Selama 6 hari dalam seminggu, kuhabiskan waktuku disebuah kamar yang terletak di ujung lorong lantai dua asrama ini. Hari-hariku diisi dengan sembilan perempuan lain yang sebaya dengan ku. Bersama mereka aku melewati hari-hariku yang melelahkan, membosankan, dan terkadang menyenangkan. Bersama mereka pula aku mengerti bahwa kami telah terhubung oleh suatu garis takdir yang telah mempertemukan kami. Di sini, di tempat yang ku sebut sebagai “sangkar emas” ini kami saling berbagi. Menguatkan diri hanya untuk sekedar melewati hari ini dan bangun esok hari, kembali menatap matahari pagi yang akan membawa kami pada rutinitas yang sama.
Kami hanyalah sepuluh
perempuan yang saling berpegangan tangan menguatkan satu sama lain. Mencoba
untuk saling bertahan menghadapi situasi yang sangat berat sekalipun. Bahkan ketika aku mulai
merasa lelah dan hampir terjatuh, tangan mereka akan terulur sekedar untuk
membantuku bediri. Ketika butir-butir bening membasahi wajah sedihku, sentuhan
tangan mereka yang akan menghapus air mataku. Bagiku, gengaman tangan mereka
memberikan kekuatan lebih yang menguatkanku untuk tetap bertahan. Bertahan di
sini, di dalam sangkar emas ini. Tatapan mata mereka seakan selalu berkata
“Sebentar lagi, kamu pasti bisa. Jangan nyerah di sini, tinggal sebentar lagi
dan semuanya akan berakhir”.
Kami melalui semuanya
bersama-sama. Saling berbagi dalam suka maupun duka, berbagi tawa, berbagi
cerita dan berbagi SEMANGAT. Ketika salah satu dari kami mencapai sebuah
keberhasilan, senyuman dan tawa bahagia kami yang menyambutnya. Kehawatiran
jelas terlihat dari wajah-wajah lelah kami ketika melihat sahabat kami sakit.
Dan hati kami sedih jika melihat sahabat kami terluka. Tapi kami selalu
mempunyai kekuatan lebih untuk menghadapinya.
Di sini, tak ada
keluarga yang menemani, tak ada orang terkasih ataupun orang lain yang akan
mendengarkan ketika aku ingin mengeluh. Hanya ada mereka, sembilan perempuan
yang selalu meluangkan waktunya sekedar untuk mendengarkanku. Mendengakan semua keluhanku,
mendengarkan semua ceria-ceritaku, tentang mimpi-mimpi yang tak akan pernah
terwujudkan. Tapi, bersama mereka pula aku menulis cerita-cerita baru, merangkai
mimpi-mimpi baru, dan mendapat sebuah keluarga baru yang masih akan menemaniku
selama satu setengah tahun kedepan.
I LOVE YOU (ToT)









0 komentar:
Posting Komentar