Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Kamis, 02 Agustus 2012

Happy birthday my friend!!!!!


Pilih yang mana? Gaya cibi atau yang senyum-senyum jaim
    Diruangan sederhana ini kami saling berdesakan. Mematikan lampu kamar, hanya ada sebuh lilin kecil yang menyala terang. Tak ada musik pengiring, hanya suara tepuk tangan kami yang mengiringi lagu selamat ulang tahun untukmu. “Selamat ulang tahun, kami ucapkan. Selamat ulang tahun kitakan doakan. Panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya sertamulia, sertamulia, sertamulai… Sertamulia!!! Tiup lilinya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga… Sekarang juga!!!”. Seketika itu pula kau menutup mata, mengharapkan satu permintaanmu dapat terkabul. 
Hayooo... Doanya tentang apa ne?
       “Huuuuuf,” suara desis kecil terdengar dari mulutmu. “Prok, prok, proookkkk,” kamipun menyambutnya dengan tepuk tangan meriah dan suara tawa bahagia menyambut dirimu yang semakin dewasa. Kemudian dengan lantang kami menyanyikan lagu ini. “Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga. sekarang juga, sekarang juga… Sekarang juga!!!!”. 
        Kami tau, tak ada yang istimewa di hari ulang tahunmu kali ini. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin saat itu kau merayakannya dengan sangat meriah. Membuat pesta di rumah, mentraktir temanmu, merayakan bersama orang terkasih, makan bersama keluarga, atau menanti setiap kejutan yang diberikan orang-orang terdekatmu.
Ada yang punya foto kue biskuitnya ?
      Tapi saat ini kamilah yang ada disampingmu. Tak ada kado istimewa yang kami siapkan, hanya ucapan selamat ulang tahun dan sebuah doa sederhana agar kau selalu panjang umur dalam lindunngan Tuhan. Kami bukanlah keluargamu, tapi kami selalu berusaha memberi yang terbaik yang bisa kami lakukan. Meskipun hanya dengan tumpukan biskuit atau beberapa potong roti, kami akan merayakan ulang tahunmu. Berharap ada sebuah senyum yang mengembang menjadi tawa bahagia dari bibirmu.     

   May, aku harus yang paling besar!!!
    Potongan pertama kue ulang tahunmu bukanlah untuk ayah, ibu, atau kekasihmu. Tapi untuk orang lain. Orang asing yang tak memiliki hubungan darah denganmu. Ya, kue itu untuk kami, sahabat, saudara sekaligus keluarga barumu saat ini. Dengan adil kau membagi kue kecil itu, membaginya dan menikmatinya bersama kami. Seperti inilah perayaan ulang tahunmu saat ini. Bersama kami, dalam kesederhanaan kita saling berbagi tawa, suka cita, bahagia bersama dan mengabadikannya melalui beberapa jepret foto. Semoga ulang tahunmu saat ini memberikan kesan indah untukmu. 
                                                   “Happy birthday my friend 
Piku-piku perayaan ultah di kamar kita...

0 komentar: