Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 17 April 2018

CEMARA DI HATI WILL (bagian 2)

       “Tentu saja. Kau tau kadang aku berfikir Will itu sudah seperti juragan minyak yang punyabanyak kekasih. Bayangkan saja ada 2 wanita yang sedang menunggu untuk dijadikan kekasihnya. Padahal dalam kasus yang sama seharusnya kita bertengkar dan saling memusuhi untuk mendapatkan perhatian William.”

            “Benar juga ya…” dan perbincangan kami berlanjut dengan hal-hal lainnya.
*****
            Hari ini datang juga. Semalaman aku tak bisa tidur memikirkan apa yang akan dikatakan Will pada kami. Aku dan Cemara sudah menunggu di tempat yang sudah kami tentukan sebelumnya. Will datang terlambat, mungkin dia masih bingung. Aku sangat gugup, jantungku berdetak sangat kencang, seperti akan lepas dari tempatnya. Kulihat Cemara tetap tenang seperti biasanya. Terkadang aku  merasa iri dengannya, Cemara selalu dapat bersikap tenang dan dapat menempatkan diri dalam kondisi apapun. William datang setengah jam kemudian, dia tampak kusut.
“Maaf sudah membuat kalian menunggu. Kalian tau ini adalah keputusan yang sulit bagiku,” ucapnya setelah menganbil tempat dihadapanku dan Cemara. “Aku sudah mengambil keputusan.”
Will menatap Cemara, aku semakin gugup. “Mara, kamu adalah orang yang pernah aku cintai. Mungkin aku masih bimbang dengan perasaanku, tapi kamu adalah bagian dari masa laluku,” Will berhenti sebentar, dia menghembuskan nafas berat dari mulutnya. Keputusan ini membuatnya tertekan.
“Kamu tahu betapa sakitnya hatiku saat kau pergi tanpa memberikan alasan yang jelas. Hari-hariku penuh dengan kesedihan dan disaat  itulah Airin datang mengobati luka di hatiku. Jadi, maafkan aku Mara, aku lebih memilih Airin dari pada kamu,” ujar Will dengan menatap lembut kearah Cemara.
Saat ini aku bingung dengan perasaanku. Apakah aku senang dengan keputusan Will, atau aku sedih karena hati sahabatku sedang terluka. Aku menunggu apa yang akan dikatakan Cemara, diluar dugaanku dia tetap tersenyum mendengar keputusan William. Tapi aku dapat melihat kesedihan di wajah Cemara, biar bagaimanapun dia tetaplah seorang wanita. Pasti hatinya hancur mendengar keputusan Will.
“Tak apa Will, aku senang kau sudah memilih diantara kami. Setidaknya sekarang hubungan kita sudah jelas. Kau dengan Airin adalah sepasang kekasih, aku dengan Airin adalah sahabat, dan kisah cinta kita sudah berakhir. Kau pasti sudah memikirkan banyak hal belakangan ini.”
Kulihat Cemara menggigit bibir sebelum melanjutkan kata-katanya. Wajahnya yang sedikit tertunduk dan tertutup poni kini memandang William, “Aku ucapkan selamat kepada kalian. Will, aku titip Airin padamu, dia wanita yang baik. Dia adalah sahabat terbaikku. Aku tidak ingin melihatnya menangis dan mengeluh padaku.” Kemudian pandangan matanya beralih kepadaku, “Airin seperti perjanjian kita sebelumnya, kita akan tetap menjadi sahabat. Jadi jangan pernah merasa bersalah padaku," jeda sejenak sebelum dia melanjutkan "aku rasa masalah kita sudah selesai, jadi aku harus pergi.”
Dan setelah mengucapkan kalimat itu, Cemara pergi meninggalkan kami dengan sejuta perasaan yang sulit aku ungkapkan dengan kata-kata.


Bersambung …


#30dwc
#30dwcjilid12
#day27
 

0 komentar: