Minggu, 15 Januari 2012
Miss Campus: Pancarkan Innerbeautymu
Sesuai fitrahnya, setiap wanita pastilah mendambakan tampil cantik dan mempeson. Hal ini biasanya diwujudkan dengan memancarkan inner beauty yang tentunya dapat menambah kecantikan luar seorang wanita.
Inner beauty seorang wanita dapat terlihat karena rasa percaya dirinya yang tinngi, kecerdasan, serta ketulusan hati yang dimiliki oleh setiap wanita. Namun, tak banyak mahasiswi kebidanan Poltekkes yang mampu memancarkan keistimewaan tersebut. Oleh karena itu, pada perayaan Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru 2012 diadakan ajang pemilihan Miss Campus. Ini adalah kegiatan tahunan yang selalu dinanti-nantikan para mahasiswi.
Peserta Miss Campus Jurusan Kebidanan
Penyelenggaraannya sendiri cukup identik dengan ajang pemilihan Putri Indonesia, Miss Indonesia ataupun Miss Univers. Ajang ini tidak hanya melihat kecantikan fisik belaka, tetapi juga mencari “beauty with a purpose” yang terdapat pada diri setiap wanita. Ajang Miss Campus ini cukup menarik perhatian mahasiswi yang juga sekaligus sebagai acara yang berkompeten untuk menghasilkan generasi penerus khususnya wanita yang bertalenta dan berwawasan luas. Ajang ini sebagai wadah untuk mengedukasi mahasiswa agar lebih berkepribadian dan berguna bagi bagsa Indonesia. “Bukan cantik fisik yang diharapkan, tetapi kecantikan yang terpancar dari dalam diri sebagai inner beauty,” kata Ni Komang Widya Puspita, ketua panitia perayaan Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru.
Kegiatan ini cukup membuat seluruh panitia sibuk dalam persiapannya. “Banyak rencana kegiatan yang telah direncanakan dan cukup membuat saya lelah baik fisik maupun pikiran. Oleh karena itu, saya berharap seluruh acara berjalan dengan baik. Terutama ajang Miss Campus yang telah dinanti-nantikan seluruh mahasiswi,” ujar Ni Wayan Sri Anjani selaku koordinator sie acara . Anjani juga berharap agar pemenang Miss Campus nantinya adalah benar-benar mahasiswi yang bertalenta dan layak untuk mewakili jurusan kebidanan di tinggkat jurusan nantinya.
“Saya ingin bisa lebih mengembangkan diri dan menemukan jati diri saya sehingga saya bisa berguna bagi diri saya sendiri, orang tua ataupun bangsa ini,” ungkap Ni Made Mika Antari salah satu peserta. Selain itu Mika berharap ajang ini memberikan manfaat yang berguna bagi dirinya suatu saat nanti. (Lunas)
Setiap Hariku untukmu “Ibu”
Hari ibu adalah sebuah bentuk penghargaan kecil yang diberikan anak-anak Indonesia kepada seluruh wanita. Jatuh pada tanggal 22 Desember, setiap anak Indonesia akan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada wanita yang telah melahirkannya. Wanita yang dipanggil ibu, mama, bunda, umi dan sebutan lainnya, mereka tetaplah sosok yang sama. Penuh dengan kasih sayang, kehangatan dan kelembutan. Hari ibu adalah moment penting bagi setiap anak untuk mengungkapkan kasih sayangnya kepada sang ibu tercinta.
Tapi, apakah hanya di tanggal 22 Desember itu kita menunjukkan rasa kasih sayang? Yang terkadang kita sampaikan dalam sebuah bentuk hadiah atau ungkapan-ungkapan sedehana. Padahal ibu senantiasa ada di sampig kita. Kasihnya tidak mengenal waktu, tempat, keadaan dan tidak akan berkurang dari hari kehari. Namun, kenapa kita tidak bisa membalas semua itu setiap saat? Disetiap ibu kita merasa senang, sedih, sendiri, banyak waktu yang dapat kita habiskan bersamanya.
Kita lebih senang meyibukkan diri dengan berbagai macam pekerjaan dan lebih mendahulukan kesenangan pribadi. Kebanyakan yang dialami remaja saai ini, mereka sebih suka berkumpul dengan teman-teman sebayanya dibandingkan dengan ibu mereka. Menghabiskan waktu luang berjam-jam hanya untuk mengosipkan artis-artis idola mereka dirasa lebih penting daripada sekedar menemani ibu di rumah. Bahkan, untuk sekedar mendengarkan nasihat dari sang ibupun mereka merasa enggan dan lebih memilih mendengarkan lagu-lagu cinta favorit mereka. Keadaan seperti ini juga bukan hanya kesalahan dari si anak. Profesi ibu sebagai wanita karir juga dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak. Kesibukan ibu dalam berkarir secara otomatis akan menyita waktu pertemuan antar keduanya menyempit.
Hal-hal semacam ini dapat menyeibabkan kurangnya chemistry antara ibu dan anak. Perasaan yang lebih sering kita kenal dengan ikatan batin ibu dan anak hanya dapat dirasakan satu pihak saja, yaitu lebih dominan dirasakan pihak ibu. Seorang anak bahkan dapat kehilangan jati dirinya karena kurangnya waktu bersama sang ibu. Ungkapan kasih sayang seorang anak kepada ibunya akan jarang terdengar. Bahkan mungkin saja apa yang mereka lakukan pada tanggal 22 Desember hanyalah sebuh bentuk simbolisasi semata, atau hanya sekedar perayaan tak bermakna.
Hal-hal semacam ini dapat menyeibabkan kurangnya chemistry antara ibu dan anak. Perasaan yang lebih sering kita kenal dengan ikatan batin ibu dan anak hanya dapat dirasakan satu pihak saja, yaitu lebih dominan dirasakan pihak ibu. Seorang anak bahkan dapat kehilangan jati dirinya karena kurangnya waktu bersama sang ibu. Ungkapan kasih sayang seorang anak kepada ibunya akan jarang terdengar. Bahkan mungkin saja apa yang mereka lakukan pada tanggal 22 Desember hanyalah sebuh bentuk simbolisasi semata, atau hanya sekedar perayaan tak bermakna.
Seharusnya, seorang anak dan ibunya mulai membentuk rasa kasih sayang, saling memiliki, melindungi dan mengasihi satu samalainnya. Hal ini dapat dimulai dengan ungkapan-ungkapan sederhana yang dapat mewakili perasaan anak kepada ibunya. Misalnya ucapan “Terima kasih telah menyayangiku, I Love U Mom, Aku sayang mama” atau ungkapan lainnya. Tidak ada salahnya juga jika kita sesekali menemani ibu menjalani aktivitasnya. Atau memberikan kejutan kecil di hari-hari biasa. Tidak monoton hanya di hari ibu saja kita berfikir keras menentukan barang apa yang dapat mewakili rasa terima kasih kita kepada ibu tercinta.
Sehingga kita akan terbiasa mengungkapkan rasa cinta kita kepada ibu tersayang. Hari-hari biasapun akan menjadi lebih istimewa. (Doli)
Surat Kecil Untuk Ibu
Kau…
Penenang jiwa
Lentera dalam temaramku
Temani sepi, pelengkap bagiku
Derai air mata dan peluhmu
Menari dalam pikirku
Hanya untukmu
Aku… Di sini
Bertahan, berdiri
Melawan waktu
Melawan hati
Ingin ku ukir di bibirmu
Ibu…
Tanpamu hariku hampa
Tanpamu semangatku punah
Tanpamu aku tak mampu hadapi dunia
Ibu… dekap aku jangan lepaskan
Ibu… biarkan aku bernafas
Bernafas dalam pelukmu
Bernafas dalam hangatnya jiwamu
Sungguh ku rindu senyummu ibu
Mengertilah…
Hanya kali yang ku damba
(punyan)
Ibu di Mata Kami
Hari: “Ibu adalah orang pertama yang akan aku bahagiakan karena dialah orang pertama yang selalu ada di sampingku di saat senang ataupun duka.”
Doli: “Ibu… Walaupun dipanggil dengan nama Mama, Bunda, Umi dan apapun sebutan mereka, mereka tetaplah sosok yang sama yang penuh dengan kasih sayang.”
Ipin: “Walupun di setiap teguran-teguran yang disampaikan kepadaku yang bisa membuatku menangis, kesal dan marah. Namun aku sadar semua yang dilakukannya demi kebaikanku. Aku selalu menyayangimu ibu :)”
Mayun: “Ibu adalah seorang wanita yang kuat. Kita tidak mungkin ada bila dia tidak ada. Ibu memiliki tugas yang sangat berpengaruh terhadap keluarganya, tapi ibu tidak pernah mengeluh terhadap tugas-tugas tersebut.”
Lumen: “Ibu… Seorang perempuan yang menjadi inspirasi, yang selalu membuka pintu tanpa pintu itu diketuk. Pelukannya selalu hangat, kesedihannya dibalut dengan ketegaran, kesabaran dan kasih sayang. Ibu adalah perempuan luar biasa yang pernah ku kenal dalam hidup ini.”
Punyan: ”Suatu kata sederhana yang memiliki segala makna dalam hidup saya. Walupun dilahirkan di tengah keluarga yang penuh kesederhanaan, itu merupakan suatu anugrah untuk saya. Ibu adalah malaikat tanpa sayap yang Tuhan kirimkan untuk saya dan selalu ku pikirkan setiap hari.”
Tude: “Ibu adalah SEGALANYA. Terlalu banyak dan besar pengaruhnya dalam hidupku hingga tidak bida aku ungkapkan satu per satu. Yang selalu ada dalam pikiranku adalah bagaimana cara untuk membuat mama bangga dan bahagia. Devi sayang mama :).”
Lunas: “Ibu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata”.
Yati: “Ada surga di telapak kakimu… Begitu berarti arti dirimu… Buka pintu saat ku lukai hatimu...”
(Tude/Nini)
Langganan:
Postingan (Atom)








