Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 29 September 2010

23 September 2010


Ini aku temuin di sebelah tempat aku parkir sepeda motor. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimiliki, capung ini berjuang mempertahankan hidupnya dari segerombolan semut merah. Dengan sedikit rasa iba aku memungutnya, tapi akhirnya dia meyerah melawan nasib. Dengan bayangan sayap-sayapnya capung ini pergi meninggalkan dunia. Kenapa? Kenapa setelah melalui proses metamorfosis yang meskipun tidak sempurna dia harus mati dengan cara demikian. Diserang oleh hewan yang masih satu class (Insecta) dengannya. Dihidupnya yang singkat ini sudahkah dia menikmati dunia?

Tapi tiba-tiba aku merasa bimbang. Haruskah kukembalikan ke tempat asalnya? Bukankah ini hukum alam? Semut-semut itu juga tidak salah melakukannya. Mereka harus memberi makan ratunya untuk kelangsungan hidup koloni mereka. Dan yang aku pertanyakan adalah “apakah hal ini wajar?”

Ini hanya sebuah peristiwa kecil yang kuliahat di dunia ini. Masih ada yang sangat tidak wajar di dunia ini dan bahkan sangat kontras terlihat. Bukan hanya sekedar kesamaan class tapi sudah mencapai spesies yang sama. Di atas sana, masih banyak manusia-manusia yang berprilakau seperti semut-semut merah tersebut. Mereka mengorbankan rakyat demi mensejahterakan keluarganya dan menggelembungkan tabungan mereka. Katika rakyat tak lagi bisa menjerit dan kelelahan menghadapi nasib, para aparat negara malah sibuk memikirkan kenyamanan kantornya. Dan lagi-lagi yang aku tanyakan adalah “apakah ini juga disebut hukum alam?”

0 komentar: