Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 10 Oktober 2014

Sepucuk Surat



Untuk seseorang di luar sana…
Aku masih akan menantimu sampai Tuhan memepertemukan kita. Tapi, kumohon maafkan aku. Ketika waktu itu tiba, aku tak dapat langsung mengenalimu. Maafkan aku, jika nanti ketika aku berada di dekatmu, jantungku tak berdebar kencang tak beraturan. Maafkan aku, ketika nanti mata kita tak sengaja saling bertemu atau ketika kau menatap ke dalam mataku, pipiku tak menghangat dan wajahku tak memerah. Maafkan aku, ketika nanti kau memanggilku, membutuhkan waktu lama bagiku untuk mengenali suaramu. Maafkan aku untuk semua ketidaktahuanku...
Ketika perasaan itu lebih dulu datang padamu, maukah kau menungguku? Karena bagiku, megenalmu membutuhkan waktu. Kumohon tunggulah hingga perasaan itu datang padaku. Dan yakinkan aku, bahwa perasaan itu datang pada orang yang tepat. Karena hatiku terlalu takut untuk mengungkapkan kata cinta. Aku masih belum tahu sebesar apa pengorbanan yang bisa kuberikan untukmu pada nantinya. Karena cinta yang kumiliki hanyalah perasaan sederhana yang disertai komitmen dan kepercayaan. Meski sederhana, namun dapat kuyakinkan ketika perasaan itu datang untukmu, maka hanya kaulah satu-satunya orang yang dapat memilikinya. Hingga ketika kau mempertanyakan sebesar apa perasaanku padamu. Maka kau cukup melihatku lebih dekat, lalu kau akan segera tahu betapa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku...


0 komentar: