Aku duduk di dalam kamar kos ku. Di atas tempat
tidur kecil yang selama beberapa hari ini telah menjadi alas tidurku. Saat ini,
kurasakan lelah yang amat sangat mendera tubuhku, pikiranku kacau. Semuanya
bermula dari kejadian tadi pagi. Ketika dia datang dan meluapkan semua
amarahnya kepadaku. Dia marah, tanpa alasan yang jelas. Dia berkata kalau ini
semua karenaku, karena aku yang memimpin teman-temanku. Siapa yang memimpin dan
apa yang dipimpin? Aku bahkan baru menampakkan wajahku didepannya. Dan dia
sudah mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan untukku.
Sedari tadi aku ingin menanggis, air mataku
sudah ingin tumpah. Tidak, aku tidak boleh menangis, air mataku tidak boleh
jatuh. Kalau aku menangis, berarti aku kalah dan dia menang. Dia yang selalu
merasa benar telah memandangku hina sejak satu tahun lalu. Saat itu aku memang
telah melakukan kesalahan. Bukankah orang lain juga pernah melakukan kesalahan.
Dan aku telah memperbaiki kesalahanku sama seperti orang lain memperbaiki kesalahannya.
Aku sama seperti orang lain, seperti teman-temanku. Tapi kenapa dia harus
memperlakukanku berbeda? Apa karena aku memiliki sedikit keberanian untuk
mengungkapkan pendapatku. Dia mengatakan aku sudah terlalu pintar hingga mampu
mengatur dirinya. Siapa yang mengatur siapa? Bukankah dia yang selalu mendikte
semua orang dibawahnya. Hingga mereka tunduk dihadapannya dan mengikuti
kata-katanya.
Di sini, di tempat yang dipimpinnya. Dia
mengekangku, mengikatku dengan peraturan-peraturan konyol dan membatasi ruang
gerakku. Dia tidak pernah tau bagaimana perjuanganku untuk menjalani
kehidupanku saat ini. Semuanya terasa berat, dan bertambah berat karena
perlakuannya. Dia tidak pernah tau, bahwa aku menempuh perjalanan panjang untuk
menemukan jati diriku. Susah payah aku membagun kepercayaan diriku. Hingga
akhirnya aku bisa memiliki kemampuan yang bisa aku banggakan, adikaryaku. Adikarya
yang hanya dipandang sebelah mata olehnya. Bakhan tak akan pernah bisa dihargai
olehnya. Dia tidak berhak memperlakukanku seperti ini. Akan kubuktikan, bahwa
aku bisa bertahan menghadapinya.
Tgl. 16 Oktober 2013







0 komentar:
Posting Komentar