Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 10 April 2018

KISAHKU (selesai)


Aku tau aku salah, tapi karena sedang dalam kebimbangan, aku tak kuasa untuk menghentikannya. Ketika kenaikan kelas, keadaan keluargaku membaik. Orang tuaku tidak lagi bertengkar seperti dulu, entah apa yang membuat mereka kembali akur. Mungkin mereka mulai menyadari kesalahan mereka dan ingin memperbaikinya. Tapi, rasanya terlambat bagiku untuk menyadari keadaan keluargaku yang pelan-pelan kembali utuh. Aku sudah terjebak dalam lubang yang gelap. Terlalu gelap sehingga aku sulit menemukan setitik cahaya disana.

Aku tau cepat atau lambat orang tuaku pasti akan mengetahui kondisiku. Saat itu pun tiba. Suatu ketika aku merasakan perasaan gelisah yang tak menentu, tiba-tiba badanku terasa panas dingin, peluh keringat membasahi tubuhku, dadaku terasa berdebar-debar dan nafasku menjadi sesak. Ibu yang menemukanku dalam keadaan seperti itu langsung membawaku ke rumah sakit. Walau samar, masih terekam dengan jelas bagaimana wajah panik Ibuku, kulihat air mata membasahi pipinya. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, dapat kurasakan genggaman hangat tangan Ibu, tiada henti Ibu membisikan doa-doa untuk keselamatnku. Dan saat itu suatu kesadaran menamparku, menyadarkanku atas semua kesalahan yang telah kuperbuat.

Setelah diperiksa dokter, ternyata aku sedang dalam keadaan 'sakaw'. Betapa terkejutnya orang tuaku. Sepanjang hari, tangis penyesalan memenuhi ruang tempatku dirawat. Perasaan kecewa dan bersalah menghampiri kedua orang tuaku. Mereka menyalahkan diri mereka yang tidak pernah ada saat aku membutuhkan mereka.
Setelah kejadian itu, ayah dan ibu mencoba segala cara penyembuhan agar aku bisa terbebas dari jerat narkoba. Mereka mendampingiku selama masa rehabilitasi. Memberikanku kekuatan, motivasi dan dorongan di saat-saat terburukku akibat proses rehabilitasi yang terasa menyakitkan. Mereka melimpahiku dengan jutaan kasih sayang dan cinta. Bahkan untuk mendukung proses penyembuhanku, aku dipindahkan ke rumah nenek yang ada di desa. Mereka berharap dengan kondisi lingkungana yang masih alami dan asri, perasaanku bisa menjadi lebih tenang dan damai. Di sana aku berusaha untuk memulai hidup yang baru. Aku berkenalan dengan orang-orang baru. Orang-orang yang dapat menerimaku dengan segala kekurangan dan kelebihan yang aku miliki. Mereka tidak menghindar ketika mengetahui betapa gelapnya masa laluku.

Kini, setelah beberapa waktu berlalu, aku telah memiliki beberapa sahabat baik. Aku ingat betul dengan apa yang mereka katakana saat mengetahui masa laluku, “Seseorang tidak dilihat dari masa lalunya, tapi seseorang dilihat dari apa yang mereka lakukan untuk hari ini dan hari esok. Tidak peduli seberapa gelap jurang yang kau lalui, yang penting adalah usaha apa yang telah kau lakukan untuk menemukan cahaya dalam kegelapan itu”. Dan di sinilah aku mendapatkan kebahagiaan itu. Di sebuah desa kecil yang jauh dari keramaian kota besar. Di desa kecil inilah aku menceritakan kisahku.

Selesai.

#30dwc
#30dwcjilid12
#day21
Picture : www.google.com

0 komentar: