Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 07 September 2014



MENUNGGU...
Di sini, di tempat aku duduk saat ini…
Selama beberapa hari ini aku menghabiskan tujuh jam waktuku di ruangan kecil ini
Sebagian orang menyebut ruangan ini sebagai gudang
Tapi ada seseorang yang telah menganggap bahwa ruangan ini adalah kamarnya
Dan bagiku, ruangan ini adalah tempat untukku menunggu
Menunggu datangnya orang-orang yang bahkan aku sendiri tak mengenal mereka
Menunggu detik demi detik berganti
Menunggu seseorang datang untuk menggantikanku
Tak banyak yang bisa ku lakukan selama penantianku
Membaca lembar demi lembar buku yang ku bawa
Menulis beberapa catatan yang kuanggap penting
Atau sekedar merapikan beberapa bagian yang telihat berantakan
Tapi semua yang ku lakukan tak mampu membuat waktu bergulir dengan cepat
Jarum jam masih berjalan dengan santainya pada jalurnya
Terkadang suara dering telepon mengagetkanku
Membuatku segera bangkit dari posisi santaiku 
dan kemudian tergesa-gesa mengangkat gagang telpon
Suara tangis bayi dan nyanyian anak-anak menjadi hiburan tersendiri untuk telingaku
Paling tidak, masih ada suara lain yang bisa ku dengar
Tidak melulu suara deru kendaraan bermotor yang berlalu lalang di jalan
Atau suara gerak jarum yang terdengar lambat
Melalui jendela di ruangan ini
Aku melihat kendaraan berlalu lalang di jalan
Melihat orang-orang berbelanja di warung depan
Pemuda-pemuda yang bersenda gurau di pos kamling dekat pengkolan jalan
Atau beberapa pedagang makanan yang mencoba menawarkan barang dagangannya
Meski harapan terbesarku adalah melihat kedatangan orang-orang yang tak ku kenal
Sesekali pandanganku beralih ke jam dinding yang terpasang di atas pintu
Hah!, waktu masih tak mau berjalan dengan cepat
Waktu masih tak mau bersahabat denganku
Atau mungkin, akulah yang harus bersahabat dengannya?
Membiasakan diri dengan penantianku ini
“Tak perlu menunggu, mereka akan datang dengan sendirinya, 
dan aku akan terus berjalan pada jalurku, sampai tujuh jam waktumu berlalu”, 
itulah kata waktu padaku

0 komentar: