Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 06 April 2018

RAHASIA CINTA (bagian 2)


Angin sore berhembus semilir. Menggoyangkan tangkai bunga-bunga yang tumbuh di taman. Suara riuh anak-anak yang sedang bemain menjadikan suasana tampak ramai. Terlihat burung-burung kecil melintasi angkasa untuk kembali ke peraduannya.
Melati tertunduk memandang sepasang kakinya yang sedang asik bergerak tak menentu. Menandakan keresahan di hatinya. Poninya dibiarkan menjuntai menutup kelopak matanya yang indah. Di sampingnya, Rayhan menelungkupkan muka dengan kedua telapak tangannya. Ia benci harus menghadapi saat-saat seperti ini. Ia ingin membiarkan cinta Melati memasuki ruang hatinya, memberikan kehangatan untuk hatinya yang telah membeku. Tapi apa daya ketika masih ada cinta lain disana.
“Maafkan aku, Mel. Aku sudah mecobanya,” ucap Rayhan tanpa menatap Melati. Ia tak sanggup bila harus menatap wajah gadis cantik itu.
“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Ray. Memang tak mudah mengalihkan cinta yang sudah tertanan begitu dalam. Terlebih cinta itu terikat oleh kebersamaan belasan tahun.”
“Kau tau siapa gadis itu?” tanya Rayhan khawatir. Melati tersenyum arif. Tak tersirat kecemburuan dalam mata gadis itu. Hanya ada keteduhan dan ketentraman tanpa ada bias yang ingin mempermalukan.
“Awalnya aku tak yakin, tapi sikapmu selalu berlebihan kepada setiap lelaki yang mendekati Rini. Apalagi sejak Rini bersama dengan Krisna. Kau terlalu konyol jika mencemaskan hubungan mereka,” Melati memberikan jeda sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. “Krisna laki-laki yang baik, kau hanya cemburu padanya. Bukan perasaan cemburu karena seorang adik lebih mementingkan pacarnya dibandingkan kakaknya sendiri. Melainkan lebih pada kecemburuan seorang laki-laki pada gadis yang dicintainya.”
Rayhan tersentak mendengar ucapan Melati. Bagaimana dia bisa tahu? Melati telah menelanjanginya tampa mempermalukannya. “Apa sikapku begitu kentara?”
Kepala Melati menggeleng pelan. “Untuk orang lain, kurasa tidak. Tapi untuk gadis yang dengan tulus menyayangimu, mencintaimu, dan menunggumu dengan setia ...” Rayhan tidak meragukan cinta Melati. Diantara gadis-gadis yang mengejarnya atau didekatkan oleh Rini, hanya Melati yang benar-benar tulus mencintainya. Walaupun sadar bahwa laki-laki ini tidak bisa memberikan apa yang diinginkannya. Melati tetap menunggunya. Kesetiaan yang diinginkan oleh setiap laki-laki di dunia, tapi tidak bagi Rayhan.
“Aku tau kalau aku salah. Tapi aku tak dapat menahan perasaan ini,” Rayhan berhenti sejenak. Terlalu berat untuk mengakui kenyataan yang selama ini ditutupinya. “Kadang aku berfikir, mungkin akan jauh lebih baik bila kami tidak terikat oleh hubungan darah. Berharap satu diantara kami hanyalah anak yang diadopsi oleh mama dan papa. Tapi itu tidak mungkin, walau kami memiliki ayah yang berbeda, tapi kami lahir dari rahim yang sama. Kenapa Tuhan begitu tak adil padaku Mel? Kenapa aku harus mencintai adikku sendiri?” Terlihat keletihan di wajah laki-laki itu.
“Tidak ada yang perlu kau sesalkan. Cinta itu memang aneh. Tidak ada yang tau kapan dia akan datang dan pergi. Tidak ada yang tau dimana cinta itu akan tumbuh. Tapi ada satu hal yang pasti kita ketahui, yaitu kita dapat mamilih kepada siapa cinta itu akan kita berikan.” Melati mengucapkan kata-kata itu dengan bijak. Melati juga tau bahwa cinta tidak dapat dipaksakan, seperti halnya cinta yang ia rasakan pada Rayhan.
Matahari kian terbenam di ufuk Barat. Anak-anak kecil telah menyudahi permainannya dan kembali ke rumah masing-masing, kepangkuan sang ibu yang memiliki sejuta kasih dan cinta. Melati bangkit dari tempat duduknya, “Kita pulang yuk ...” ajaknya.
Rayhan meraih tangan Melati sebelum ia pergi. “Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri kesalahan ini Mel. Aku akan melanjutkan pendidikan S2 ku di luar negeri.” Rayhan menatap Melati dengan tatapan penuh permohonan, “Maukah kau menemaniku?” Mendengar ucapan Rayhan, Melati hanya tersenyum tipis.

Bersambung …

#dwc
#dwcjilid12
#day17
Picture : www.google.com

0 komentar: