Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Senin, 30 Agustus 2010

Tanamkan pada diri Anda!!!

Seperti orang-orang terkenal,
Anda mempunyai otak yang cerdas dan potensi yang tak terduga.



Ingatlah untuk menggunakan keterampilan Anda
Dan ingatlah untuk bersenang-senang
Dan ketika akhirnya anda mencapai tujuan Anda …

Rayakanlah!!!

Quantum learning

Rabu, 25 Agustus 2010

Perasaan Apa Ya?

Aku binggung dengan perasaan ini?
Awalnya aku nggak tau ini perasaan apa
Yang aku tau cuma sekedar.....
Aku suka ngeliat dia, penampilannya, dan yang pasti sifatnya

Waktu itu aku masih seorang anak yang cuma bisa menghitung satu tambah satu
Sedangkan dia, satu tahun diatasku
Sampai suatu kesempatan kami bisa duduk sebangku

Setiap ngeliat dia, aku ngerasa ada yang aneh dalam diriku
Di sini, di bagian dalam diriku, tapi nggak tau apa
Dia bukan seorang yang pandai bercerita, tapi aku suka denger cerita-ceritanya
Tentang silsilah keluarganya, perjuangan hidupnya,
Masalahnya dan apapun yang bisa dia ceritakan
Aku merasa beruntung bisa mendengar cerita-ceritanya

Waktu aku nangis karna dimarah guru atau dapat ulangan jelek
Satu-satunya orang yang bisa buat aku berhenti menagis cuma dia
Nggak ngerti kenapa?
Padahal kata-kata yang dia bilang sangat singkat, cuma
“Nggak perlu nangis, dasar cengeng”
Menurut teman-temanku itu kata-kata yang jahat dan menyebalkan
Tapi bagiku, kata-katanya sebuah semangat bagiku

Dia akan ngelakuin semua hal yang dia suka dan dia anggap benar
Dia pernah nguber maling sepeda temenku
Bahkan nggak perduliin keselamtannya
Sampai dia jatuh dan giginya patah (hahahaaa)
Itulah dia…

Hari terlama aku bareng dia, waktu aku bisa satu tim lomba
Aku masih ingat jelas, waktu itu aku nangis karna putus asa
Tapi ada satu kalimat yang dia bilang, khusus buat aku
“Jangan nangis, semua belum selesai”
Dari sana aku mulai semangat lagi dan bisa sampai akhir

Dia itu tipe orang yang selalu semangat dan setia kawan
Nggak pernah mau keliatan lemah di depan orang
Tapi aku suka ngeliat semua ekspresinya
Aku pernah ngeliat dia nangis, bingung, bersemangat, marah,
Dan aku tau dia suka sama temenku
Tapi masa bodoh
Yang aku perluin cuma bisa ngeliat dia, semangatnya, dan semua tentang dia
Aku bingung, dia tau nggak ya apa yang aku rasain?
Mungkin tau, tapi….

Ini salah satu rencana Allah buatku
Sampai aku jadi putih biru, aku masih bisa sering liat dia
Ya, walaupun nggak sesering dan sedeket dulu
Tapi dia masih sering kasi semangat kalo aku lagi nangis (dulu aku cengeng)
Paling tidak, aku masih bisa denger kabarnya dari pembicaraan temen-temenku
Temen-temenku nggak pernah tau tentang perasaanku

Cuma sembilan tahun, aku bisa bareng dia
Sekarang aku udah putih abu-abu
Dan nggak pernah liat dia lagi
Terakhir kali ngeliat dia, nggak lebih dari lima detik
Tapi aku nggak pernah bisa ngelupain dia

Aku nggak punya fotonya, barang-barang dari dia atau yang lainya
Yang aku inget cuma apa yang terekam dalam memori otakku
Aku masih inget jelas semua tentang dia
Senyumnya, pias wajahnya, tingkah lakunya
Yah, semua yang aku ingat tiga tahun lalu

Aku masih sering ngucapin selamat ulang tahun buat dia
Tanpa perayaan, tanpa kue, tanpa lilin bahkan tanpa ngeliat dia
Hanya memutar ulang semua ingatanku tentang dia
Aku juga masih sering baca zodiaknya (nggak penting se…)

Sekarang dia lagi ngapain ya?
Pertanyaan ini nggak pernah terjawab
Sampai aku ketik tulisan ini bahkan sampai besok, besok dan besok
Di sana dia inget aku nggak ya?
Kayak aku inget dia

Mungkin aku nggak perlu tau semua itu
Bahkan untuk ngertiin perasaan ini aja aku masih bingung
Perasaan yang nggak pernah hilang sampai saat ini
Perasaanku yang tak tersampaikan untuk dia
Dan mungkin akan terus aku rasain, entah sampai kapan
Ya, dia . . . -1-

Kamis, 19 Agustus 2010

Perjuangan Menerbitkan 13 Buku

Remaja hidup dalam dunia yang aktif dan penuh semangat. Namun jarang remaja menyampaikan segala keinginan dan unek-uneknya melalui tulisan. Yang ada saat ini, mereka kebanyakan lebih senang bepergian bersama kelompoknya dengan membuat sebuah “Geng”. Atau tak jarang yang bisa kita temui adalah remaja yang hanya diam padahal sesungguhnya mereka memiliki potensi.

Kelakuan-kelakuan seperti itu tak berlaku bagi sebagian remaja yang tergabung dalam ekskul Madyapadma Journalistik Park. Mereka memilih cara yang lebih cerdas dan kreatif. Semangat berkreatifitas mereka dituangkan dalam sebuah tulisan-tulisan kritis dan berisi.

Mungkin kita berfikir menulis itu susah. Tapi sebenarnya gampang kok! Yang terpenting adalah menulis dengan senang hati tanpa memikirkan baik buruknya hasil yang didapat. Yang lebih penting lagi adalah kepuasan dalam menuangkan isi hati dan kreatifitas. Dengan keyakinan tersebut dan dukungan dari seorang Pemulung Tulisan, teman-teman Madyapadma mulai mengumpulkan karya-karya mereka yang dianggap layak untuk dibukukan.

Dan, akhirnya crew Madyapadma berhasil menghimpun tulisan teman-teman menjadi belasan buku. Tak tanggung-tanggung, tulisan yang kami kumpulkan mampu dibuat menjadi 13 buku. Buku ini berisi artikel dan catatan perjalanan buah pena dari beberapa anggakatan Madyapadma. Artikel-artikel ini kebanyakan berasal dari tulisan-tulisan kami dalam mengikuti lomba-lomba intern sekolah atau lomba-lomba di luar sekolah.

Tak hanya sampai disitu perjuangan teman-teman Madyapadma. Urusan dana adalah masalah besar yang dialami dalam proses penerbitan buku. Anggaran yang kawan-kawan Madyapadma targetkan adalah sebesar Rp 87 juta rupiah, namun yang dapat dihimpun dari hasil sponsor dan sumbangan penulis hanyalah sebesar Rp 7 juta rupiah.

Kawan-kawan Madyapadma tak kurang akal. Mereka memberanikan diri mencetak buku-buku itu sendiri dengan cetakan terbatas (satu jenis buku maksimal kami cetak 6 buah). Hanya tiga buku yang ditipkan ke percetakan. Meskipun kemampuan kawan-kawan masih sangat minim, namun berkat bantuan “Si Pemulung Tulisan” dan berbagai pihak terkait, akhirnya ke-13 buku itu terbit juga. Proses peluncuran ke 13 buku ini merupakan hal yang membanggakan bagi kami. Masyarakat dari berbagai kalangan seperti pelajar, penulis, wartawan dan masyarakat umum memberikan tanggapan positif terhadap hasil kerja keras kami.

Tetapi, tetap saja kami masih membutuhkan dana dalam pencetakan selanjutnya. Untuk itu, kami menawarkan buku-buku karya kami kepada para pembaca. Untuk itu, saya selaku salah satu bagian dari Madyapadma sekaligus penulis dalam buku ini membuat artikel ini untuk mencari dukungan pembaca sekalian. Bagi kalian yang sangat peduli terhadap kemajuan remaja, lihatlah buku-buku karya kami. Saya sediakan sinopsis 12 buku dari 13 buku tersebut, jika para pembaca berminat dapat menghubungi Contact Person Madyapadma.

Contact Person :

1. Devi Aprianti (085237016659)

2. Utama Jaya Wiguna (085739182991)

13 Buku Karya Anak Muda Inonesia

Atas Nama Madyapadma


01. "Untuk Apa Ke Sekolah"Untukapa ke sekolah?

Adalah pertanyaan ringan yang membutuhkan jawaban yangdalam. Sebab secara turun temurun kita telah menyadari bahwa untukmenjadi manusia yang cerdas dan sukses, sekolah adalah hal utama yangharus dituntaskan. Namun, terlepas daripada itu, selama ini sudahkahsistem sekolah telah mencukupi untuk membentuk manusia yang handal,cerdas dan berbudi pekerti luhur. Tulisan lain yang terkumpul dalam"Untuk Apa Pergi ke Sekolah" antara lain "Pendidikan Murah dan Berkualitas", "Menanti Sebuah Wacana Menjadi Realita, SekolahPerlu Intensifkan Praktikum Kimia" dimana topiknya tak lepas darimasalah pendidikan dan tulisan-tulisan lainnya, yang salah satunyatentu tulisan yang berjudul "Untuk Apa ke Sekolah?" Buku ini merupakanbunga rampai tulisan anggota dan pengurus Madyapadma Journalistic Park.

02. Biopestisida (Seri Imiah)

Bukuini membahas tentang khasiat berbagai tanaman untuk menghambat penyakitbusuk lunak pada tanaman lidah buaya. Ketiga tulisan tersebut adalahPotensi Pemanfaatan Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythirna subumbrans(Hask)Merr) Untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Penyebab Penyakit Busuk Lunak Pada Lidah Buaya (Aloevera barbadensis milleer); Uji Daya Hambat Dan Mekanisme Penghambatan Ekstrak Daun Alamanda (Allamanda cathartica L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Penyebab Penyakit Busuk Lunak Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera barbadensis Milleer); Uji Daya Hambat dan Mekanisme Penghambatan Ekstrak Bunga Teratai Putih (Nymphaea alba) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Sebagai Penyebab Penyakit Busuk Lunak pada Tanaman Lidah Buaya (Aloevera barbadensis Miller.)

Penelitian-penelitianitu merupakan penelitian yang dilakukan anggota dan pengurus MadyapadmaJournalistic Park dengan meminjam laboratorium di LaboratoriumBiopestisida Fak. Pertanian Unud di Program Pasca Sarjana Unud.

03. Antara Bisnis Penerbitan Buku, Radio dan Kerajinan

Bukuini adalah kumpulan tulisan dalam Koran dinding pada lomba di Fak.Ekonomi Unud tahun 2009. Ketika itu dari tiga tim kelas satu yangdikirim, hasilnya adalah sebagai juara pertama, juara kedua dan juarakeempat. Ketika itu tema lomba adalah ekonomi kreatif. Dan ketiga timmengangkat masing-masing bisnis penerbitan buku, bisnis radio danbisnis kerajinan. Tulisan – tulisan dalam buku ini cukup menginspirasikita khususnya dalam berwirausaha.

04. "Mr. Dollar"

Mr.Dollar adalah buku dengan kumpulan tulisan – tulisan dari seorang DesakPutu Diah Dharmapatni (Tim Madyapadma Journalistic Park). Seorangpenulis yang mengambil jurusan Bahasa di bangku SMA ini. Selama hampirtiga tahun di SMAN 3 Denpasar telah beragam tulisan dihasilkan,diantaranya, Mr. Dollar yang juga menjadi judul dari bukuini. Mr. Dollar adalah tulisan dengan latar belakang pendidikan danseorang guru yang kerap membayar nilai dengan uang. Selain itu, adapula tulisan yang masih berbau pendidikan yakni, "Guru Juga Manusia".Disamping mengangkat tema pendidikan, tulisan Diah juga membahasmengenai permasalahan remaja, salah satunya "Kisah Cinta di Sekolah".Dengan membaca buku ini, kita akan melihat apa yang sebenarnya seringmenjadi keluhan banyak remaja.

05. Ketika Remaja Bicara Pertanian

Buku ini adalah kumpulan dari artikel dan esai bertajuk pertanian. Namun tak sekedar membahasmasalah pertanian di Indonesia, tapi juga turut memberi alternatifdalam membangkitkan pertanian Indonesia yang notabene merupakan negaraagraris. Tulisan – tulisan yang dimuat dalam buku ini antara lain : "Agroindustri Tanaman Aloevera, Menembus Pasar Dunia", "Indonesia Perlu Waktu, Untuk Menerapkan Pangan Sebagai Sumber Energi", "Drip Irrigation, Sebuah Terobosan Efisiensi Irigasi", Optimalisasi Kopi Luwak Dalam Agroindustri Untuk Meningkatkan Daya Saing Di Dunia, danmasih banyak lagi. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapapenulis anggota Madyapadma Journalistic Park tentang bentuk kepedulian,pemikiran dan pandangan mereka seputar pertanian di Indonesia.

06. "PR Bagi Legislator"

Sesuaidengan judul bukunya, buku ini berisikan tulisn – tulisan yangmengkritisi anggota legislatif dari berbagai sudut pandang. Kebanyakandari tulisan ini berlatar belakang lingkungan Bali. Misalnya, "TataRuang Bali Amburadul, Siapa yang Dibodohi?", "Jangan Sampai MenjualBali" dan "Tata Ruang Bali : Inginkan Ketegasanbukan Revisi". Di samping itu ada pula yang bertemakan politik danpendidikan. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapa penulisanggota Madyapadma Journalistic Park tentang keprihatinan mereka akankualitas legislator Bali.

07. Jejak Juara Di Lingkungan (seri ilmiah)

Bukuini adalah kumpulan karya tulis ilmiah yang pernah menjuarai ajangkarya tulis nasional. Tulisan – tulisan ini mengulas tentang manfaattumbuhan sebagai solusi berbagai permasalahan lingkungan dan manusia.Tiga karya tulis ilmiah itu adalah "Model Teknik Pengolahan LimbahIndustri Garmen Secara Bio-Fisika yang Ekonomis dan Ramah Lingkungandengan Memanfaatkan Kemampuan Tumbuhan Eceng Gondok ( Eichornia crassipes ) yang Efektif dan Efisien", "Meningkatkan Nilai Guna Tumbuhan Byah-byah (Monochoria vaginalis (Burn.f) Prest ) dari Tumbuhan Gulma dan Pakan Ternak Menjadi Sayuran yang Layak di Konsumsi Manusia" dan "Kombinasi Tanaman Kunyit (Curcuma domestica VAL.) , Sirih (Piper betle L.) dengan Madu sebagai Formula untuk Mencegah Penyakit Kanker Lambung".

08. Yang Unik, Yang Juara (seri ilmiah)

Buku Yang Unik, Yang Juara iniadalah kumpulan tulisan dari I Gusti Agung Paramitha Eka Putri dan DisaSaraswati serta Ni Wayan Devi Aprianti dkk. Ketiga tulisan hasil risetini sempat mengukir prestasi. Tulisan I Gusti Agung Paramitha Eka Putriyang mengangkat seputar penerapan rumah arsitektur Bali yang ramahlingkungan dan mengurangi penggunaan AC meraih peringkat enam dalamlomba LKTI lingkungan tingkat nasional yang diselenggarakan Depdiknas.Kemudian tulisan Disa Saraswati tentang Subak Agung kaitannya dengankelestarian lingkungan dan mencegah konflik meraih juara kedua dalamlomba LKTI tingkat nasional yang diselenggarakan Depdiknas bekerjasamadengan Dep. Pariwisata. Serta riset media selama sepuluh tahun tentangsikap multikultur orang Bali pasca bom Bali yang dilakukan Ni WayanDevi Aprianti dkk meraih juara kelima lomba LKTI se-Bali yangdiselenggarakan oleh Undiksha. Ketiga penelitian mereka merupakanpenelitian-penelitian unik yang mampu mengantarkan mereka menjadijuara. Sekaligus riset unik yang perlu mendapat apresiasi.

09. Sang Juara (seri ilmiah)

Buku"Sang Juara" ini merupakan buku hasil riset yang kemudian mengantarkantim Madyapadma menjadi juara dalam lomba-lomba LKTI. Ketiga riset ituantara lain "Kajian Penerapan Konsep TriHita Karana Untuk Meredam Konflik Sesama Orang Bali (riset media1997-2008)"; "Kombinasi Tanaman (Cucuma Domestica Val.), Sirih (PiperBetle L.) Dengan Madu Sebagai Formula Untuk Mengobati Penyakit Maag"; dan "Potensi Tanaman Sirih (Piper betle L.) sebagai Sumber Pestisida Nabati Untuk Menunjang Pertanian Organik yang Berkelanjutan".

10. Cintaku Berat di Ongkos

Kumpulantulisan selama hampir tiga tahun di Madyapadma Journalistic Park dariseorang Dewa Ayu Widyastiti Sravistha ini terdiri dari tulisan dengantema yang beragam. Namun sebagai seorang siswi dari kelas sosial, Widyalebih banyak mengangkat tema sosial, seperti "Produksi Kreatif Untuk Ekonomi dan Pendidikan Bangsa", "Indonesia Pancasila Antara Otak dan Moral" dan "Humaniora-Eksakta:Ilmu yang Berbeda tetapi Satu". Namun sebagai seorang gadis yang baruberanjak remaja, Widya tentu tak lepas dari fenomena dunia remajanya.Ini tertuang dari tulisannya yang juga menjadi judul dari buku ini,yaitu "Cintaku Berat di Ongkos".

11. Jejak Bali Di Tangan Pelajar

Sesuaijudulnya, buku ini adalah tulisan – tulisan mengenai Bali melaluipenilaian pelajar. Tidak hanya membahas Bali sebagai pulau wisataseperti dalam tulisan "Dampak Sceto Plan", namun juga mengulas mengenaiadat leluhur yang dibahas dalam "Kembar Buncing, Adat Kaku PeninggalanMasa Lalu." Dan, beragam tulisan kritis pelajar atau remaja dalammelihat sosok Bali sebagai Bali yang indah semata, melainkan sosokhitam putih Bali yang menggoda mereka untuk menuliskan pandangannyasecara kritis. Buku ini adalah bunga rampai dari penulis-penulis yangtergabung dalam Madyapadma Journalistic Park –SMAN 3 Denpasar.

12. Riset Unik Tentang Bali (Seri Ilmiah)

Bukuini tentang riset-riset unik seputar Bali. Antara lain riset dari NiWayan Oktariani yang meneliti berapa biaya yang dikeluarkan orang Balisetiap tahunnya untuk banten hari raya Galungan-Kuningan. Dari hasilrisetnya angkanya mencapai triliunan rupiah.

Adajuga riset unik tentang benarkah dewasa ayu atau hari baik itusebenarnya ilmiah? Untuk itu Putri dkk melakukan riset dewasa ayu orangngaben, nikah, potong gigi selama 10 tahun, tanggal-tanggal hari baikitu kemudian dicocokkan dengan data cuaca yang diambil dari BMKG.Hasilnya 70 % lebih hari baik itu termasuk hari yang cerah sesuai limakriteria. Bahkan kalo kriteria diturunkan 4 dari 5 lima kriteria sudahdipenuhi dianggap memenuhi syarat, maka hasilnya sekitar 80 % - 90 %dewasa ayu itu tepat harinya cerah.


01. "Untuk Apa Ke Sekolah"Untukapa ke sekolah?

Adalah pertanyaan ringan yang membutuhkan jawaban yangdalam. Sebab secara turun temurun kita telah menyadari bahwa untukmenjadi manusia yang cerdas dan sukses, sekolah adalah hal utama yangharus dituntaskan. Namun, terlepas daripada itu, selama ini sudahkahsistem sekolah telah mencukupi untuk membentuk manusia yang handal,cerdas dan berbudi pekerti luhur. Tulisan lain yang terkumpul dalam"Untuk Apa Pergi ke Sekolah" antara lain "Pendidikan Murah dan Berkualitas", "Menanti Sebuah Wacana Menjadi Realita, SekolahPerlu Intensifkan Praktikum Kimia" dimana topiknya tak lepas darimasalah pendidikan dan tulisan-tulisan lainnya, yang salah satunyatentu tulisan yang berjudul "Untuk Apa ke Sekolah?" Buku ini merupakanbunga rampai tulisan anggota dan pengurus Madyapadma Journalistic Park.

02. Biopestisida (Seri Imiah)

Bukuini membahas tentang khasiat berbagai tanaman untuk menghambat penyakitbusuk lunak pada tanaman lidah buaya. Ketiga tulisan tersebut adalahPotensi Pemanfaatan Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythirna subumbrans(Hask)Merr) Untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Penyebab Penyakit Busuk Lunak Pada Lidah Buaya (Aloevera barbadensis milleer); Uji Daya Hambat Dan Mekanisme Penghambatan Ekstrak Daun Alamanda (Allamanda cathartica L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Penyebab Penyakit Busuk Lunak Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera barbadensis Milleer); Uji Daya Hambat dan Mekanisme Penghambatan Ekstrak Bunga Teratai Putih (Nymphaea alba) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora Sebagai Penyebab Penyakit Busuk Lunak pada Tanaman Lidah Buaya (Aloevera barbadensis Miller.)

Penelitian-penelitianitu merupakan penelitian yang dilakukan anggota dan pengurus MadyapadmaJournalistic Park dengan meminjam laboratorium di LaboratoriumBiopestisida Fak. Pertanian Unud di Program Pasca Sarjana Unud.

03. Antara Bisnis Penerbitan Buku, Radio dan Kerajinan

Bukuini adalah kumpulan tulisan dalam Koran dinding pada lomba di Fak.Ekonomi Unud tahun 2009. Ketika itu dari tiga tim kelas satu yangdikirim, hasilnya adalah sebagai juara pertama, juara kedua dan juarakeempat. Ketika itu tema lomba adalah ekonomi kreatif. Dan ketiga timmengangkat masing-masing bisnis penerbitan buku, bisnis radio danbisnis kerajinan. Tulisan – tulisan dalam buku ini cukup menginspirasikita khususnya dalam berwirausaha.

04. "Mr. Dollar"

Mr.Dollar adalah buku dengan kumpulan tulisan – tulisan dari seorang DesakPutu Diah Dharmapatni (Tim Madyapadma Journalistic Park). Seorangpenulis yang mengambil jurusan Bahasa di bangku SMA ini. Selama hampirtiga tahun di SMAN 3 Denpasar telah beragam tulisan dihasilkan,diantaranya, Mr. Dollar yang juga menjadi judul dari bukuini. Mr. Dollar adalah tulisan dengan latar belakang pendidikan danseorang guru yang kerap membayar nilai dengan uang. Selain itu, adapula tulisan yang masih berbau pendidikan yakni, "Guru Juga Manusia".Disamping mengangkat tema pendidikan, tulisan Diah juga membahasmengenai permasalahan remaja, salah satunya "Kisah Cinta di Sekolah".Dengan membaca buku ini, kita akan melihat apa yang sebenarnya seringmenjadi keluhan banyak remaja.

05. Ketika Remaja Bicara Pertanian

Buku ini adalah kumpulan dari artikel dan esai bertajuk pertanian. Namun tak sekedar membahasmasalah pertanian di Indonesia, tapi juga turut memberi alternatifdalam membangkitkan pertanian Indonesia yang notabene merupakan negaraagraris. Tulisan – tulisan yang dimuat dalam buku ini antara lain : "Agroindustri Tanaman Aloevera, Menembus Pasar Dunia", "Indonesia Perlu Waktu, Untuk Menerapkan Pangan Sebagai Sumber Energi", "Drip Irrigation, Sebuah Terobosan Efisiensi Irigasi", Optimalisasi Kopi Luwak Dalam Agroindustri Untuk Meningkatkan Daya Saing Di Dunia, danmasih banyak lagi. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapapenulis anggota Madyapadma Journalistic Park tentang bentuk kepedulian,pemikiran dan pandangan mereka seputar pertanian di Indonesia.

06. "PR Bagi Legislator"

Sesuaidengan judul bukunya, buku ini berisikan tulisn – tulisan yangmengkritisi anggota legislatif dari berbagai sudut pandang. Kebanyakandari tulisan ini berlatar belakang lingkungan Bali. Misalnya, "TataRuang Bali Amburadul, Siapa yang Dibodohi?", "Jangan Sampai MenjualBali" dan "Tata Ruang Bali : Inginkan Ketegasanbukan Revisi". Di samping itu ada pula yang bertemakan politik danpendidikan. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapa penulisanggota Madyapadma Journalistic Park tentang keprihatinan mereka akankualitas legislator Bali.

07. Jejak Juara Di Lingkungan (seri ilmiah)

Bukuini adalah kumpulan karya tulis ilmiah yang pernah menjuarai ajangkarya tulis nasional. Tulisan – tulisan ini mengulas tentang manfaattumbuhan sebagai solusi berbagai permasalahan lingkungan dan manusia.Tiga karya tulis ilmiah itu adalah "Model Teknik Pengolahan LimbahIndustri Garmen Secara Bio-Fisika yang Ekonomis dan Ramah Lingkungandengan Memanfaatkan Kemampuan Tumbuhan Eceng Gondok ( Eichornia crassipes ) yang Efektif dan Efisien", "Meningkatkan Nilai Guna Tumbuhan Byah-byah (Monochoria vaginalis (Burn.f) Prest ) dari Tumbuhan Gulma dan Pakan Ternak Menjadi Sayuran yang Layak di Konsumsi Manusia" dan "Kombinasi Tanaman Kunyit (Curcuma domestica VAL.) , Sirih (Piper betle L.) dengan Madu sebagai Formula untuk Mencegah Penyakit Kanker Lambung".

08. Yang Unik, Yang Juara (seri ilmiah)

Buku Yang Unik, Yang Juara iniadalah kumpulan tulisan dari I Gusti Agung Paramitha Eka Putri dan DisaSaraswati serta Ni Wayan Devi Aprianti dkk. Ketiga tulisan hasil risetini sempat mengukir prestasi. Tulisan I Gusti Agung Paramitha Eka Putriyang mengangkat seputar penerapan rumah arsitektur Bali yang ramahlingkungan dan mengurangi penggunaan AC meraih peringkat enam dalamlomba LKTI lingkungan tingkat nasional yang diselenggarakan Depdiknas.Kemudian tulisan Disa Saraswati tentang Subak Agung kaitannya dengankelestarian lingkungan dan mencegah konflik meraih juara kedua dalamlomba LKTI tingkat nasional yang diselenggarakan Depdiknas bekerjasamadengan Dep. Pariwisata. Serta riset media selama sepuluh tahun tentangsikap multikultur orang Bali pasca bom Bali yang dilakukan Ni WayanDevi Aprianti dkk meraih juara kelima lomba LKTI se-Bali yangdiselenggarakan oleh Undiksha. Ketiga penelitian mereka merupakanpenelitian-penelitian unik yang mampu mengantarkan mereka menjadijuara. Sekaligus riset unik yang perlu mendapat apresiasi.

09. Sang Juara (seri ilmiah)

Buku"Sang Juara" ini merupakan buku hasil riset yang kemudian mengantarkantim Madyapadma menjadi juara dalam lomba-lomba LKTI. Ketiga riset ituantara lain "Kajian Penerapan Konsep TriHita Karana Untuk Meredam Konflik Sesama Orang Bali (riset media1997-2008)"; "Kombinasi Tanaman (Cucuma Domestica Val.), Sirih (PiperBetle L.) Dengan Madu Sebagai Formula Untuk Mengobati Penyakit Maag"; dan "Potensi Tanaman Sirih (Piper betle L.) sebagai Sumber Pestisida Nabati Untuk Menunjang Pertanian Organik yang Berkelanjutan".

10. Cintaku Berat di Ongkos

Kumpulantulisan selama hampir tiga tahun di Madyapadma Journalistic Park dariseorang Dewa Ayu Widyastiti Sravistha ini terdiri dari tulisan dengantema yang beragam. Namun sebagai seorang siswi dari kelas sosial, Widyalebih banyak mengangkat tema sosial, seperti "Produksi Kreatif Untuk Ekonomi dan Pendidikan Bangsa", "Indonesia Pancasila Antara Otak dan Moral" dan "Humaniora-Eksakta:Ilmu yang Berbeda tetapi Satu". Namun sebagai seorang gadis yang baruberanjak remaja, Widya tentu tak lepas dari fenomena dunia remajanya.Ini tertuang dari tulisannya yang juga menjadi judul dari buku ini,yaitu "Cintaku Berat di Ongkos".

11. Jejak Bali Di Tangan Pelajar

Sesuaijudulnya, buku ini adalah tulisan – tulisan mengenai Bali melaluipenilaian pelajar. Tidak hanya membahas Bali sebagai pulau wisataseperti dalam tulisan "Dampak Sceto Plan", namun juga mengulas mengenaiadat leluhur yang dibahas dalam "Kembar Buncing, Adat Kaku PeninggalanMasa Lalu." Dan, beragam tulisan kritis pelajar atau remaja dalammelihat sosok Bali sebagai Bali yang indah semata, melainkan sosokhitam putih Bali yang menggoda mereka untuk menuliskan pandangannyasecara kritis. Buku ini adalah bunga rampai dari penulis-penulis yangtergabung dalam Madyapadma Journalistic Park –SMAN 3 Denpasar.

12. Riset Unik Tentang Bali (Seri Ilmiah)

Bukuini tentang riset-riset unik seputar Bali. Antara lain riset dari NiWayan Oktariani yang meneliti berapa biaya yang dikeluarkan orang Balisetiap tahunnya untuk banten hari raya Galungan-Kuningan. Dari hasilrisetnya angkanya mencapai triliunan rupiah.

Adajuga riset unik tentang benarkah dewasa ayu atau hari baik itusebenarnya ilmiah? Untuk itu Putri dkk melakukan riset dewasa ayu orangngaben, nikah, potong gigi selama 10 tahun, tanggal-tanggal hari baikitu kemudian dicocokkan dengan data cuaca yang diambil dari BMKG.Hasilnya 70 % lebih hari baik itu termasuk hari yang cerah sesuai limakriteria. Bahkan kalo kriteria diturunkan 4 dari 5 lima kriteria sudahdipenuhi dianggap memenuhi syarat, maka hasilnya sekitar 80 % - 90 %dewasa ayu itu tepat harinya cerah.

Selasa, 03 Agustus 2010

Ini Kisah Si Pemulung Tulisan

Satu kesempatan, seorang laki-laki berprofesi sebagai kuli tinta tengah berbicang dengan seorang kenalannya. Kuli tinta ini mengutarakan idenya tentang rencana membukukan tulisan-tulisan karya “kawan-kawan”-nya yang masih duduk di bangku SMA. Namun, idenya malah dipertanyakan oleh si teman. “Untuk apa? Apa yang bisa anak-anak SMA tulis? Apa laku dijual?”

Ternyata pertanyaan itu untuk beberapa lama mengganggu pikiran Si Kuli Tinta. Pertanyaan seorang teman. Dan mungkin saja pertanyaan bagi sebagian besar mereka yang merasa dirinya sudah menjadi orang dewasa. Merasa menjadi yang “lebih tahu”, “lebih hebat” bahkan “lebih profesional” dari kawan-kawan remaja SMA.

Tapi Si Kuli Tinta tak patah semangat. Justru dia semakin giat mengumpulkan tulisan-tulisan kawan-kawan SMA. Kebetulan pula Si Kuli Tinta sangat akrab bergaul dengan kawan-kawan SMA yang tergabung dalam sebuah klub jurnalistik. Dan dari sinilah Si Kuli Tinta mulai mengumpulkan karya-karya kawannya yang kian hari kian kritis menyikapi permasalahn yang berkembang di sekitarnya. Apalagi fakta yang didapat ketika teman-teman Si Kuli Tinta diberi kesempatan mewawancarai kawan-kawan SMA. Hasilnya, pernyataan-pernyaan kritis disampaikan oleh kawan-kawannya.

Hal ini membuat Si Kuli Tinta mulai mengumpulkan satu persatu tulisan-tulisan kawan-kawannya yang dinilai cukup kritis dan pantas dipublikasikan. Yah, meskipun masih dengan gaya penyajian yang tidak selihai jurnalis-jurnalis berpengalaman. Bermodalkan tekat dan keyakinan, Si Kuli Tinta mengajak kawan-kawannya membukukan kumpulan tulisan yang ada. Desain dan rancangan buku merupakan buah pikiran dari kawan-kawannya dibantu Si Kuli Tinta. Tak puas hanya menerbitkan satu buku, Si Kuli Tinta terus mengumpulkan tulisan-tulisan kawan SMA-nya. Meski telah mengalami pergantian pengurus dalam organisasi jurnalistik tersebut.

Bahkan beberapa tahun setelahnya, tak tanggung-taggung sebanyak 14 buku diterbitkan dalam satu periode. Suatu kejadian yang menghebohkan dan patut diacungi jempol. Awalnya kawan-kawan SMA-nya merasa ragu akan pembuatan 14 buku tersebut. Namun, Si Kuli Tinta terus memberi dorongan dan motivasi dalam pelaksanaannya. Isi bukunya dipertahankan se-asli mungkin dengan gaya dan cara bertutur yang seadanya. Ini menampilkan kemauan dan daya kritis yang apa adanya yang dimiliki kawan-kawan SMA-nya. Proses editing yang di lakukan Si Kuli Tinta rata-rata hanya dilakukan sebanyak 10 % dari tulisan itu sendiri. Si Kuli Tinta hanya memposisikan dirinya sebagai “pemulung tulisan”.

Tak muluk-muluk, Si Kuli Tinta ini hanya berharap buku-buku karya kawan-kawannya bisa menjadi jendela orang-orang dewasa agar tidak selalu memandang bahwa kawan-kawan SMA-nya hanyalah “anak bawang” yang tidak tahu apa-apa. Melainkan memandang kawan-kawan SMA-nya adalah seorang yang mungkin lebih baik dari kita yang lebih dulu dewasa. Bukankan sikap itu tidak salah?

Dan kini, Si Kuli Tinta selaku “pemulung tulisan” tak lagi terdiam atau pusing memikirkan jawaban dari pertanyaan temannya. Bahkan dia akan balik bertanya “Mana buku karyamu? Anak SMA saja sudah membuat 14 buku.”

Inilah sepenggal kisah dari seorang PEMULUNG TULISAN.