Kau…
Penenang jiwa
Lentera dalam temaramku
Temani sepi, pelengkap bagiku
Derai air mata dan peluhmu
Menari dalam pikirku
Hanya untukmu
Aku… Di sini
Bertahan, berdiri
Melawan waktu
Melawan hati
Ingin ku ukir di bibirmu
Ibu…
Tanpamu hariku hampa
Tanpamu semangatku punah
Tanpamu aku tak mampu hadapi dunia
Ibu… dekap aku jangan lepaskan
Ibu… biarkan aku bernafas
Bernafas dalam pelukmu
Bernafas dalam hangatnya jiwamu
Sungguh ku rindu senyummu ibu
Mengertilah…
Hanya kali yang ku damba
(punyan)







0 komentar:
Posting Komentar