Yah! Penyakit yang menduduki posisi kedua setelah kanker leher rahim ini, masih menjadi momok yang menyerampakan bagi wanita Indonesia. Dan tak hanya itu, kaum priapun bisa mengalaminya, meski angkanya relatif kecil yakni hanya sekitar satu persen dari total pria Indonesia kini. Bersembunyi pada kelenjar payudara kemudian menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Begitulah sel kanker bekerja. Setelah berdiam diri selama bertahun-tahun di dalam tubuh sang hospes (penderita), kemudian akan aktif menjadi tumor ganas yang disebut kanker.
Berbagai factor dapat memicu timbulnya kanker payudara, dan dua factor utamanya adalah pembentukan radikal bebas dan karsinogen akibat radiasi. Siapa yang tau, di dalam tubuh kita terbentuk radikal bebas secara terus menerus yang akan mengakibatkan terjadinya berbagai reaksi berantai dalam tubuh. Dampak reaktivitas senyawa radikal bebas ini bermacam-macam mulai dari kerusakan sel atau jaringan, penyakit degenaratif hingga terjadinya kanker.
Selai itu, zat-zat penyebab kanker (kasinogenik) juga dapat memicu tumbuhnya sel-sel kanker secara abnormal. Zat-zat kimia non gizi dan zat karsinogenik primer dari luar tubuh yang masuk ke dalam tubuh dimetabolisme oleh hati. Di dalam hati dilakukan proses oksidasi dengan bantuan enzim monoaksidase. Dari hasil pemprosesan akan dilanjutkan dengan enzim konyugasi dan dihasilkan senyawa yang larut dalam air. Biasanya senyawa ini akan langsung diekskresikan ke luar tubuh, namun dalam prosesnya sering terjadi kesalahan hali ini mengakigbatkan terbentuknya senyawa kersinogenik.
Sampai saat ini pengobatan kanker payudara di Indonesia masih mengandalkan obat-obatan yang tergolong obat spesialistik dan hanya dokter berpengalaman yang bisa memberikan obatnya. Belum lagi semua pengobatan tersebut membutuhkan teknologi canggih, ketrampilan, dan pengalaman yang luas. Padahal konsumsi obat-obatan sintetis tersebut selain menguras biaya yang cukup mahal juga dapat menimbulkan berbagai efek samping bagi penggunanya. Bahkan sering ditemukan para penderita kanker payudara stadium lanjut yang tidak mendapatkan hasil memuaskan dari proses pengobatannya.
Maka tak jarang masyarakat kurang mampu beralih pada obat-obatan tradisional dan herbal. Salah satunya adalah dengan menggunakan sirih merah. Dalam sirih merah terkandung berbagai senyawa kimia diantaranya adalah alkaloid, saponin, flavonoid, minyak atsiri dan tanin yang berkhasiat sebagai antioksidan dan antikanker. Dalam daun sirih merah banyak mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan eritrosit, merangsang produksi nitrit oksida yang dapat melebarkan pembuluh darah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.Flavonoid adalah sekelompok besar senyawa polifenolad. Salah satu komponen flavonoid yang sering digunakan sebagai suplementasi makanan adalah senyawa fitoestrogen. Senyawa ini tersusun atas tiga komponen yaitu isoflavon, lignin, dan kumestran. Isoflavon pada daun sirih merah berpotensi sebagai anti tumor atau anti kanker. Ada tiga jenis isoflavon yang yaitu daidzein, glisetein, dan genistein. Ketiga molekul ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker melalui berbagai mekanisme. Salah satunya sebagai antioksidan dan sebagai senyawa estrogenic.
Antioksidan yang paling berpotensi dalam isoflavon adalah genistein, diikuti oleh daidzein. Keduanya bekerja dengan menghambat timbulnya radikal bebas yang dapat merusak stuktur DNA. Stuktur genistein dan daidzein memiliki gugus pemberi electron sebagai penyumbang elekton bagi radikal bebas. Hal ini dapat mereduksi kadar radikal bebas di dalam tubuh. Apabila kadar radikal bebas dalam tubuh tereduksi, tidak akan terjadi rangsangan molekul dalam sel yang berinteraksi dengan DNA.
Gen proto-onkogen tidak akan mengalami mutasi pada region pengkode proto-onkogen sehingga tidak terjadi peningkatan kecepatan pembentuk protein proto-onkogen. Akibatnya, proto-onkogen tidak akan bermutasi membentuk onkogen dan tidak terbentuk faktor pertumbuhan, reseptornya, transducer, dan faktor transkripsi. Selain itu, genistein dan daidzein juga mampu mencegah timbulnya mutasi pada bagian region pengkode proto-onkogen. Akibatnya, tidak akan terjadi ekspresi proto-onkogen yang berlebihan, sehingga komposisi asam amino tidak akan berbeda dan tidak akan terjadi transformasi sel. Hal ini menyebabkan tidak terjadinya kanker payudara.
Senyawa genistein juga berfungsi sebagai senyawa estrogenik yaitu senyawa yang mirip dengan estrogen. Genistein akan berikatan dengan estrogen reseptor sehingga dapat menghambat proses proliferasi sel. Adanya persamaan struktur secara karakteristik antara estrogen dan isoflavon yaitu dengan adanya cincin fenol yang diperlukan untuk berikatan dengan estrogen reseptor. Mekanisme selanjutnya adalah dengan menghambat pembentukan protein tirosin kinase dan menghambat aktivitas protein kinase. Sehingga tidak terjadi perubahan sruktur basa nitrogen atau pemutuskan untai DNA. Hal ini mengakibatkan tidak akan terjadinya perubahan asam amino pada protein. Sehingga faktor transkripsi tidak aktif dan tidak terjadi transkripsi gen. Akibatnya rangsangan pertumbuhan dan perkembangan dari protein produk dari gen tidak terbentuk.
Kedua mekanisme ini menyebabkan tidak adanya pertumbuhan sel abnormal sehingga kanker payudara tidak terjadi. Pengkonsumsian sirih merah sebagai obat kanker payudara ini sangat mudah. Cukup merebus tiga helai daun dan diminum dua kali sehari. Sangat simple bukan? Pola back to nature ini tentunya tidak akan menguras saku konsumen dalam jumlah berlebihan.







0 komentar:
Posting Komentar