Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Kamis, 20 Maret 2014


Aku, Waktu, dan Segala Kesia-Siaannya

Saat aku berdiam diri tidak berbuat apa-apa. Duduk merenung di sudut ruangan ini. Aku masih sering lupa, kalau waktu tetap berjalan dalam kesendirianku. Waktu tidak pernah ikut berdiam diri. Dia tetap bergerak detik demi detik, hingga siang berganti malam, dan pergantian musimpun telah berlalu. Ia tidak pernah perduli padaku yang menginginkan malam lebih panjang dari malam-malan yang biasanya. Ia tidak perduli, bagaimana aku ingin sekali waktu tidak beranjak dari tempatnya.
Ketika aku disibukkan oleh hal-hal yang hampir tak berguna. Bercerita dan tertawa haha hihi kesana kemari. Tak terasa waktuku hari ini telah habis. Dan aku masih belum berbuat apa-apa.
Saat aku disibukkan oleh perasaan yang tidak penting. Memikirkan orang lain yang belum tentu memikirkanku. Sibuk berandai ini dan itu. Bersedih hati dan mengurung diri. Tak terasa aku telah menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk mengurusi perasaanku kepada seseorang yang tidak begitu penting.
Sementara mimpiku masih banyak dan belum terwujudkan satupun. Sementara orang tuaku masih ada dan telah lanjut usia. Sedang aku belum membahagiakan mereka sedikitpun. Bahkan hanya untuk membuat mereka bangga kepadakupun aku belum mampu.
Hingga tak terasa waktu begitu cepat telah berlalu. Sementara aku ternyata tidak kemana-mana. Masih berdiam diri tidak berbuat apa-apa. Waktuku akan habis sebentar lagi, dan aku masih duduk merenung di sudut ruangan ini. Mengamati orang lain begitu cepat bergerak. Sedang aku justru berjalan mundur, menjauhi mimpiku. Dan aku menyesali setiap kesia-siaanku yang telah terjadi.

Tenyata……
Ada yang lebih penting daripada sekedar memikirkanmu.
Ada yang lebih penting daripada sekedar bermain-main.

0 komentar: