Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 31 Maret 2013

Goresan Hati

Kurendam rasa pilu hati walau ranum merobek asaku kini
Kucoba tuk tegarkan hatiku dalam menjalani hariku
Namun semua telah berlalu
Terlalu sesak napasku saat bayangmu menggodaku
Namun sadarku harus menepis semuanya tentang dirimu
Kau telah patahkan asaku
Tergores kembali satu luka di hatiku
Mengendap, membelai jiwa
Kuingin berlari tuk mencoba tak tersentuh oleh hasrat cinta
(Kahlil Gibran-99 Surat Cinta)

Minggu, 17 Maret 2013

“DAMAI INDONESIAKU…”

oleh: Fifin Diah Olivianti

Indonesia merupakan negara yang multikultural. Terlihat dari perbedaan bahasa, suku bangsa (etnis) dan keyakinan agama serta kebiasaan-kebiasaan kultural lainnya. Hubungan harmonis antar dan intern umat beragama menjadi hal yang sangat penting dalam negara yang multi agama seperti halnya Indonesia ini. Dengan dasar nilai Pancasila, yang menempatkan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertamanya membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang memegang teguh nilai-nilai agama. Meskipun Indonesia bukanlah negara agama, dasar agama sendiri  diharapkan mampu menjadi sumber moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman sikap dan perilaku bagi warganya.
Sayangnya, apabila keberagaman ini tidak dapat dikelola dengan baik, akan dapat memicu terjadinya berbagai konflik yang pada akhirnya mengancam disintegrasi bangsa Indonesia sendiri. Realitas juga menunjukkan bahwa konflik bernuansa agama sudah banyak terjadi di Indonesia. Dari hasil laporan penelitian Fauzi dkk (2009) yang dilakukan menggunakan media massa laporan harian Kompas dan kantor berita Antara ditemukan sebanyak 832 insiden konflik keagamaan yang terjadi di Indonesia dalam rentang periode Januari 1990 hingga Agustus 2008. SETARA Institute juga mencatat sepanjang 2010 tak kurang terjadi 262 kasus pemaksaan kehendak, main hakim sendiri, dan kekerasan berkedok agama. Sedangkan dari data yang dihimpun Moderat Muslim Society (M.M.S) pada 2010 telah terjadi 81 kasus anarkistis berlabel agama, angka ini meningkat 30% dari laporan 2009 yang mencatat terjadinya 59 kasus. Bahkan selama catur wulan pertama 2011, eskalasinya semakin meningkat dan kian beringas (Angkasa, 2011).
Beberapa konflik yang bernuansa sosial maupun agama tentunya masih jelas terekam dalam ingatan masyarakat Indonesia. Di tahun 1996 tercatat beberapa konflik seperti kerusuhan di Situbondo tanggal 10 Oktober, di Tasikmalaya 26 Desember, dan Tragedi Mei pada tanggal 13-15 Mei yang terjadi di Jakarta, Solo, Surabaya, Palembang, Medan, beserta peristiwa-peristiwa kerusuhan lainnya. Berikutnya, kasus konflik sosial berlatar belakang agama di Ambon (1999-2002), pembakaran gereja di Halmahera pada 14-15 Agustus 2002, konflik Poso pada Desember 2003, penyerangan terhadap Huriah Kristen Batak Protestan (H.K.P.B) dan penyerangan terhadap rumah-rumah pengikut Ahmadiyah di Lombok pada September 2002. Kasus baru yang muncul akhir-akhir ini adalah konflik di Sampang Madura pada September 2012,  di Lampung Selatang akhir Oktober 2012 dan pembakaran rumah di Sumbawa 22 Januari 2013.
Mencuatnya aksi-aksi kekerasan yang berbalut konflik agama tersebut membuat masyarakat Indonesia diliputi keresahan dan kewaspadaan. Situasi seperti ini diibaratkan sebagai rumput-rumput kering di musim kemarau yang jika penyulutnya datang dapat terbakar dengan mudah kapan saja. Dan saat itulah, kemudian muncul berbagai sentimen-sentimen negatif tertentu di kalangan masyarakat. Ketika keadaan seperti itu sudah terjadi, sebuah goresan kecil saja dapat menciptakan konflik yang mengatas namakan agama. Hal ini dapat dilihat dari pemicu-pemicu konflik yang sepele akan tetapi dapat menciptakan suatu konflik kekerasan yang besar dan melibatkan banyak masa.
Seperti konflik yang terjadi di Ambon, yang isunya hanya dipicu karena masalah sepele yaitu pertengkaran dua orang di terminal. Ataupun konflik di Lampung Selatan yang melibatkan warga Kampung Agom Kecamatan Kalianda dan Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji pada akhir Oktober 2012 ini. Pemicu konflik ini tak lain hanya karena pemuda warga Balinuraga menggangu dua perempuan kampung Agom yang tengah mengendarai sepeda motor. egitu juga rusuh di Sumbawa yang dipicu isu pemerkosaan di wilayah setempat. Kasus itu kemudian membesar menjadi isu SARA yang memicu bentrokan antara warga Bali dan Sumbawa yang berakhir pada kejadian kriminalitas, penjarahan dan pembakaran.
Dalam suasana konflik tersebut, sedikit isu SARA di tengah masyarakat Indonesia dapat memicu sebuah konflik besar yang berkepanjangan. Peristiwa yang sepele tersebut kemudian diterjemahkan bahwa si-A sebagai korban adalah warga etnis A dan si-B sebagai pelaku adalah warga etnis B. Dengan penerjemahan tersebut, kemudian terjadilah perseteruan antara etnis-A dan etnis-B yang dengan cepat memancing kemarahan warga. Dengan demikian konflik kekerasanpun tak dapat dielakan lagi.
Kemajemukan masyarakat Indonesia dalam hal agama sebenarnya tidak dapat dijadikan sebagai faktor pemicu terjadinya konflik yang lahir dari perbedaan agama ataupun konflik yang sengaja diciptakan atas nama Tuhan. Mengingat bahwa antar pemeluk agama di Indonesia telah dihubungkan oleh suatu hubungan yang harmonis dengan pengembangan sikap toleransi dan saling menghargai di antaranya sejak dahulu kala. 
Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Kampung Bugis dan Kampung Islam Kepaon di Pulau Bali. Penduduk Kampung Bugis dan Kampung Islam Kepaon yang beragama Islam hidup berdampingan dengan masyarakat Bali yang beragama Hindu sejak lima ratus tahun lalu. Di tengah maraknya berbagai macam konflik yang mengatasnamakan agama, mereka selalu dapat mengatasi dan mengantisipasinya dengan sikap saling keterbukaan dan kekeluargaan. Seperti halnya ketika aksi terorisme marak diperbincangkan pasca ledakan bom Bali tahun 2002 lalu. Kejadian ini tentu saja berdampak terhadap kehidupan beragama di Pulau Dewata tersebut. Tidak terkecuali masyarakat Hindu di sekitar lingkungan Kampung Bugis dan Kepaon yang sempat merasa curiga terhadap penduduk di kedua kampung Islam ini.
Namun hal ini dapat diselesaikan dengan adanya sikap toleransi dan keterbukaan di antara kedua belah pihak. Sikap toleransi dan keterbukaan ini adalah warisan dari nilai-nilai sejarah yang ditanamkan leluhurnya terdahulu dan hingga saat ini masih dapat terlihat dengan jelas. Kedua sikap ini selalu mereka jadikan pedoman dan diaplikasikan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Setiap warganya saling menghargai dan menghormati budaya dan agamanya masing-masing. Dalam kesehariannya, penduduk Kampung Bugis dan Kepaon masih menjalin hubungan dengan pihak Kerajaan Pemecutan, bahkan keduanya masih saling mengunjungi. Hal ini dapat dibuktikan apabila Puri Pemecutan mengadakan acara, Cokorda (sebutan hormat bagi pemimpin puri) selalu mengundang penduduk Kampung Bugis melalui tetua adatnya. Begitu pun sebaliknya, Cokorda akan selalu datang apabila penduduk Kampung Bugis mengadakan acara. Sikap saling menghormati dan saling memiliki inilah yang terus dihidupkan antara warga Kampung Bugis yang seluruhnya Muslim dan masyarakat Hindu yang berdiam di enam banjar di Desa Serangan. Hal serupa juga terjadi antara Kampung Islam Kepaon dengan Kerajaan Pemecutan. Bahkan masyarakat di Kampung Islam Kepaon sangat fasih menggunakan Bahasa Bali sebagai bahasa sehari-hari. Selain itu, mereka juga mengadakan upacara tiga bulanan bagi bayi baru lahir yang biasa dilakukan umat Hindu. Namun, upacara yang dilakukan diadaptasikan dengan ajaran Islam.  Tidak jarang juga dapat ditemui umat Muslim yang memiliki nama khas Bali seperti Wayan, Kadek, Ketut dan lainnya di kedua kampung Islam ini. Hal ini menunjukkan akulturasi kedua budaya yang dapat saling menyatu tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.
Dengan tetap berpedoman pada sikap tolerasi dan saling terbuka, tidak peduli sebesar apapun konflik yang mungkin timbul diantara masyarakatnya, kedua belah pihak masih dapat menyelesaikannya secara damai sehingga dapat memimalisir terjadinya konflik lain yang lebih besar. Oleh karena itu masyarakat berbeda agama ini dapat hidup saling berdampingan dengan damai.
Toleransi yang ditunjukkan oleh kedua kampung ini dapat dicontoh oleh seluruh wilayah lain di Indonesia. Hal ini disebabkan karena konflik-konflik yang sering terjadi di Indonesia masih identik dengan konflik yang ada di kedua kampung tersebut. Diharapkan apa yang dilakukan oleh masyarakat di Kampung Bugis, Kampung Islam Kepaon dan masyarakat Bali sendiri dapat menjadi panutan bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan yang  multikultural. Sehingga harmonisasi antar umat beragama tidak lagi hanya menjadi sebuah slogan tetapi sebuah kenyataan indah untuk masyarakat Indonesia.
 
Daftar Pustaka
Aini, Nur dan Citra Listya Rini (2013) Rusuh Sumbawa, Puluhan Rumah Warga, Kios, dan Hotel Dibakar. [Internet], Republika. Tersedia dalam: < http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/01/23/mh1ttj-rusuh-sumbawa-puluhan-rumah-warga-kios-dan-hotel-dibakar> [Diakses 9 Februari 2013].
Angkasa, T. Nugroho (2011) Mengakhiri Konflik Berkedok Agama [Internet]. Tersedia dalam: <http://www.rimanews.com/read/20110520/28749/mengakhiri-konflik-berkedok-agama> [Diakses 17 Februari 2013].
Anonim (2012) Warga Way Panji Masih Dicekam Ketakutan. [Internet], Kompas. Tersedia dalam: [Diakses 9 Februari 2013].
Departemen Agama RI (2003) Konflik Sosial Bernuansa Agama di Indonesia [Internet]. Tersedia dalam: <http://www.balitbangdiklat.kemenag.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=96%3Akonflik-sosial-bernuansa-agama-di-indonesia&catid=39%3Apolitics&Itemid=44> [Diakses 9 Februari 2013].
Fauzi, Ihsan Ali, Rudy Harisyah Alam dan Samsu Rizal Panggabean  (2009). Pola-pola Konflik keagamaan di Indonesia  (1990-2008) [Internet]. Badan Pembinaan Hukum Nasional: web side bphn. Tersedia dalam: < http://www.bphn.go.id/data/documents/eksistensi_surat_keputusan_bersama_dalam_penyelesaian_konflik_antar_dan_intern_agama.pdf > [Diakses 9 Februari 2013].
Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana, Putu Kessi Vikaneswari dan Fifin Diah Olivianti (2009) Implementasi Nilai-Nilai  Sejarah Keberadaan Islam di Kampung Bugis dan Kepaon dalam Menyelesaikan Konflik Sosial Agama di Bali. Karya Tulis Ilmiah, SMA Negeri 3 Denpasar.
Ya'kub, Edy M. (2011) Nihil Kerusuhan Agama di Indonesia [Internet], Kompas. Yudono, Jodhi. ed. Tersedia dalam: <http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2133/1/100.hari.jokowi-basuki/read/xml/2011/09/15/03090077/Nihil.Kerusuhan.Agama.di.Indonesia> [Diakses 9 Februari 2013].

Rabu, 13 Maret 2013

Kembali ke Masa Lalu

Ini pertanyaan yang diajukan Si kecil dan cerewet Hari untuk semua anggota Tot. Bisa ku bilang ini karena efek samping setelah menonton dorama Jepang berjudul Puropozu Daisakusen. Sebuah drama yang menceritakan seorang pemuda yang diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu untuk memperjuangkan kisah cintanya. Dan inilah pertanyaan pertama untuk kami “Jika kamu diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu. Kamu ingin kembali pada bagian kehidupan yang mana & apa yang ingin kamu rubah saat itu.” Inilah jawaban kami, jawabah yang berasal dari hati dan sebuah cerita khayalan untuk kenangan dimasa yang akan datang. Happy reading my friend

Nini
Andaikan saja ketika aku membuat keinginan ini ada malaikat yang lewat dan mendengar semua keinginan ini, aku ingin kembali ke masa lalu dimana aku menyatakan perasaan sayang ku terhadapnya. Sebuah prinsip yang sangat kuno aku pertahankan untuk bisa bersamanya, padahal aku tidak menyadari akan perasaan ku yang sebenarnya. Setelah semua pengorbanan yang aku lakukan bersamanya hasilnya tetap sama, aku tidak bisa bersama lagi dengannya. Sahabat, keluarga, dan masa depan semua telah ku korbankan karenanya. Seandainya malam itu aku tidak terbawa oleh prinsipku itu mungkin sekarang aku bisa menjalani apa yang aku sukai dengan senang hati. Sekarang sudah terlambt bagi ku untuk menyesalinya, aku hanya bisa menjadikannya sebuah pengalaman yang dapat menjadikanku lebih baik dari sebelumnya. Jika aku bisa mengulang, aku tidak akan pernah mau menjalani hubungan itu bersamanya.

Hari
Seandainya malam ini benar-benar ada malaikat yang lewat untuk mengabulkan keinginan ku ada beberapa hal yang ingin aku rubah. Jika diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, aku ingin kembali ke malam dimana dia menyatakan rasa suka nya pada aku, pada malam itu aku akan berfikir lebih panjang dan bijaksana. Aku akan lebih memilih menjadi adiknya daripada menjadi pacarnya, walaupun aku mempunyai rasa yang lebih padanya. Jika saat itu aku lebih memilih untuk menjadi adiknya, mungkin sekarang aku dan dia tidak akan merasakan rasa sakit ini. Karena kehadiranku di hidupannya, hanya membuatnya kembali mengingat bayang-bayang masa lalunya yang pahit. Jika saat itu aku menjawab tidak, maka saat ini mungkin aku masih bisa memberikan perhatianku kepadanya. Walaupun hanya sebagai seorang adik dan saat ini aku juga masih bisa merasakan bagaimana memiliki seorang kakak. Tapi karena semua ini sudah terjadi yang terpenting buat ku sekarang adalah kebahagiannya .

Ipin
Kata temen-temen ku, seandainya hari ini ada malaikat yang datang dan mampu mengabulkan keinginan ku untuk mengubah sesuatu di masa lalu, bagian mana dari kehidupanku yang ingin ku ulang dan kurubah. Aku bingung ingin merubah bagian yang mana!?
Kisah cinta? Kisah cinta ku sepertinya tidak serumit mereka, dia datang dan dengan cepatnya dia pergi dari hari-hari ku. Aku tidak menyesal saat aku melakukan kesalahan yang membuatnya berpaling dan mencari yang lain karena dari hal tersebut aku tahu bahwa hatinya tak sepenuhnya untuk ku. Aku juga tidak menyesal telah memulai semua hal itu dengannya karena dari dia aku bisa belajar mengerti orang lain dan berani memulai hal tersebut dengan orang lain selain dia. Dia selalu berpesan pada ku untuk tidak menyesal. Pastinya J. Oh iya, jika aku diberikan mengubah hal lain aku ingin sekali kembali ke masa saat aku jatuh naik motor waktu SMA. Aku tidak akan mengendarai motor sendiri ke sekolah dan aku akan minta diantar, mungkin aku tidak akan jatuh.

Mami Yati
Seandainya tuhan memberikanku satu kesempatan untuk kembali ke masa lalu, aku ingin kembali ke masa SMP dimana waktu itu aku duduk satu bangku dengan orang yang aku suka selama 3 tahun. Aku ingin memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin, ingin menikmati setiap canda tawa dengannya walaupun dia tidak akan pernah tahu tentang perasaan ini. Tapi aku mensyukuri semua yang telah terjadi saat ini, di setiap rencana Tuhan aku tahu itu yang terbaik, saat ini Tuhan telah mengirimkan seseorang yang benar-benar menyayangiku J

Mayun
Sebelumnya aku pernah menjawab tentang pertanyaan ini, “aku ditanya ke bagian mana aku ingin kembali di masa lalu?”. Waktu itu aku menjawab akan kembali ke masa SMP dimana aku menyukai seseorang. Kekuranganku pada saat itu adalah aku tidak bisa berbicara dengan dia walaupun dia mengirimkan “sinyal” bahwa dia ingin aku bisa berbicara dengannya. Tetapi setelah ku pikir-pikir lagi mungkin apabila aku kembali ke masa itu, apa yang aku inginkan tak akan terjadi. Aku baru sadar, saat itu tak terjadi karena Tuhan sudah mempersiapkan semuanya. Seperti apa orang yang cocok dengan kita,dan dengan siapa kita akan bersanding, itu semua sudah direncanakan Tuhan. Untuk sekarang, aku menjadikan masa laluku itu sebagai kisah yang menyenangkan dan sebagai bahan pembelajaran di masa depan. Sehingga aku bisa mendapatkan seseorang yang terbaik untukku nantinya.

Lumen
Hal yang paling aku ingat berhubungan dengan cinta pertama. Bertemu dengan dia di kolam renang. Saat itu aku cuma nempel di dinding kolam karena nggak bisa renang. Sambil menikmati suasana kolam renang yang sejuk banget karena terletak di tengah sawah. Waktu itu langitnya cerah banget. Jauh lebih cerah waktu aku liat dia.. Dia renang bolak balik kolam berulang kali. Dan ketika dia sampai di ujung (di sebelahku) dia buka kaca matanya dan menatapku… itu hal yang ingin aku ulang. Aku sama sekali nggak pengen ngubah apapun, hanya ingin kembali ke masa kecilku itu dan membuatnya berlangsung lebih lama. Melihat dia yang dulu lebih lama lagi, karena aku dan dia sudah berbeda sekarang… Masa-masa itu sangat indah. Membuat aku selalu berdebar setiap harinya. Aku ingin kembali lagi ke sana..
Dan aku harap kelak aku lihat dia bahagia dengan orang yang dia sayang.. Seperti halnya aku bahagia dengan RGD. Aku selalu suka happy ending ^^.

Punii---> nggak kenal (adanya juga Punyan)
Kalo ditanya  bagian mana dari masa lalu yang ingin aku ubah dalam kisah percintaanku, jujur aku bahagia ama keadaan waktu aku kenal sama “DR” pacar pertama sekaligus cinta pertamaku. Aku bahagia banget karena dia orang pertama yang memperhatikanku lebih dari orang lain dan mengajarkan aku arti hadir seorang pria dalam hidupku. Ya, dia adalah kenyataan yang berawal dari sebuah mimpi. Namun bukan hanya dia, aku berterimakasih karena hadirnya semua pelengkap dalam  kisah cintaku,
Tak ada sekeping kisah pun yang ingin aku ubah dari masa lalu percintaanku . karena kini aku disini melangkah dengan langkah-langkah keberuntunganku dan yang pasti aku bahagia dengan keadaan hari ini. Arigatou J

Lunas
Aku tidak seperti sahabat lain di kamar. Aku tidak bermaksud jadi orang yang berbeda dari mereka. Kalau masalah percintaan, aku tidak ingin kembali ke masa lalu. Karena jika aku berharap dapat kembali kesana, berarti aku berbohong pada orang yang paling aku cintai, ibu. Beliau selalu bilang padaku, kalau aku harus fokus belajar dulu, trus kerja. Setelah aku sukses mungkin banyak yang mau jadi pacarku. Boleh GR dikit ya, orang cantik dan sukses siapa sih yang ga mau? Heheeee, (Hal itu sering sekali dikatakan oleh ibu, ayah, atau nenek, ~_~; hihiii). Akan tetapi, aku agak takut juga, hal itu belum tentu benar. Jadi, aku berusaha mengenal lai-laki dari pengalaman oang lain dan tanpa harus berpacaran dulu. Aku hanya bisa berharap nanti aku dapat orang yang benar-benar sayang dan memahamiku. Orang yang bijaksana sesuai dengan ramalan percintaanku.  Astungkara’^_^,

