Tanggal 22 Desember adalah hari yang sangat istimewa, sebuah hari yang ditujukan untuk semua ibu di dunia. Masih jelas dalam ingatanku ketika aku merayakan Hari Ibu di tahun
pertamaku memasuki bangku kuliah. Saat itu adalah kali pertamanya aku merayakan Hari Ibu dalam sebuah ceremonial penting.
Aku dan teman-temanku membagikan mawar merah untuk dosen dan pegawai di kampus kami yang notabene adalah wanita. Bersama dosen, pegawai, dan beberapa undangan lain yang menyempatkan diri untuk hadir, kami merayakan Hari Ibu dalam sebuah balutan kesederhanaan. Tak ada kemegaahan dalam acara ini, tak semeriah perayaan natal ataupun perayaan pergantian tahun. Kami hanya menampilkan beberapa pertunjukan singkat yang sederhana. Tapi, inilah salah satu bentuk penghargaan kami untuk seluruh ibu di dunia. Yang paling menarik dalam acara ini adalah ketika semua mata memandang layar putih yang terpajang di atas panggung. Sebuah video berdurasi 6,14 menit tengah diputar. Video ini berjudul "Percakapan Bayi dengan Tuhan Sebelum Lahir ke Dunia". Seakan terhipnotis dengan setiap kata yang terdapat dalam video, beberapa dari undangan kemudian menitikkan air mata.
Bagiku setiap kalimat yang ku baca dalam layar itu adalah sebuah bukti yang menunjukkan bahwa seorang ibu adalah sosok yang paling berharga yang pernah kita miliki. Apapun sebutan kita untuk wanita yang telah melahirkan kita ini, bagiku mereka adalah sosok yang sama. Penuh kehangatan dan cinta kasih.
"Mamak", aku memanggil wanita yang melahirkanku dengan sebutan itu. Seorang wanita yang sederhana, ramah menyapa setiap tetangga dan teman-teman yang datang kerumahku, menyediakan sarapan disetiap minggu pagi ku, tertawa di sela-sela tidur siangku, dan selalu tegar ketika lelah menghampirinya. Bahkan untuk beristirahat sejenakpun dia tak mau, yang dipikirkannya hanyalah kebahagiaan dan masa depan anak-anaknya. Ribuan ucapan terima kasihku tak akan mampu membayar setiap pengorbanan yang telah kau lakukan, kasih sayang yang ku berikan tak sebanding dengan kasih sayang yang telah dicurahkannya. Apapun yang ku lakukan, bagimu aku tetaplah anakmu. Aku tau, disetiap doamu kau tak pernah lupa menyebut namaku, menanti setiap kepulangan ku, menelponku hanya untuk memastikan kepulangganku, menangis untuk setiap kesedihanku, dan dia adalah orang yang paling bahagia untuk setiap keberhasilanku. Aku bangga memilikimu, dan terima kasih telah membagi kehangatanmu untukku. I Love You Mom!!!
Percakapan Bayi dengan Tuhan Sebelum Lahir ke Dunia
Suatu ketika,
seorang bayi siap dilahirkan ke dunia. Menjelang kelahirannya, dia bertanya kepada Tuhan:
Bayi : Para malaikat di sini mengatakan, bahwa
besok Engkau akan mengirimku ke dunia.
Tetapi bagaimanamcara aku hidup
di sana? Aku begitu kecil dan lemah.
Tuhan: Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.
Bayi : Tapi, di surga apa yang aku lakukan
hanyalah bernyanyi dan tertawa,
ini cukup bagiku untuk bahagia.
ini cukup bagiku untuk bahagia.
Tuhan: Malaikatmu akan bernyanyi dan
tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan
merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia.
merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia.
Bayi : Dan apa yang dapat aku lakukan saat aku ingin berbicara kepada-Mu?
Tuhan: Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana caramu berdo'a.
Bayi : Aku mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungiku?
Tuhan: Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun.
Bayi : Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.
Tuhan: Malaikatmu akan menceritakan kepadamu
tentang Aku, dan akan mengajarkan
bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya aku selalu
berada di sisimu.
bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya aku selalu
berada di sisimu.
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar,
dan sang bayi dengan suara lirih bertanya:
Bayi : Tuhan... jika aku harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku siapa nama
malaikat di rumahku nanti ?
Tuhan: Kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu... "IBU "
Kenanglah ibu yang menyayangimu.
Untuk ibu yang selalu meneteskan air
mata ketika kau pergi.
Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa
selimut,
demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut
tubuhmu?
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?
Dan ingatkan
engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu
ketika ia melihatmu terbaring sakit ?
ketika ia melihatmu terbaring sakit ?
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah
tempat kau dilahirkan! Kembalilah... mohon maaf pada ibumu yang selalu
rindu akan senyumanmu.
Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan
kau rindukan
di masa datang, ketika ibumu telah tiada.
Tak ada lagi ia di depan pintu untuk menyambut kita,
tak ada lagi
senyuman indah tanda bahagianya.
Yang ada hanyalah kamar kosong tiada
penghuninya,
yang ada hanyalah baju yang tertinggal menggantung di
lemari.
Tak ada lagi, dan tak akan ada lagi yang akan meneteskan air mata untuk
mendo'akanmu
di setiap hembusan nafasnya.
Pulang, dan kembalilah segera.
Peluklah ibu yang selalu menyayangimu.
Ciumlah kaki ibu yang selalu
merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya!
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya....
Ibu maafkan aku, sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas








0 komentar:
Posting Komentar