebih banyak mengangkat tema sosial, seperti "Produksi Kreatif Untuk Ekonomi dan Pendidikan Bangsa", "Indonesia Pancasila Antara Otak dan Moral" dan "Humaniora-Eksakta:Ilmu yang Berbeda tetapi Satu". Namun sebagai seorang gadis yang baruberanjak remaja, Widya tentu tak lepas dari fenomena dunia remajanya.Ini tertuang dari tulisannya yang juga menjadi judul dari buku ini,yaitu "Cintaku Berat di Ongkos".

11. Jejak Bali Di Tangan Pelajar

Sesuaijudulnya, buku ini adalah tulisan – tulisan mengenai Bali melaluipenilaian pelajar. Tidak hanya membahas Bali sebagai pulau wisataseperti dalam tulisan "Dampak Sceto Plan", namun juga mengulas mengenaiadat leluhur yang dibahas dalam "Kembar Buncing, Adat Kaku PeninggalanMasa Lalu." Dan, beragam tulisan kritis pelajar atau remaja dalammelihat sosok Bali sebagai Bali yang indah semata, melainkan sosokhitam putih Bali yang menggoda mereka untuk menuliskan pandangannyasecara kritis. Buku ini adalah bunga rampai dari penulis-penulis yangtergabung dalam Madyapadma Journalistic Park –SMAN 3 Denpasar.

12. Riset Unik Tentang Bali (Seri Ilmiah)

Bukuini tentang riset-riset unik seputar Bali. Antara lain riset dari NiWayan Oktariani yang meneliti berapa biaya yang dikeluarkan orang Balisetiap tahunnya untuk banten hari raya Galungan-Kuningan. Dari hasilrisetnya angkanya mencapai triliunan rupiah.

Adajuga riset unik tentang benarkah dewasa ayu atau hari baik itusebenarnya ilmiah? Untuk itu Putri dkk melakukan riset dewasa ayu orangngaben, nikah, potong gigi selama 10 tahun, tanggal-tanggal hari baikitu kemudian dicocokkan dengan data cuaca yang diambil dari BMKG.Hasilnya 70 % lebih hari baik itu termasuk hari yang cerah sesuai limakriteria. Bahkan kalo kriteria diturunkan 4 dari 5 lima kriteria sudahdipenuhi dianggap memenuhi syarat, maka hasilnya sekitar 80 % - 90 %dewasa ayu itu tepat harinya cerah.