Doli
            Kalau malaikat benar-benar datang untuk memberiku kesempatan kembali ke masa lalu, satu-satunya yang ingin aku rubah adalah kembali memperjuangkan impianku. Kembali ketika aku harus memilih sesuatu yang akan menentukan masa depanku dan bagaimana aku harus menjalaninya. Tapi waktu aku memberikan jawaban ini kepada Hari, Si cerewet ini dengan cepatnya mengomeliku. “Bukan jawaban gitu, klo gitu kan semuanya juga jawab hal yang sama. Tentang percintaan, ini pertanyaan khusus buat kisah cinta. Siapa tau ada malaikan yang bener-bener lewat dan ngabulin permintaanmu”.
Oke, kalau temanya tentang kisah cinta,… Jawabanku adalah aku ingin kembali ketika aku masih diberi kesempatan untuk melihat dia disetiap hariku. Saat-saat itu ku lewati begitu saja hanya dengan melihatnya dari kejauhan. Aku nggak berani untuk bersikap lebih dari itu. Jangankan menyapanya, sekedar melihat wajahnya ketika kami berpapasanpun aku nggak pernah bisa. Tapi kebersamaan itu hilang begitu saja. Kalau aku bisa kembali ke masa itu, aku akan memberanikan diriku untuk bisa lebih dekat dengannya. Sekedar untuk menyapa atau tersenyum ketika kami bertemu. Dan atas ijin Allah, mungkin saat ini kita bisa saling berbagi cerita dan kebahagiaan bersama.
Tapi Allah sudah mengatur semuanya. Menentukan jalan yang harus kami lewati dan bagaimana kami harus melewatinya. Kehidupan ini adalah kehidupan yang terbaik yang diberikan Allah untuk aku dan dia. Mungkin saja Allah sudah mengatur pertemuan indah antara aku dan dia suatu hari nanti. Atau Allah sudah menyiapkan orang lain yang terbaik untukku dan saat ini sedang menungguku disuatu tempat. Untuk dia yang selalu ada dihatiku, sampai saat ini aku hanya bisa mendoakann yang terbaik untukmu. Dimanapun kamu berada, semoga keadaanmu baik-baik saja, dalam lindungan Allah dan kamu dikelilingi orang-orang yang selalu membuatmu bahagia. Orang-orang yang bisa memberikan kebahagiaan yang lebih dari yang bisa kuberikan untukmu.

Jumat, 01 Maret 2013



1-3-13

Hari ini tiba-tiba kita pengen karokean.
Hanya dengan sebuah laptop dan lagu seadanya, kesenanganpun kita mulai.
Lagu-lagu pilihan mulai terputar dan suara-suara tak merdu kami mulai terdengar.
Beberapa lagu yang tengah kita nyanyikan membuat kita berfikir tentang perpisahan.
Bagaimana saat kita harus berpisah nanti?
Akankah kebersamaan ini tetap bisa kita rasakan?
Semua yang kita lalui kemarin, hari ini, esok, dan kebersamaan kita selama ini.
Semuanya hanya akan menjadi kenangan.
Aku akan rindu dengan semua hal yang telah kita lakukan bersama.
Hal-hal sekecil apapun itu.
Aku rasa ketika waktu itu datang, air mata ini tak akan terbendung lagi.
Saat aku pulang ke rumah, mungkin aku akan sangat bahagia.
Tapi, akan ada sesuatu yang terasa hilang.
Aku akan sangat merindukan kalian...




Ingatlah hari ini ya teman...
Triyani "Nini", Mitha "Yati/Mami", Nita "Mayun", Mega "Lumen",
Mariantini "Hari", Apriani "Ipin", Devi "Tude", Diah "Lunas", Dian "Punyan"
n' Please do not forget me, Fifin "Doli"
1-3-13
:) #loveyousemua

Narsis di Tengah Kebosanan

Lihat ketiga mahasiswi ini!!!
Apa yang mereka lakukan ketika bosan menunggu dosen yang tak kunjung datang?!



Dan cara ampuh yang mereka pilih adalllaaaaahhhh.....
FOTO-FOTO NARSIS!!!
Lihatlah aksi mereka (termasuk penulis sendiri, heheheee...)

Gaya sok imooeeetttt...
Gaya innoncent
Gaya manis. Kecuali yang kanan, emang manis kok!!!
Si Nini berkata, "Apa-apaan sih, kok nunjuk-nunjuk!"
Dan si cantikpun menjawab, "Sabar nak, tenangkan dirimu...."

Ini foto yang menurutku paling normal, maksudnya dengan gaya yang biasa2 aja.
Setelah menunggu berjam-jam, 
dosenpun tak kunjung datang.
Dan, anggota narsis eksis inipun bertambah.

Ayo kita tuntaskan sesi foto kali ini!!!! CEMUNGUT!!!!
Capek duduk, coba gaya berdiri ah!...

Hayo...Cowok mana yang berani sama kita??
Ini gaya yg paling aku suka, SANGAT-SANGAT ALAMI

Kenarsisan ini berlanjut sampai ke kamar,
dan lihat lah aksi-aksi para narsi eksis ini....





 Ini foto tambahan request dari si cerewet Hari