Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 17 Agustus 2014

Cara Kami Merayakan Hari Kemerdekaan



Kami, lima perempuan iseng yang mencoba mendaki Gunung Batu Karu
17 Agustus, Hari Kemerdekaan Indonesia. Seiap orang memiliki cara tersendiri untuk merayakannya. Dan aku bersama adik dan ketiga temanku memilih untuk merayakannya di Puncak Batu Karu. Gunung ini ku pilih setelah tahun lalu selepas mendaki Gunung Agung, aku baru mengetahui kalau di Pulau Bali ini ada gunung yang bernama Batu Karu. Bahkan gunung ini adalah gunung tertinggi kedua di Pulau Bali. Heheheeee.... Maklum, aku lemah dalam bidang IPS. :p Di tambah lagi dengan tawaran dari bapak temanku. Tak perlu pikir panjang lagi, langsung saja kupersiapkan diriku untuk melakukan pendakian.
Bersama para pendaki Satya Giri, kami yang hanya lima perempuan nyasar bermodalkan niat kuat memulai pendakian. Selama pendakian tentu saja mata kami dimanjakan dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Di tambah dengan alunan musik yang terputar melalui MP3 salah satu anggota Satya Giri, pendakian terasa menyenangkan. Dan satu lagi yang menjadi hiburan tersendiri untukku. Puluhan kata-kata pujian akan keindahan alam pegunungan yang keluar dari mulut temanku. Sebut saja namanya  ‘CIBO’. Temanku yang satu ini baru pertama kali melakukan pendakian. Jauh-jauh hari sebelumnya, banyak pertanyaan dan pernyataan konyol yang dia sampaikan padaku. Hasilnya? Tentu saja selama perjalanaan aku dibuat keheranan karena tingkah laku dan perkataannya.
Papan kuning ini "sesuatu" banget buat kita. Hahahaaaa...
Hanya berbekal sebuah kamera poket yang berhasil ku pinjam dari om ku, setiap moment selalu ku abadikan. Bahkan di setiap ketinggian, kami selalu menyempatkan diri untuk melakukan selfie. Sekedar untuk menyenangkan teman-temanku atau menyemangati diri untuk segera sampai ke puncak. Pendakian kami terbilang santai, berjalan-lelah-istirahat-makan/minum-foto-berjalan-lelah-istirahat-dst. Hahahaaaa... :)
Begitu sampai di Puncak Batu Karu, semua lelah terasa hilang. Alam menyambut kedatangan kami dengan memperlihatkan keindahaanya. Di setiap pergantian waktu, Allah memanjakan mata kami dengan maha karya ciptaannya. Awan putih dan langit yang biru, gunung dan danau, terbit dan tenggelamnya matahari, embun di malam hari dan kabut di pagi hari, lagit malam yang berbintang, pemandangan kota di malam hari, udara dingin di malam hari dan kehangatan matahari esok hari, semuanya, semuanya serasa indah untuk dinikmati.
Semua lelah terbanyar dengan indahnya puncak Batu Karu :)
Kami mengakhiri perayaan kemerdekaan ini dengan sebuah upacara bendera sederhana. Dengan sebuah tiang kayu, Merah Putih berkibar dengan gagahnya diterpa angin gunung. Sebuah penghormatan kami berikan kepada bendera negara ini dan Lagu Indonesia Raya-pun berkumandang. 

Upacara sederhana yang kami lakukan di Puncak Batu Karu

Foto kami bersama anggota Satya Giri dan Petualang Alam







“DIRGAHAYU INDONESIA”

“TETAPLAH JAYA NEGERIKU”