Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 25 Maret 2014

Lagi-Lagi...

Tuhan, malam ini aku mengeluh lagi. Aku berusaha untuk tidak mengucapkannya, tapi dadaku semakin sesak. Batinku masih tetap saja mengeluhkannya. Kenapa? Kenapa aku harus menjalani semua ini? Apa jalan yang ku tempuh ini sudah benar? Aku masih sulit menerima semua ini.
Tuhan, aku benci dengan semua situasi ini. Aku tahu perjalanan panjang ini akan berakhir sebentar lagi. Tapi aku lelah menempuh jalan ini, tubuh dan perasaanku sudah letih. Air mataku sudah mengering. Aku bahkan sudah bosan mendengarkan keluhan-keluhanku sendiri. 
Kenapa Tuhan? Kenapa? Kenapa kau tidak memberikan yang terbaik untukku. Aku yakin kalau saat itu aku bisa mendapatkan yang lebih baik dari apa yang sedang aku jalani ini. Tapi kenapa? Kenapa saat itu kau tak mengijinkanku? Jika memang jalan ini adalah jalan terbaik yang kau berikan untukku, maka kuatkanlah aku. Dan ketika perjalanan ini berakhir, ku mohon berikan sebuah penghargaan kerena aku telah berhasil melewatinya.

Minggu, 23 Maret 2014

Happy B'Day Mbak Intan :D


Kenalin, ini namanya Mbak Intan. Asisten bidan di tempat aku praktik. Aku udah praktik lumayan lama di tempatku praktik sekarang. Jadi udah deket sama asisten dan orang-orang yang lagi magang di tempat bidanku. Tahun ini umur Mbak Intan 25 tahun. Sebenernya aku nggak tahu kalau dua hari yang lalu itu Mbak Intan ulang tahun. Aku  baru tahu dari Mbak Irma (bidan yang magang di tempat aku praktik). Jadi waktu itu aku, Mbak Irma, sama Mbak Hepi (asisten bidanku juga) ngerencanain ngasi kado buat Mbak Intan. Tapi sayang banget kalau cuma dikasi kado, jadi aku saranin kalau sekaian aja kita rayain. Alhasil, Mbak Hepi ngatur jadwal praktik kita biar Mbak Intan jaga sore sendiri dan kita bisa pergi buat beli kado dan kue.

Hari yang telah direncanakanpun datang. Waktu itu kayaknya Mbak Intan udah curiga sama kita. Habisnya tumben-tumbenan kita perginya samaan bertiga. Tapi, dengan jurus ngeles yang kita keluarin, kucigaan Mbak Intan berkurang. Siang-siang bolong, ditengah terik matahari yang menyengat, kita bertiga melanglang buana nyari kado dan kue buat Mbak Intan. Akhirnya pilihan jatuh pada mukenah Bali cantik berwarna putih dengan motif bunga ungu, bungkus kadonya, tulis kartu ucpan, beli kue, dan kembalilah kita untuk merayakan ulang tahun Mbak Intan.
Dengan sembunyi-sembunyi kita masuk ke rumah. Mbak Irma dan Mbak Hepi berusaha mengalihkan perhatian Mbak Intan, sedangkan aku sibuk bersembunyi di kamar perawatan. Tapi waktu kita mau ngasi kejutan, Mbak Intan tiba-tiba dateng mergokin kita lagi nyalain lilin. Kejutanpun gagal diberikan.
Tapi perayaan tetap berlangsung. Di ruang perawatan no 2, kita ngerayain ulang tahun Mbak Intan dengan sangat sederhana. Waktu itu aku mau nyanyi buat Mbak Intan, tapi Mbak Intan malah bilang "Apa sih Pin, orang udah lewat juga". Ih, Mbak Intan nggak sweet banget deh. Seperti biasa, sebelum tiup lilin dan potong kue, kita foto-foto dulu. Ini nih hasilnnya....
Iihhh... Mukamu kucel banget deh Mbak

Ayo Mbak kita tiup lilinnya bareng-bareng

We love you Mbak Intan
Alhamdulillah Mbak Intan suka sama kejutan gagal dan kado yang kita kasi.Oh ya, ada satu orang lagi yang harusnya ikut foto ----> Mbak Hepi.
Tapi emang dasar orang aneh, dia nggak mau di foto '-'. Jadi Mbak Hepi cuma jadi tukang foto deh.

Selamat ulang tahun ya Mbak Intan,
moga panjang umur, sehat slalu dalam lindungan Allah,
sukses sama rencana-rencana masa depannya,
slalu dikelilingi orang-orang yang menyayangimu,
dan semoga cepet ketemu sama jodohnya

Pesenku ---> Kurangi nonton infotaiment Mbak. Heheheeee....

Kamis, 20 Maret 2014


Aku, Waktu, dan Segala Kesia-Siaannya

Saat aku berdiam diri tidak berbuat apa-apa. Duduk merenung di sudut ruangan ini. Aku masih sering lupa, kalau waktu tetap berjalan dalam kesendirianku. Waktu tidak pernah ikut berdiam diri. Dia tetap bergerak detik demi detik, hingga siang berganti malam, dan pergantian musimpun telah berlalu. Ia tidak pernah perduli padaku yang menginginkan malam lebih panjang dari malam-malan yang biasanya. Ia tidak perduli, bagaimana aku ingin sekali waktu tidak beranjak dari tempatnya.
Ketika aku disibukkan oleh hal-hal yang hampir tak berguna. Bercerita dan tertawa haha hihi kesana kemari. Tak terasa waktuku hari ini telah habis. Dan aku masih belum berbuat apa-apa.
Saat aku disibukkan oleh perasaan yang tidak penting. Memikirkan orang lain yang belum tentu memikirkanku. Sibuk berandai ini dan itu. Bersedih hati dan mengurung diri. Tak terasa aku telah menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk mengurusi perasaanku kepada seseorang yang tidak begitu penting.
Sementara mimpiku masih banyak dan belum terwujudkan satupun. Sementara orang tuaku masih ada dan telah lanjut usia. Sedang aku belum membahagiakan mereka sedikitpun. Bahkan hanya untuk membuat mereka bangga kepadakupun aku belum mampu.
Hingga tak terasa waktu begitu cepat telah berlalu. Sementara aku ternyata tidak kemana-mana. Masih berdiam diri tidak berbuat apa-apa. Waktuku akan habis sebentar lagi, dan aku masih duduk merenung di sudut ruangan ini. Mengamati orang lain begitu cepat bergerak. Sedang aku justru berjalan mundur, menjauhi mimpiku. Dan aku menyesali setiap kesia-siaanku yang telah terjadi.

Tenyata……
Ada yang lebih penting daripada sekedar memikirkanmu.
Ada yang lebih penting daripada sekedar bermain-main.

Selasa, 18 Maret 2014

My Sista (Mbok Guyu)


Di tempat tinggal ku selama tiga tahun ini, aku memliki sebuah keluarga. Keluarga yang hanya terdiri dari Mbok asuh (kakak tingkat), adik asuh (mahasiswa yang baru masuk), dan saudara asuh (teman seangkatan yang memiliki Mbok asuh yang sama atau adik asuh dari saudara Mbok asuh kita). Status keluarga ini sudah  turun temurun dan akan terus ada. Aku sendiri saat ini masih memiliki satu Mbok asuh di semester delapan (Mbok Guyu), saudara asuh yang seangkatan denganku (Ditu), tiga adik asuh di tingkat dua (Niki dan Sake dari Ditu dan Wafer adek asuhku), dan tiga adik asuh di tingkat satu (Rivo, Sirih, dan Dira).  
Hai Mbok, kamu masih tetep cantik :)
Cerita ini mengenai Mbok Guyu. Satu-satunya Mbok asuhku yang tersisa saat ini. Seharusnya Mbok Guyu sudah lulus tahun lalu, bersama dengan teman-teman seangkatannya termasuk Mbok Tuna (Mbok asuhku yang lain). Tapi karena sebuah penyakit yang dideritanya, Mbok Guyu harus melakukan cuti kuliah hingga satu tahun. Penyakit yang entah aku tak tahu penyebab pastinya. Penyakit ini juga membuatnya harus memulai banyak hal dari awal lagi. Sejak mengalami penyakit itu, tangan Mbok Guyu menjadi gemetaran dan tidak sekuat dulu lagi. Mbok Guyu harus berlatih untuk menulis, mengetik SMS, melatih tangannya memegang benda-benda, dan aktifitas sederhana lain yang dulu sangat mudah dikerjakannya. Mbok Guyu pasti mengalami masa-masa sulit saat itu. Aku ingat ketika pertama kalinya dia masuk asrama setelah sakitnya. Badannya sangat kurus dan terlihat lemah. Sering ku lihat dia melatih tangannya dengan menulis tugas-tugas yang diberikan dosen kepadanya. Kadang aku juga mengajaknya SMS-an. Balasan yang ku dapatkan cukup lama untuk sebuah kalimat singkat dan tidak jarang masih ada beberapa ketikan kata yang salah. Aku tahu, Mbok Guyu telah berjuang keras untuk kembali menjadi dirinya yang dulu. Bahkan sampai saat ini....
Pertama kali aku melakukan sosialisasi dengan Mbok Guyu, dengan sombongnya dia memperlihatkan komik buatannya padaku. Tetapi sekarang gambar-gambar yang dibuatnya tak sebagus saat itu. Dari tulisan yang dibuatnya jelas terlihat kalau tangannya masih gemetar. Aku sering membuka buku catatanya. Didalamnya dipenuhi gambar-gambar dan catatan penting dengan gaya tulisannya sekarang. Meskipu aku sering mengejek gambar dan tulisannya, tetapi jujur, aku lebih suka dengan gambar-gambar Mbok Guyu yang sekarang. Lebih menceritakan isi hatinya, menceritakan apa yang sedang dirasakannya dan apa harapannya.


Cerita Mbok Guyu sama pacarnya
Tetep SEMANGAT Mbok...!!!!!
Aku pernah memintanya untuk membuatkanku gambar. Dan dia membuatkanku gambar-gambar tentang hal-hal apa saja yang pernah kita lakukan bersama. Mbok Guyu juga memberikanku semangat dan keyakinan bahwa aku bisa melewati akhir dari pendidikanku saat ini. Dia tahu kalau aku sedang melakukan perjuangan panjang dan berat selama pendidikanku.


Aku juga bakalan tetep semangat...
Insyaallah tahun ini kita berdua jadi bidan Mbok

Dia juga tidak lupa menuliskan hal yang tidak penting dalam note ku. Hahahaaa…..