Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 25 Agustus 2010

Perasaan Apa Ya?

Aku binggung dengan perasaan ini?
Awalnya aku nggak tau ini perasaan apa
Yang aku tau cuma sekedar.....
Aku suka ngeliat dia, penampilannya, dan yang pasti sifatnya

Waktu itu aku masih seorang anak yang cuma bisa menghitung satu tambah satu
Sedangkan dia, satu tahun diatasku
Sampai suatu kesempatan kami bisa duduk sebangku

Setiap ngeliat dia, aku ngerasa ada yang aneh dalam diriku
Di sini, di bagian dalam diriku, tapi nggak tau apa
Dia bukan seorang yang pandai bercerita, tapi aku suka denger cerita-ceritanya
Tentang silsilah keluarganya, perjuangan hidupnya,
Masalahnya dan apapun yang bisa dia ceritakan
Aku merasa beruntung bisa mendengar cerita-ceritanya

Waktu aku nangis karna dimarah guru atau dapat ulangan jelek
Satu-satunya orang yang bisa buat aku berhenti menagis cuma dia
Nggak ngerti kenapa?
Padahal kata-kata yang dia bilang sangat singkat, cuma
“Nggak perlu nangis, dasar cengeng”
Menurut teman-temanku itu kata-kata yang jahat dan menyebalkan
Tapi bagiku, kata-katanya sebuah semangat bagiku

Dia akan ngelakuin semua hal yang dia suka dan dia anggap benar
Dia pernah nguber maling sepeda temenku
Bahkan nggak perduliin keselamtannya
Sampai dia jatuh dan giginya patah (hahahaaa)
Itulah dia…

Hari terlama aku bareng dia, waktu aku bisa satu tim lomba
Aku masih ingat jelas, waktu itu aku nangis karna putus asa
Tapi ada satu kalimat yang dia bilang, khusus buat aku
“Jangan nangis, semua belum selesai”
Dari sana aku mulai semangat lagi dan bisa sampai akhir

Dia itu tipe orang yang selalu semangat dan setia kawan
Nggak pernah mau keliatan lemah di depan orang
Tapi aku suka ngeliat semua ekspresinya
Aku pernah ngeliat dia nangis, bingung, bersemangat, marah,
Dan aku tau dia suka sama temenku
Tapi masa bodoh
Yang aku perluin cuma bisa ngeliat dia, semangatnya, dan semua tentang dia
Aku bingung, dia tau nggak ya apa yang aku rasain?
Mungkin tau, tapi….

Ini salah satu rencana Allah buatku
Sampai aku jadi putih biru, aku masih bisa sering liat dia
Ya, walaupun nggak sesering dan sedeket dulu
Tapi dia masih sering kasi semangat kalo aku lagi nangis (dulu aku cengeng)
Paling tidak, aku masih bisa denger kabarnya dari pembicaraan temen-temenku
Temen-temenku nggak pernah tau tentang perasaanku

Cuma sembilan tahun, aku bisa bareng dia
Sekarang aku udah putih abu-abu
Dan nggak pernah liat dia lagi
Terakhir kali ngeliat dia, nggak lebih dari lima detik
Tapi aku nggak pernah bisa ngelupain dia

Aku nggak punya fotonya, barang-barang dari dia atau yang lainya
Yang aku inget cuma apa yang terekam dalam memori otakku
Aku masih inget jelas semua tentang dia
Senyumnya, pias wajahnya, tingkah lakunya
Yah, semua yang aku ingat tiga tahun lalu

Aku masih sering ngucapin selamat ulang tahun buat dia
Tanpa perayaan, tanpa kue, tanpa lilin bahkan tanpa ngeliat dia
Hanya memutar ulang semua ingatanku tentang dia
Aku juga masih sering baca zodiaknya (nggak penting se…)

Sekarang dia lagi ngapain ya?
Pertanyaan ini nggak pernah terjawab
Sampai aku ketik tulisan ini bahkan sampai besok, besok dan besok
Di sana dia inget aku nggak ya?
Kayak aku inget dia

Mungkin aku nggak perlu tau semua itu
Bahkan untuk ngertiin perasaan ini aja aku masih bingung
Perasaan yang nggak pernah hilang sampai saat ini
Perasaanku yang tak tersampaikan untuk dia
Dan mungkin akan terus aku rasain, entah sampai kapan
Ya, dia . . . -1-

0 komentar: