13 Juli 2012 lalu,
umurku genap 19 tahun. Dan selama 19 tahun
itu, aku baru pernah merayakan
ulang tahunku sebanyak 2 kali. Perayaan ulang tahun di keluargaku bukan hal
yang spesial. Bahkan sering kami melewati hari ulang tahun anggota keluarga
sambil lalu (kami sering melupakannya). Sekalinya ingat, pasti sudah lewat dari
hari ulang tahun kami. Kalau sudah begitu, ibuku hanya membuatkan bubur putih
dan coklat yang akan dibagikan ke tetangga kami. Yah, salah satu dari upacara
tradisional Jawa. Itupun kalau aku dan keluargaku sedang tidak mudik. Bulan
Juli, ini adalah musim liburan sekolah. Jadi terkadang kami sekeluarga pulang
ke kampung halaman. Satu peristiwa yang ku ingat. Waktu itu hari ulang tahunku,
kami sekeluarga lupa akan hal itu (termasuk aku, hehehe…). Bapakku yang pertama
kali mengingatnya, dan itu di saat kami sedang naik bis perjalanan pulang
kampung. Hahaha…
![]() |
| Makasih ya MP & Triller, udah mau datang... |
Sampai umurku 17 tahun
(sweet seventeen). Saat itu aku duduk
di bangku kelas 2 SMA (kelas IIX) dan teman-temanku ingat akan hari ulang
tahunku. Awalnya aku hanya berniat mentraktir beberapa teman dekatku. Tapi
karena mereka sudah berusaha memberikan sebuah kejutan di hari ulangtahunku
(meskipun itu tidak berhasil, hahaha…), aku putuskan memberikan sebuah
penghargaan kecil untuk mereka. Sebuah perayaan sederhana ku adakan di rumahku.
Sebuah rumah sempit yang tidak mampu menampung mereka semua, meskipun semua
barang-barangku sudah ku pindahkan keluar rumah. Terima kasih ya teman-teman,
sudah mau berdesak-desakkan di rumahku ini. Hanya untuk sekedar merayakan ulang
tahunku. Saat itu aku hanya bisa menyediakan kue ulang tahun sederhana dan nasi
tumpeng kuning yang secara dadakan di buat oleh ibu dan tetanggaku. Terimakasih ya MP udah ngasi kado buku soal-soal bahasa inggris (padahal udah tau aku nggak bisa bahasa inggris) & selembar kertas resem deri radio. Makasih juga buat Thriller udah ngasi kado tas, masih aku pakai sampai sekarang lho... Sekali lagi
terimakasih sudah mau datang merayakan ulang tahunku.
Oh iya, sedikit saran
dariku. Aku tidak mudah di bohongi, berapa kalipun kalian mencoba mengerjaiku
pasti tidak akan berhasil. Jadi cobalah berfikir lebih keras kalau mau menegerjaiku.
Dan perayaan yang kedua
kalinya adalah saat ulang tahunku yang ke 19 (huhf, berasa tua..). Saat ini aku
sudah kuliah, di Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Kebidanan. Masih sama
seperti dua tahun lalu. Aku hanya merayakannya secara sederhana, makan-makan
bersama teman-teman di asrama. Berbekal sebuah rantang besar yang sudah
dipersiapkan oleh ibuku, lengkap berisi nasi, plecing kangkung, telur goreng
dan ayam panggang. Semua teman-temanku yang ketika itu sedang kelaparan,
langsung ku undang untuk menikmati makanan ini bersamana. Yang istimewa dari
ulang tahunku kali ini adalah kue ulang tahunnya. Ini adalah kue ulang tahun
yang spesial dibuat oleh teman sekamarku (maksih ya Nini & Hari). Jauh-jauh
hari sebelumnya mereka sudah pamer akan membuat sebuah kue di hari ulang
tahunku. Tapi aku tidak percaya, pasalnya ini adalah kue buatan mereka yang
pertama. Jadi dua hari sebelumnya aku meng-SMS Nini agar membelikan aku kue (bukan
membuatkan kue). “Kue ulang tahunku
harus di beli, bukan di buat. Aku nggak mau ya, setelah aku makan kuemu
besoknya ada berita di koran halaman depan. Seorang remaja keracunan setelah
memakan kue buatan temannya di hari ulang tahunnya ke 19. Mau di taruh di mana
mukaku?”. Untungnya dia membalas “Iya, iya. Tenang aja”. Aku pikir itu berarti
kue ulang tahunku akan di beli. Tapi ternyata, di hari H mereka meng-SMS-ku
“Dol, aku telat ke asrama. Ne masih buat kue ultahmu”. Apa? Jadi maksudnya apa?
Ya sudah, ku terima saja kue itu. Tapi aku tidak mau jadi korban pertama dari
kue itu (hehehe…). Kue itu ku bagi rata bersama teman-temanku dan kami
memakannya bersama. Sambil mencicipi kue ini, Hari dan Nini dengan semangatnya
menceritakan bagaimana perjuangan mereka membuat kue ulang tahunku ini. Kue ini
memang enak, jadi wajar saja mereka bangga atas kerja kerasnya. Bahkan kue ini
menjadi topik pembicaraan di Facebook. Makasih buat kuenya, makasih juga buat
temen-temen yang udah nyumbang buat beli bahan-bahannya. Love you all…
Ada juga beberapa teman
yang memberikanku ucapan selamat ulang tahun. Melalui SMS atau jejaring sosial.
Mereka akan mendoakan yang terbaik untuku “Semoga panjang umur, tambah cantik,
tercapai cita-citanya, panjang umur, cepet dapat pacar, cepat gemuk dll”.
Berdoa yang baik sih boleh-boleh aja, tapi yang dua di belakang itu lho, agak
gimana gitu… Ada juga temanku yang memberikan sebuah kado. Teman baik yang meskipun
sudah berbeda universitas denganku, tapi masih selalu menjadi teman baikku.
Sebuah kado kecil dan surat sederhana yang menunjukkan betapa sederhanya dia.
Makasih ya kadonya…
Ini surat sederhana dari Desak...
To: Fifin
Fin sorry aku kelewatan ulang tahunmu, he3. Padahal
kamu selalu inget ultahku. Seingetku ultahmu tanggl 22 Juli. Waktu pas mau
ngucapin selamat ulang tahun, aku iseng lihat buku tahunan waktu SMA buat
mastiin. Yah! Ternyata ulang tahunmu sudah lewat, sekali lagi sorry banget.
Happy birthday ya, walaupun telat. He3. Semoga bisa jadi bidan+peneliti seperti
yang kamu inginkan. Semoga cepat dapet pacar juga. Seperti keinginan ibukmu,
he3. Sorry hadiah q sangat sederhana. Aku juga bingung mau ngasi apa. Taukan,
aku nggak hobi belanja… sama kayak kamu, he3… semoga kamu suka dan bermanfaat :D. Oh ya, makasih juga atas bantuannnya
selama ini. Maaf aku sering ngerepotin.















0 komentar:
Posting Komentar