Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 15 Januari 2012

Dialah Malaikatku di Dunia


“Suatu ketika seorang bayi siap lahir di dunia”.
            Kalimat itulah yang menjdi pembuka video berdurasi 6,14 menit yang tengah terputar di sebuah ruangan serbaguna (sergun) milik Jurusan Kebidanan Poltekkes Denpasar. Hening, tak da suara sedikitpun dari penonton yang menyaksikan video itu. Yang terdengar hanyalah lantunan lagu berjudul “Bunda” yang dipopulerkan Melly Goeslow mengiringi kalimat-kalimat sederhana yang terus terpampang dilayar. Lampu rungan yang dimatikan dan hanya tersisa dua buah lampu sorot di sisi-sisi ruangan untuk memperjelas penerangan layar. Kurang lebih 60 orang terduduk tenang menyaksikan video itu dan beberapa lainnya berdiri atau sekedar bersender di sisi tembok ruangan. Mata mereka tak pernah beralih dari layar, begitu ingin tahu apa sebenanya yang akan disampaikan melalui vodeo itu. 1,5 menit kemudian, bising isak tangis penonton mulai mulai terdengar. Awalnya hanya sebagian kecil, yang lainnya masih berusaha menguatkan diri dengan mata berkaca-kaca. Sejalan dengan video yang diputar, isak tangis muli terdengar jelas, bahkan beberapa dari mereka menyebut nama “IBU” dari mulut mereka.
            Video yang mengisahkan tentang percakapan seorang bayi dengan Tuhan yang menciptakannya. Suatu ketika Tuhan akan mengirim sang bayi ke dunia, tempat yang selalu dianggap tidak menyenangkan olehnya. Tetapi Tuhan selalu meyakinkan bahwa akan ada malaikt yang senantiasa mengasihinya, melindunginya, bernyanyi untuknya dan mengajarinya bagaimana berdoa kepada Tuhan. Dan sang bayipun bertanya kepada Tuhan, “Tuhan… jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malikat di rumahku nanti?”. Tuhanpun menjawab, “Kamu dapat memanggil malaikatmu…. IBU”.
Penonton yang merupakan mahasiswa jurusan kebidanan itu tak kuasa lagi menahan tangis begitu membaca kalimat tersebut. Pikiran mereka seperti melayang mengingat bunda tercinta di rumah. Ibu yang selalu menyayangi mereka tanpa batasan waktu dan tempat.
Ibu merupakan sosok penting dalam kehidupan setiap manusia. Bahkan dalam Kepmenkes RI No. 369/Menkes/SK/III/2007 tentang standar profesi bidan. Dinyatakan bahwa perempuan sebagai sumber daya insani merupakan pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Kualitas manusia sangat ditentukan oleh keberadaan/kondisi perempuan/ibu dalam keluarga. Para perempuan di masyarakat adalah penggerk dan pelopor peningkatan kesejahteraan keluarga. Manusia yang sehat adalah manusia yang dilahirkan oleh ibu yang sehat.
Ibu merupakan sosok penting yang sangat berharga. Sehingga wajarlah dunia memberikan sebuah penghargaan kecil untuk mereka. Mother day (Hari Ibu), saat dimana setiap anak di dunia mengungkapkan rasa cinta kasihnya kepada ibu tercinta. Diwakilkan melalui sebuah hadiah kecil atau kartu sederhana bertuliskan “I Love You Mom”.
Setiap anak pastinya memiliki kenangan tersendiri tentang ibu mereka. Tak terkecuali mahasiswa Jurusan Kebidanan ketika itu. Video yang ditutup dengan berbagai ungkapan yang ditujukan kepada seluruh ibu di dunia. Membuat mereka kembali mengingat betapa pentingnya ibu dalam kehidupan mereka. “Terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk ibu saya, karena dengan susah payah telah melahirkan saya. Sampai-sampai ibu saya kehilangan tenaga dan harus mendapatkan banyak luka jahitan,” ungkap Mega Indriyani sembari sesekali menyeka air matanya. Perasaan lain disampaikan Wagmi Sundaram. “Saya sangat bangga dengan ibu saya, yang selama ini sudah menyayangi saya dan selalu mendukung saya. Bagi saya ibu adalah wanita yang sangat kuat dan tegar. Karena meskipun dia sakit (kanker), ibu saya tidak pernah mengeluh dan selalu berusaha tersenyum di mata anak-anaknya”. (doli)

0 komentar: