 |
| Pilih yang mana? Gaya cibi atau yang senyum-senyum jaim |
Diruangan sederhana ini kami saling
berdesakan. Mematikan lampu kamar, hanya ada sebuh lilin kecil yang menyala
terang. Tak ada musik pengiring, hanya suara tepuk tangan kami yang mengiringi
lagu selamat ulang tahun untukmu. “Selamat ulang tahun, kami ucapkan. Selamat
ulang tahun kitakan doakan. Panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya
sertamulia, sertamulia, sertamulai… Sertamulia!!! Tiup lilinya, tiup lilinnya,
tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga… Sekarang juga!!!”.
Seketika itu pula kau menutup mata, mengharapkan satu permintaanmu dapat
terkabul.
 |
| Hayooo... Doanya tentang apa ne? |
“Huuuuuf,” suara desis kecil terdengar dari mulutmu. “Prok, prok, proookkkk,” kamipun menyambutnya dengan tepuk tangan meriah dan suara tawa bahagia menyambut dirimu yang semakin dewasa. Kemudian dengan lantang kami menyanyikan lagu ini. “Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga. sekarang juga, sekarang juga… Sekarang juga!!!!”.
Kami tau, tak ada yang istimewa di
hari ulang tahunmu kali ini. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin saat
itu kau merayakannya dengan sangat meriah. Membuat pesta di rumah, mentraktir
temanmu, merayakan bersama orang terkasih, makan bersama keluarga, atau menanti
setiap kejutan yang diberikan orang-orang terdekatmu.
 |
| Ada yang punya foto kue biskuitnya ? |
Tapi saat ini kamilah yang ada disampingmu. Tak
ada kado istimewa yang kami siapkan, hanya ucapan selamat ulang tahun dan
sebuah doa sederhana agar kau selalu panjang umur dalam lindunngan Tuhan. Kami
bukanlah keluargamu, tapi kami selalu berusaha memberi yang terbaik yang bisa
kami lakukan. Meskipun hanya dengan tumpukan biskuit atau beberapa potong roti,
kami akan merayakan ulang tahunmu. Berharap ada sebuah senyum yang mengembang
menjadi tawa bahagia dari bibirmu.
 |
| May, aku harus yang paling besar!!! |
Potongan pertama kue ulang tahunmu
bukanlah untuk ayah, ibu, atau kekasihmu. Tapi untuk orang lain. Orang asing
yang tak memiliki hubungan darah denganmu. Ya, kue itu untuk kami, sahabat,
saudara sekaligus keluarga barumu saat ini. Dengan adil kau membagi kue kecil
itu, membaginya dan menikmatinya bersama kami. Seperti inilah perayaan ulang
tahunmu saat ini. Bersama kami, dalam kesederhanaan kita saling berbagi tawa,
suka cita, bahagia bersama dan mengabadikannya melalui beberapa jepret foto.
Semoga ulang tahunmu saat ini memberikan kesan indah untukmu.
“Happy
birthday my friend ”
 |
| Piku-piku perayaan ultah di kamar kita... |
0 komentar:
Posting Komentar