Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 13 September 2013

Aku Benci Susunan Acara Ini

Bayangkan ketika kamu harus menjalani hidup yang serba teratur. Dimulai ketika kamu membuka mata di pagi hari, menjalani rutinitas harian yang selalu sama dan di lingkungan yang sama, kemudian tertidur di malam hari untuk mengistirahatkan badan dan pikiran, lalu kembali terbangun esok harinya. Setiap harinya selalu melakukan hal-hal yang sama dengan rentetan kegiatan yang hanya itu-itu saja. Semuanya tersusun rapi, teratur, dan terencana. Inikah yang disebut sebagai hidup? Aku malas mengakuinya. Tapi pada kenyataannya aku menjalani kehidupan semacan ini selama dua tahun terakhir. Semua ini bagaikan susunan acara yang tertata rapi. Hidupku adalah sebuah acara yang sedang diselenggarakan, semua yang aku lakukan saat ini adalah bagian dari acara itu, dan aku harus melaksanakan setiap acaranya dengan teratur dan tepat waktu. Setiap hari, yah! selalu dengan hal-hal yang sama. Terlalu lama memang aku hidup dan berkutat dalam rangkaian susunan acara ini. Aku sampai lupa bagaimana rasanya kebebasan. Bebas menjadi diri sendiri, bebas melakukan apa yang aku suka, dan bebas berfikir hal-hal gila yang sebenarnya adalah sesuatu yang spektakuler. Haahhh.., aku merindukan semua itu. Bukannya aku tidak mau keluar dari semua rutinitas yang membosankan ini. Entah sudah berapa banyak keluhan yang keluar dari mulutku, hanya karena susunan acara yang isinya sudah ku hafal di luar kepala ini. Tapi mereka, mereka selalu mengatakan padaku untuk selalu bersabar. "Sebentar lagi, kamu pasti bisa melewatinya, sebentar lagi semuanya akan berakhir, dan semua ada waktunya" itu yang mereka katakan padaku. Memang benar kata mereka "semua ada waktunya", tapi kapan waktu itu datang padaku. Waktu dimana aku bisa meninggalkan susunan acara yang sudah usang ini. Berapa lama lagi aku harus terlibat dalam susunan acara ini? Ah, mungkin aku memang harus lebih bersabar lagi, sampai waktu itu datang. Ketika aku mengakhiri susunan acara yang membosankan ini dan mulai menulis jalan hidupku sendiri.
 


0 komentar: