Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Kamis, 19 April 2018

CEMARA DI HATI WILL (bagian 3 - selesai)



Kulihat Cemara menggigit bibir sebelum melanjutkan kata-katanya. Wajahnya yang sedikit tertunduk dan tertutup poni kini memandang William, “Aku ucapkan selamat kepada kalian. Will, aku titip Airin padamu, dia wanita yang baik. Dia adalah sahabat terbaikku. Aku tidak ingin melihatnya menangis dan mengeluh padaku.” Kemudian pandangan matanya beralih kepadaku, “Airin seperti perjanjian kita sebelumnya, kita akan tetap menjadi sahabat. Jadi jangan pernah merasa bersalah padaku," jeda sejenak sebelum dia melanjutkan "aku rasa masalah kita sudah selesai, jadi aku harus pergi.”

Dan setelah mengucapkan kalimat itu, Cemara pergi meninggalkan kami dengan sejuta perasaan yang sulit aku ungkapkan dengan kata-kata.
*****
            Hari demi hari berlalu. Awalnya aku kira masalah kami telah selesai. Tapi aku salah, entah kenapa semua terasa tidak berjalan sebagaimana mestinya. Walaupun hubungan antara aku dengan Will dan Cemara tetap berjalan dengan baik. Aku dengan Will berpacaran layaknya sepasang kekasih, tapi aku merasa ada yang hilang dalam diri Will. Bahkan aku ragu dengan perasaanku sendiri saat ini. Satu bulan sudah aku menjalani hubungan yang resmi dengan Will. Tapi, akhir-akhir ini Cemara sering menghindar dari pandanganku dan Will. Apa di marah padaku ?
            Akhirnya aku tau apa yang terjadi, sebuah kabar menjawab pertanyaanku atas kepergian Cemara. Saat itu hatiku pedih luar biasa, akan lebih baik jika saat itu Will lebih memilih Cemara dari pada aku. Cemara tidak marah padaku, dia tidak akan pernah marah padaku ataupun pada Will. Kalian tau kenapa? Karena Tuhan lebih menyayanginya dan kini dia telah mengambil Cemara dari kami. Aku melihat kesedihan di mata Will. Kesedihan yang amat dalam. Kesedihan yang dia tumpahkan di depan nisan bertuliskan nama Cemara. Untuk kedua kalinya Cemara meninggalkannya tanpa penjelasan. Aku tahu Will sangat mencintainya melebihi siapa pun.
Kutatap langit mendung yang seolah turut berduka atas kepergian Cemara. Seandainya kau tahu betapa pentingnya dirimu bagi Will. Apa kau akan tetap meninggalkannya Cemara? Mungkin aku adalah wanita yang dipilih Will, Cemara. Tapi kau akan tetap ada di hatinya, mengisi ruang-ruang yang tidak akan terjangkau oleh siapapun. Tidak juga oleh diriku. Kau tau kenapa? Karena kau telah memahat namamu di hatinya, dan kau akan tetap menjadi belahan hati Will. Untuk saat ini dan untuk selamanya.

Selesai

#30dwc
#30dwcjilid12
#day29

0 komentar: