Kulihat Cemara menggigit bibir sebelum melanjutkan
kata-katanya. Wajahnya yang sedikit tertunduk dan tertutup poni kini memandang
William, “Aku ucapkan selamat kepada kalian. Will, aku titip Airin padamu, dia
wanita yang baik. Dia adalah sahabat terbaikku. Aku tidak ingin melihatnya
menangis dan mengeluh padaku.” Kemudian pandangan matanya beralih kepadaku,
“Airin seperti perjanjian kita sebelumnya, kita akan tetap menjadi sahabat.
Jadi jangan pernah merasa bersalah padaku," jeda sejenak sebelum dia
melanjutkan "aku rasa masalah kita sudah selesai, jadi aku harus pergi.”
Dan setelah mengucapkan kalimat itu, Cemara pergi
meninggalkan kami dengan sejuta perasaan yang sulit aku ungkapkan dengan
kata-kata.
*****
Hari demi hari berlalu. Awalnya aku
kira masalah kami telah selesai. Tapi aku salah, entah kenapa semua terasa
tidak berjalan sebagaimana mestinya. Walaupun hubungan antara aku dengan Will
dan Cemara tetap berjalan dengan baik. Aku dengan Will berpacaran layaknya
sepasang kekasih, tapi aku merasa ada yang hilang dalam diri Will. Bahkan aku
ragu dengan perasaanku sendiri saat ini. Satu bulan sudah aku menjalani
hubungan yang resmi dengan Will. Tapi, akhir-akhir ini Cemara sering menghindar
dari pandanganku dan Will. Apa di marah padaku ?
Akhirnya aku tau apa yang terjadi,
sebuah kabar menjawab pertanyaanku atas kepergian Cemara. Saat itu hatiku pedih
luar biasa, akan lebih baik jika saat itu Will lebih memilih Cemara dari pada
aku. Cemara tidak marah padaku, dia tidak akan pernah marah padaku ataupun pada
Will. Kalian tau kenapa? Karena Tuhan lebih menyayanginya dan kini dia telah
mengambil Cemara dari kami. Aku melihat kesedihan di mata Will. Kesedihan yang
amat dalam. Kesedihan yang dia tumpahkan di depan nisan bertuliskan nama
Cemara. Untuk kedua kalinya Cemara meninggalkannya tanpa penjelasan. Aku tahu
Will sangat mencintainya melebihi siapa pun.
Kutatap
langit mendung yang seolah turut berduka atas kepergian Cemara. Seandainya kau
tahu betapa pentingnya dirimu bagi Will. Apa kau akan tetap meninggalkannya
Cemara? Mungkin aku adalah wanita yang dipilih Will, Cemara. Tapi kau akan
tetap ada di hatinya, mengisi ruang-ruang yang tidak akan terjangkau oleh
siapapun. Tidak juga oleh diriku. Kau tau kenapa? Karena kau telah memahat
namamu di hatinya, dan kau akan tetap menjadi belahan hati Will. Untuk saat ini
dan untuk selamanya.
Selesai
#30dwc
#30dwcjilid12
#day29






0 komentar:
Posting Komentar