Tentang Punggung
Aku tak pernah memiliki keberanian
untuk melihatmu
Tak pernah memiliki keberanian untuk
menatap ke dalam matamu
Untuk semua ketidakberanian itu,
aku tak pernah bisa melihat jelas ke
dalam hatimu
Tak penting apa warna matamu, semanis
apa senyumanmu,
semancung apa hidungmu, atau seperti
apa rupamu
Karena selama ini aku hanya melihatmu
dari tempatku berdiri,
tak pernah lebih dekat
Satu yang jelas kulihat adalah
punggungmu
Melihat punggungmu sudah cukup untuk
membuatku tersenyum,
walau sekelam apa hari ini
Melihat punggungmu sudah cukup untuk
membuatku kembali percaya diri,
bahwa kita masih berada di tempat yang
sama, meski ada jarak diantara kita
Melihat punggungmu sudah cukup
membuatku bersyukur atas hari ini,
kemarin, dan kemarinnya lagi
Bersyukur karena aku masih bisa
melihatmu, meski hanya sekedar punggungmu
Melihat punggungmu sudah cukup
membuatku yakin,
kaulah tempat bersandar yang paling
nyaman
Aku hanya bisa memilikimu lewat sebatas
punggung, tak bisa lebih
***
Aku sudah tahu apa warna matamu,
bagaimana caramu tersenyum,
bagaimana caramu mengeja tawa
Aku sudah tahu…
Aku hanya belum beruntung untuk tahu
bagaimana hatimu
Aku masih menebaknya lewat punggungmu,
yang selalu kunantikan berjalan melewati
pintu kelasku
Aku hanya belum berani untuk berkata
jujur,
bahwa yang kutunggu semenjak tadi
sampai senja sekarang adalah dirimu
Tak apa,..
Sudah ku bilang kan,..
aku cukup bahagia mengenalmu dengan
caraku melihat punggungmu
Dan yang kutunggu hanyalah punggungmu






